Rabu, 08 Juli 2026

Semesta Paralel ( 11 ) Kisah Mati 30 Menit Tsuruhiko Kuichi

 Tsuruhiko Kuichi adalah seorang astronom Jepang dan juga seorang dosen di sebuah Universitas di Jepang.  Kisahnya amat menginspirasi, cerita di bawah ini aku sarikan dari internet.  Bila kalian ingin penjelasan yang lebih dalam, lebih panjang dan lebih akurat dari yang aku jelaskan di sini, silakan googling saja ya.

Pada saat dia berumur 22 tahun, tahun 1977, di tempat kerjanya dia mengalami sakit yang luar biasa di perutnya, lalu dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya.  Dia menderita penyakit yang saat itu amat langka, berupa penyumbatan pembuluh darah di usus yang belum ditemukan obatnya.  Tzuruhiko dinyatakan meninggal dunia secara klinis, tetapi setelah 30 menit kemudian dia hidup kembali, kondisi perutnya berangsur membaik.  Dia bisa bercerita tentang pengalamannya selama 30 menit meninggal dunia, bahkan menuliskannya dalam sebuah buku.

Ini dia pengalamannya:

- Awalnya dia mengalami kegelapan total, lalu dia melihat cahaya, cahaya itu membentuk terowongan, dia masuk ke dalamnya dan berjalan mengikuti arah cahaya, sampai akhirnya dia sampai di sebuah tempat yang indah sekali, yang tidak ada di dunia ini.  Dia merasa hidup dan bisa merasakan setiap materi yang dia temui. 

- Dia melihat sungai dan menemukan perahu, lalu dia naik ke perahu itu dan mendayungnya.  Dia mencapai seberang dan bertemu dengan 5 anggota keluarganya yang sudah meninggal.  Lalu kilatan cahaya memindahkan Tsuruhiko kembali ke rumah sakit tempat dia dirawat dalam sekejab saja.

- Dia melihat tubuhnya sendiri yang mati dengan ayahnya yang menangis menungguinya.  Dia pun memikirkan ibunya, maka dalam sekejab dia sudah berada di samping ibunya di lorong rumah sakit sedang menelepon saudaranya mengabarkan kematian Tsuruhiko.  Ketika dia memikirkan dua saudara perempuannya, dalam sekejab pula Tsuruhiko berada di dekat kedua saudaranya dan mendengar percakapan kesedihan keduanya.  Jadi ketika dia memikirkan sesuatu, maka dalam sekejab dia berada di situ.

- Kemudian keajaiban terjadi, Tsuruhiko hidup kembali, dan dia menceritakan semua yang dialaminya selama dinyatakan meninggal dunia, dan dia bisa menceritakan secara akurat semua percakapan yang dilakukan oleh ibu dan saudara-saudaranya.  Hal ini mengagetkan semua orang termasuk dokternya.

- Selama 30 menit dinyatakan meninggal dunia itu Tsuruhiko juga mengalami melihat masa kecil dan masa dewasanya.  Waktu Tsuruhiko masih kecil dia pernah diselamatkan oleh suara tak dikenal sewaktu bermain-main, suara tanpa rupa, sampai dia penasaran suara siapakah itu?  Ternyata dia sendirilah yang meneriakkan kata itu.  Tsuruhiko juga melihat dirinya mengajar di depan kelas sebagai seorang dosen, terbukti beberapa tahun kemudian dia menjadi dosen.

Pengalaman itu membuktikan bagi Tsuruhiko sendiri, juga bagiku dan kalian semua, bila jiwa/ruh itu tidak terikat oleh ruang,  materi/fisik/badan dan juga tidak terikat oleh waktu.

Lanjut tentang Tsuruhiko ya.  Setelah kejadian mati suri di usianya yang ke 22 tahun, Tsuruhiko kemudian menjalani kehidupannya seperti orang normal lainnya selama 30 tahun.  Akhirnya dia menjadi dosen seperti yang dilihatnya sewaktu mati suri itu.  Sampai kemudian dia kembali mengalami sakit parah dan harus dioperasi.

Dalam kondisi kritis, Tsuruhiko kembali mengalami hal yang mirip kejadian sewaktu mati suri puluhan tahun yang lalu, sebuah perjalanan antar waktu.  Bahkan kali ini lebih nyata karena dia meninggalkan jejak pahatan namanya (yang diukir oleh tukang yang sedang bekerja atas permintaannya) di sebuah kuil yang sedang dibangun, kuil itu sekarang sudah berusia 400 tahun.  Setelah kesehatannya pulih, dia mendapati bila 'jejak' yang ditinggalkan ya benar-benar ada dan nyata.

Selain itu, Tsuruhiko bahkan berkunjung ke masa terjadinya banjir besar (banjir di jaman Nabi Nuh) yang menenggelamkan hampir seluruh permukaan bumi dan dia tahu penyebabnya.  Hingga satu pertanyaan tentang kejadian alam semesta, mendapatkan jawaban berupa kesadaran pribadinya lebur dalam kesadaran semesta, seperti setetes air yang kembali ke lautan yang tak terbatas.

Tsuruhiko meninggal dunia beneran di tahun 2024.

Amazing!

Apa kesimpulanmu dari cerita di atas?

Kalau ini komentar Innuri:

- waktu itu tidak linier, waktu itu simultan.

- jiwa tidak tergantung pada materi/fisik, ruang dan waktu.

- perjalanan melintasi waktu itu bisa terjadi dengan kesadaran, dengan kehendak Allah, Tuhan semesta alam tentunya.

- kesadaran personal kita tidak hilang setelah kematian

- kesadaran personal yang menyatu dengan kesadaran semesta itu dalam tasawuf disebut wushul, dalam Hindu disebut moksha, dalam budhis disebut Budha, di kepercayaan Jawa disebut manunggaling kawula-Gusti.

Apa lagi ya? 

- semesta paralel itu memang ada

- kematian bukanlah akhir , hanya perpindahan kesadaran

- 'kun fayakun' itu terbukti nyata di pengalaman Tsuruhiko sewaktu kesadarannya menyatu dengan kesadaran semesta.

Apa lagi dong?  Hmmm ... kalau terpikir, aku tambahkan deh.  Segini dulu ya.