Sabtu, 30 Mei 2026

Menasehati tanpa Menasehati

"Mbak Innuri, kalau anak kita butuh nasehat karena hidupnya nggak beres, apakah perlu kita nasehati berkali-kali, atau cukup sekali saja dan serahkan pada Allah, karena hakekatnya keadaan itu hanya jalan pulang untuk pandang Allah.  Rasa gak sabar dan mahu dia berubah, " tulis seorang pembacaku dari Malaysia.  Ini pertanyaan ke sekian masalah anak dan kurasa perlu membahas soal anak lagi dari perspektif yang berbeda.

Begini sahabat, kadang orang-orang yang kita sayangi itu seperti "guru yang menyamar" dengan pelajaran yang tersembunyi dari perilakunya.  Jadi mari nikmati kopi dan pisang gorengnya sambil menjawab pertanyaan di atas satu per satu.

Apakah anak butuh nasehat?  Versi orang tua, anak butuh nasehat, tapi coba duduk sebagai anak, apakah anak butuh nasehat?  Tidak!  Anak cuma butuh dipahami, disayangi dan didukung sepenuhnya.  

Kalau pun anda begitu merasa anak butuh nasehat, sampaikan tanpa 'menasehati'. Bagaimana caranya? Nanti ya, jangan pindah channel dulu... hmm. 

Ada juga type anak yang kalau butuh nasehat dia akan datang sendiri ke orang tuanya, gurunya atau temannya, biasanya sih ke orang yang membuatnya nyaman. Jadi kalau ingin anak yang datang meminta nasehat, ya buatlah dia nyaman denganmu sebagai orang tuanya. 

Kembali ke pertanyaan di atas ya. 

Apakah anak merasa hidupnya nggak beres?  Belum tentu, orang tuanyalah yang merasa hidup anak tidak beres.  Barangkali anak malah merasa orang tuanyalah yang tidak beres.  Jadi coba berpikir sebagai anak, atau coba kembali ke masa lalu ketika diri kita masih seusia anak. 

Ada juga anak yang merasa dirinya tidak beres, bicaralah padanya sebagai teman yang banyak mendengar, bukan sebagai orang tua yang merasa lebih tahu dan banyak bicara. Bila perlu ajak anak ke psikolog bila sebagai orang tua anda merasa tidak bisa memahami ketidakberesan di dalam diri anak. 

Bagaimana cara menasehati tanpa menasehati? Banyak caranya, misal nonton film yang satu tema dengan permasalahan anak, nonton berdua dengan anak ya.  Pancing obrolan biar dia mau mengomentari film tersebut, anda bisa memasukkan nasehat di sini, tapi berdasarkan film tersebut.  Cara ini pernah kulakukan, bahkan aku nggak perlu mengajaknya nonton bareng, dia sudah duduk manis di sampingku dan membahas film tersebut.  Aku nggak menasehati, tapi aku mengemukakan perasaanku.  Tiba-tiba saja kami berdua punya kesepakatan yang sama.

Sebenarnya banyak film dan serial yang mendidik di Youtube atau di Netflix.  Yang aku tahu semacam Linttle House in the Prairie, The Walton Family, ada beberapa award winning movie.  Kalau ada yang bisa menambahkan silakan tulis di komentar atau inbox Innuri ya.

Orang tua musti kreatif nyari cara agar bisa 'menasehati tanpa menasehati'  yang bisa disesuaikan dengan kesukaan anak, love language anak (silakan googling 'love language Chapman').  

Jangan lupa berajar ilmu parenting dan psikologi, banyak di Youtube.  Yang aku tahu dari Dr Aisah Dahlan dan Prof YF La Kahija di channel Eling lan Awas.

Di atas itu semua, anak bisa jadi 'guru spiritual yang menyamar',  Bila tidak sabar menunggu perubahan pada diri anak, berarti PR-nya ya sabar.  Terima anak apa adanya, menerima kelebihan sekaligus kekurangannya.  Bersyukurlah dengan segala kelakuan anak, karena disitu ada pesan Tuhan yang penuh kasih padamu.