Ketika kamu sudah bisa melatih diri untuk tidak menilai, tidak menghakimi dan tidak membanding-bandingkan, Allah akan menaikkan level spiritualmu ke tempat yang lebih indah, lebih nyaman yang luasnya seluas langit dan bumi. Kamu akan terhubung dengan semuanya dalam keadaan yang lebih ringan daripada udara. Kamu akan merasakan yang namanya compassion, betul-betul merasakan, bukan hanya membayangkan. Kamu bisa bilang begini, "Oh, yang namanya compassion itu ternyata begini indah." sambil menitikkan air mata.
Ceritanya aku bertemu orang-orang yang begitu pelit, yang merasa orang lain harus berbuat baik kepadanya, tanpa berniat membalas kebaikan yang dilakukan orang kepadanya. Orang-orang yang perhitungan banget, bahkan sudah di level memanfaatkan kebaikan orang lain.
Sudah bisa membayangkan bagaimana bila dirimu merasa dimanfaatkan oleh orang lain? Rasanya gimana? Jengkel dan pingin nimpuk pakai bakiak ... haha.
Namun aku merasa bila kehadiran orang-orang adalah kehadiran Allah, karena Allah yang menghadirkannya. Pasti ada maksud Allah dibalik itu, aku sudah sering menulis ini. Merasa jengkel sama orang yang dihadirkan Allah sama saja dengan merasa jengkel sama Allah, itu sebuah kesombongan yang nyata.
Nah, ketika aku sudah melampaui rasa jengkel itu, aku pun bisa memandang jernih sampai takjub sendiri, seperti melihat tirai yang terbuka begitu perasaan cinta tanpa syarat (compassion) itu muncul di hatiku. Oh indahnya bisa melihat jernih.
Aku bisa melihat orang yang pelit adalah orang yang tertipu oleh pikirannya, tangan mereka menggenggam, mengira yang dia genggam adalah milik mereka, hasil kerja keras mereka sendiri. Lupa bila semua itu milik Allah dan Allah Maha Kuasa mengambilnya dengan berbagai cara yang tak terpikirkan oleh mereka sendiri.
Orang pelit pada dasarnya adalah orang musyrik karena menyembah harta lalu harta yang mereka sembah itulah yang nanti akan menyengsarakannya. Kasihan bukan?
Bila proses ini sudah kamu lalui, ketika rasa jengkel berubah menjadi kasih sayang. Bukan hanya hatimu yang berubah , hidupmu pun berubah menjadi menakjubkan.
Seperti sebuah pola, ada kejadian yang njengkelin, setelah itu kamu memroses dirimu untuk menerima sampai hatimu seringan kapas, lalu Tara! Allah memberimu hadiah yang sangat indah.
Jangan berharap sama hadiahnya, karena hadiah utamanya adalah perasaan ikhlas itu. Hadiah lainnya adalah bonus, bisa berupa rejeki yang tidak disangka-sangka, bisa berupa perubahan nasib menjadi lebih baik, bisa pula berupa rekreasi ke Sumbawa ... Haha. Iya. Aku berada di Sumbawa sekarang. Tiba-tiba saja aku mendapat job ngasih pelatihan di Sumbawa. Aku merasa ini hadiah dari Allah.