Untuk lebih intuitif, itu bisa dilatih, dan ada banyak macam latihan meditasi untuk itu, silakan dicari di internet atau nanya AI deh. Yang aku mau bagikan adalah caraku sendiri yang mungkin sedikit berbeda.
Intuitif versi Innuri itu adalah batin yang selalu disinari tuntunan dan petunjuk Allah, jadi menghadapi apa pun bisa menyikapinya dengan petunjuk Allah yang mengalir di hati. Kehidupan pun mengalir bersama Allah. Indah bukan?
Lantas bagaimana caranya?
Cara Innuri ini dengan rajin-rajin mengamati diri sendiri, sedang berfokus ke kepala (otak) atau ke dada (qalbu, hati) . Kepala berhubungan dengan pemikiran, analisa, ingatan, memori, penilaian dan penghakiman. Saat kepala sedang aktif, terkadang efeknya kepala jadi sakit, kepala rasanya berat. Bayangkan lagi ngerjain soal statistik 3 deh! Pusing 'kan? Terkadang muncul perasaan negatif dari otak yang terlalu aktif.
Sedangkan dada / qalbu / jantung itu terkoneksi dengan Tuhan, tidak negatif dan tidak positif, melampaui dualitas rasa, di sini sumber rasa bahagia yang abadi. Perasaan ini disebut mutmainah, perasaan damai dan tenang yang tak bertepi.
Nah, untuk bisa mengakses hati yang tenang ini, kita musti sering-sering latihan menurunkan perhatian dari kepala ke dada, dari otak ke hati. Rajin-rajin mengamati diri sendiri, sedang di posisi mana perhatian kita, bila sedang berpikir dan sedang fokus di kepala, latihlah menurunkannya ke dada, sampai klik dengan Allah. Latihan ini dilakukan setiap saat dan setiap waktu, sambil melakukan aktifitas apa saja, karena aktifitas kita akan dituntun Allah saat perhatian kita fokus kepadaNya.
Fokus itu bukan tegang ya, fokus tidak sama dengan konsentrasi. Fokus itu fisiknya rileks, tapi arah perhatian satu titik.
Fokus ke Allah bukan berarti kita hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, fokus ke Allah itu mengalir bersama Allah, apa pun aktifitas yang kita lakukan. Tapi kalau mau diam dan fokus, tentu saja boleh, itu namanya meditasi.
Bila dilatih terus menerus, lama kelamaan kita akan menemukan 'tombol'nya dan pandangan batin kita menjadi jernih, seperti 'mata Allah'.
Seperti orang yang belajar main gitar, berpindah dari C, A minor, D minor , ke G, ke C lagi (sambil nyanyi ya, itu lagunya grup musik apa lupa Innuri). Untuk terampil membutuhkan latihan dan ketekunan dan pantang menyerah atau berhenti. Seperti orang belajar main gitar juga, pada awalnya tertatih-tatih, dan malah mengeluarkan suara yang kacau, tetapi bila dilatih terus menerus setiap hari, lama kelamaan akan terampil juga.
Untuk hasil yang luar biasa, butuh perjuangan yang luar biasa pula. Jangan menyerah, bila jatuh, ya bangkit lagi, bila gagal, ya mencoba lagi, terus menerus sepanjang usia kita.
Ada yang bertanya, mengapa fokus ke dada, bukannya bertemu Allah, malah ketemu hal-hal lain? Bisa jadi karena hatinya belum bersih, barangkali masih ada rasa marah, sakit, kecewa, iri, dengki dan sebagainya, semua itu perlu dibersihkan. Jadi selain melatih perpindahan otak ke hati, juga perlu membersihkan hati setiap waktu. Kotoran hati bisa menghalangi (menghijab) kita dari bertemu Allah.
Begicuuu. Selamat mencoba ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar