Kamis, 09 April 2026

Terjerat Cinta yang Salah

 Kali ini aku mau cerita soal Pak RM, bukan inisial nama, aku yang kasih nama, singkatan dari Pak Rada Mending ... hehe.  Ini entah kali ke berapa Innuri dihadapkan pada orang yang susah move on dari cinta yang salah.  Bagi yang mengalami hal yang sama, kumpul sini, nikmati pisang gorengnya.

Ceritanya, Pak RM menikah dengan seorang wanita yang merupakan kakak dari wanita yang dicintainya alias yang dibidik adiknya yang didapat kakaknya.  Sampai Pak RM berpisah dengan istrinya,  masih juga belum bisa melupakan cintanya pada si adik.

Cinta model begini banyaaak dan aslinya ini cinta yang menyiksa, bukan cinta yang membahagiakan.  Tapi siapa sih yang bisa menyalahkan hati yang kadung mencinta, yang tak kenal logika, sampai tempe busuk rasa pizza.

Innuri bukan mau membahas soal perselingkuhan ya, ini soal cinta yang menyiksa hati pada orang yang salah, mungkin ada yang menamakannya selingkuh hati, terserah deh mau diberi nama apa.  

Cinta seperti ini memiliki banyak pola.  Pola pertama yang cintanya bertepuk sebelah tangan, si pecinta tak bisa berhenti mencintai sampai puluhan tahun, sementara yang dicintai tidak merasakannya. Pola kedua, keduanya saling cinta tapi takdir memisahkan, mereka pun tidak bisa berhenti saling mencintai sampai ratusan tahun juga ... wkwkwk.

Yang pola pertama aku alami sendiri beberapa kali, bukan aku yang mencinta, tapi lelaki lain yang mencintaiku sampai puluhan tahun tanpa aku mencintainya.  Dia pun mengaku cinta bukan untuk mengajak selingkuh, hanya untuk mengungkapkan perasaan dan selesai.  Semula aku tak tahu kenapa, kok Allah membuat aku mudah dicintai secara mendalam, aku juga nggak bisa bangga dengan kondisi ini, jatuhnya malah kasihan pada istri lelaki itu.  Sekarang aku sudah tahu jawabannya, jadi terus membaca ya, jangan pindah channel ... hehe. 

Persolannya sekarang adalah bagaimana cara mengatasi siksaan cinta yang salah itu?  Sengaja aku pakai kata 'siksaan cinta' biar ada yang ketampar.  Mencinta tanpa bisa memiliki itu rasanya sakit nggak?  Sakit kan?  Sudah tahu sakit masih dipertahankan pula.  Bodoh apa bodoh? 

Yang penting sekarang bagaimana solusinya.

Cara pertama, kamu wushul dan selesai. Caranya bisa dipelajari di tulisanku seri  Perjalanan ke Dalam . Itupun kalau wushulnya on of kayak Innuri, ya bisa kumat-kumatan lagi.  Jadi cara pertama ini tidak mudah.

Cara kedua, ini lebih mudah, agak panjang penjelasannya.

Kamu melihat dia yang kamu cintai itu jangan sebagai dia, lihat yang dibaliknya dia itu siapa, Allah 'kan?  Yang menciptakan dia Allah, yang menggerakkan dia Allah, yang membuat dia begitu memesona menggetarkan hati ya Allah juga.  Jadi lihat dia sebagai Allah.  Pandanganmu tembus gitu loh.  Kalau sudah menyadari bila dia itu sebenarnya "jelmaan" Allah, hati kamu jadi paham bahwa sebenarnya kamu itu loh jatuh cintanya kepada Allah.  Kalau sudah paham kamu lagi jatuh cinta pada Allah, kamu bilang "Oooo" yang panjang.  Selesai sudah siksaan cintamu itu.

Innuri pernah tulis, jangan pisahkan makhluk dengan Allah, Allah itu melingkupi si makhluk, di dalam dan di luarnya.

Di sinilah aku ketemu jawabannya, kenapa aku banyak sekali mengalami dicintai secara mendalam, ternyata aku saja yang GR.  Orang-orang itu jatuh cinta sama Allah kok, bukan sama Innuri.  Kecele parah aku tuh.

Manusia itu defaultnya atau fitrahnya mencari Tuhan, sedangkan Tuhan sendiri mengatakan bahwa diriNya adalah Kasih Sayang (Al An'am 12).  Ketika manusia sudah di posisi menyatu dengan Tuhan, maka dia menjadi kasih sayang itu sendiri dan kamu menyatu dengan semuanya.

Cara ketiga.  Ini ada hubungannya dengan semesta paralel yang pernah kutulis berseri di blog ini.  Pengalaman Dr Lynda Creamer, bahwa di kesadaran yang lebih tinggi, aku bisa menjadi kamu, kamu bisa menjadi aku, aku bisa menjadi dia atau mereka.  Intinya ada kesadaran kolektif, kesadaran yang saling terhubung.  Apa hubungannya dengan siksaan cinta? Ya ketika kamu menjadi dia, siksaan itu selesai.

Cara keempat.  Cinta menjadi siksaan ketika ada rasa ingin memiliki, ingin dekat dia, dan ingin ingin yang lain.  Ini cinta nafsu, atau ini bukan cinta tapi nafsu, atau cinta yang kecampur nafsu.  Tinggal pisahin saja itu nafsu dari cinta, kamu mencintai tanpa syarat, dan selesai.  Itu tidak mudah mbak Innuri!  Ya siapa bilang mudah? 

Cara kelima.  Pasrahkan perasaanmu kepada Allah. Mudah bukan?

Sudah dulu ya, aku mau ke pasar, kalau bingung boleh nanya di komentar.