Minggu, 23 November 2025

Makna Penyembahan dan Pertolongan

 Pagi, usai ritual subuh, aku mulai mendalami Al quran di hari pertama khalwatku di hampir penghujung tahun 2025.

Mulai dari Al Fatihah, aku terpaku pada ayat  Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in yang artinya hanya kepadaMulah kami menyembah Dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan.  Aku berhenti pada ayat itu dan mengalirlah pemahaman-pemahaman mencerahkan yang berbunga di hatiku.

Begini pemahaman yang aku dapatkan sehubungan dengan ayat tersebut.

Jiwa/ruh manusia itu diturunkan ke bumi/dunia untuk dicelupkan pada sifat dunia yang penuh ujian, penderitaan dan masalah.  

Jadi dua hal, pertama ada jiwa yang suci dan penuh kebaikan, yang kedua adalah dunia dengan segala karakteristik yang telah digariskanNya.

Sifat dunia ini penuh kesulitan, masalah, ujian dan cobaan.  Bahkan keindahan dan pesona dunia ini pun sifatnya ujian, apakah bersyukur atau kufur, apakah mengambil secukupnya ataukah dengan keserakahan sampai terseret jauh dan tenggelam ke dalam pesona dunia dan melupakan dirinya sendiri alias lupa diri, lupa pada Tuhannya, lupa pada kebaikan yang telah diinstal di dalam jiwanya.

Alam semesta ini punya mekanisme tertentu dalam menangani manusia yang lupa diri ini.  Dengan kecerdasan supernya, alam semesta akan menariknya untuk kembali kepada fitrahnya yang suci dan penuh kebaikan  dengan cara memberinya ujian.  

Ujian yang berat membuat manusia terpojok, terpuruk dan menderita. Dari situlah lahir penyembahan untuk memohon pertolongan kepada yang lebih berkuasa dari dirinya yaitu Tuhan yang kamu boleh menyebutnya dengan nama-nama yang indah (buka surat Al Isra ayat 110) nama apa saja asalkan indah. Orang Jawa menyebutnya Gusti Kang Akarya Jagad, Gusti Kang Murbeng Dumadi yang artinya Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan yang menciptakan segala wujud.  Orang Bali menyebutnya Sang Hyang Widhi Wasa, orang Tiongkok menyebutnya Tao, Muslim menyebutnya Allah, Ar Rahman, dll.  Tuhan jugalah yang menciptakan berbagai bangsa dan bahasa yang membuat penyebutan pada diriNya begitu beragam, ambil yang sesuai dengan kenyamananmu saja.

Alam semesta ini menyediakan pertolongan yang berlimpah ruah bagi siapapun yang mau mengaksesnya.  Cara mengaksesnya dengan penyembahan

Penyembahan seperti apa? Banyak orang yang merasa telah menyembah Tuhan tapi tak kunjung mendapatkan pertolongan.

Penyembahan yang aku pahami pagi ini adalah dengan membuka dan merendahkan diri karena penyembahan memerlukan kerendahan hati.  Menerima kejadian/masalah/bencana apa pun dengan legowo, tidak ada keluhan, tidak ada protes, sepenuhnya yakin, bahkan tak perlu memikirkan solusi, tak perlu mengejar apa pun, tak ada pusing, sedih atau khawatir.  Mempercayakan kehidupan ini kepadaNya saja.  

Kamu bersujud dan berdoa, tapi batinmu penuh protes, kenapa ini terjadi padahal kamu selalu berbuat baik?  Ini bukanlah penyembahan, karena sebenarnya yang kamu sembah adalah logika dan pikiranmu sendiri.  Bila kamu benar-benar menyembah Tuhan, maka kamu percaya (iman) bahwa kejadian yang menimpamu adalah karena kesalahanmu sendiri yang kamu belum menyadari kesalahan itu apa (buka surat As Syura ayat 30).  Kamu memohon ampun dan menerima dengan legowo kejadian itu.

Penyembahan tak bisa dipisahkan dengan iman (percaya), setiap kejadian kamu percaya sebagai yang terbaik untukmu, kamu bersyukur atas itu dan batinmu tetap mencintai.  Kamu tidak punya rasa sakit, terluka, marah atau dendam terhadap apa pun dan siapa pun yang menjadi penyebab bencana / masalah.  Kamu berterima kasih kepada mereka yang telah mengantarkan pelajaran itu kepadamu. 

Bila kamu sudah bisa menyembah dengan cara yang benar, maka pertolongan pun hadir dengan caraNya melalui mekanisme yang sudah tersistem di alam semesta ini.

Allah membentuk alam semesta ini dengan sistem yang Maha Cerdas, setiap butir perasaan menuai rangkaian reaksi yang berdampak luas.  Setiap quanta berada di dalam sistem kendali kecerdasan alam semesta, seperti jaringan komputer raksasa.  Itulah makna Allah Maha Lembut, jadi berhati-hatilah dengan perasaanmu.

Baru pada ayat ke lima Al Fatihah, ternyata sedalam itu maknanya, semoga kita semua selalu dituntun dalam kasih sayangNya. Aamiin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar