Banyak cerita kudengar, seseorang mendapatkan hidup yang luar biasa setelah mengalami kebuntuan lalu menyerah, seolah bilang,"Terserah Engkau, ya Tuhan." Batinnya sudah kosong karena nggak tahu mau ngapain lagi untuk menolong dirinya sendiri, tetapi di titik itu dia justru mendapat solusi, seperti pembuka jalan. Itulah 'fenomena kosong' yang mendatangkan pertolongan Allah. Bila setelah itu si orang tadi bisa mempertahankan kekosongan itu, ya hidupnya bakalan dibanjiri dengan kejaiban demi keajaiban, kebahagiaan demi kebahagiaan.
Mengapa 'kosong' begitu penting? Kosong dalam arti sudah 'berpasrah bongkokan' pada Allah, sudah tak lagi memikirkan bagaimana jalan keluar, bagaimana solusi, atau bagaimana usaha mencapai ini dan itu? Kosong dalam arti mengalir saja, melangkah seperti wayang, terserah Sang Maha Dalang.
Mengapa kosong begitu penting?
Ketika kita kosong, Allah yang turun tangan memperbaiki kehidupan kita ini. Sebaliknya ketika kita merasa bisa, Allah lepas tangan dong, wong kitanya merasa bisa.
Tapi manusia 'kan wajib berikhtiar, lalu hasilnya terserah Allah? tanyamu.
Ikhtiarnya manusia itu bisa di level iman, di level pikiran, di level perbuatan. Orang yang sudah kosong itu kebanyakan sudah tidak bisa lagi berikhtiar di level pikiran dan perbuatan, jadi sudah menyerah alias secara iman dia sudah percaya bila hanya Allah yang bisa, manusia tidak bisa apa-apa.
Jadi bila ada orang yang terlihatnya seperti 'tidak ngapa-ngapain' sementara hatinya sedang menyerah kepada Allah, itulah ikhtiar di level iman. Nanti Allahlah yang menggerakkan alam semesta ini, termasuk menggerakkan orang itu dalam mewujudkan kehendak Tuhan yang terindah. Manusianya hanya menikmati setiap momen, mensyukuri setiap hal, sudah nggak tolah-toleh lagi.
Faham 'kan Sayang?