Dalam hidupmu ini, pernahkan kamu merasa begitu terkait dengan seseorang walau orangnya tidak ada, karena meninggal atau pun berpisah?
Pernahkah kamu menjanjikan sesuatu lalu karena suatu sebab kamu tidak bisa memenuhinya dan sepanjang hidupmu kamu merasa bersalah?
Atau kamu sering bermimpi tentang orang yang sama sepanjang hidupmu?
Atau apa pun itu yang begitu mengikatmu, tempat, benda, keinginan dan doa?
Sayangku, tenanglah. Barangkali semua sudah terwujud di semesta lain di kemahabesaranNya.
Misalnya begini, kamu gagal menikah dengan si A, tapi sepanjang hidupmu kamu tak bisa berhenti mencintainya. Bisa jadi di kehidupan paralelmu ada versi dirimu yang menikahi si A. Jadi Allah mengabulkan keinginanmu hidup bersama si A tapi di semesta yang lain.
Contoh lain, kamu merasa ibumu meninggal terlalu cepat, kamu masih membutuhkannya dan kamu sering merasa ibumu hadir dan memberimu semangat. Bisa jadi di semesta yang lain ibumu masih mendampingimu terus.
Tersadarnya aku di sini, ketika seorang sahabat bilang, "Justru konsep multiverse itu konsep yang paling masuk akal dibandingkan monoverse. Allah 'kan Maha mengabulkan doa? Kalau tidak terwujud di sini, pasti dikabulkan di semesta yang lain." Benar juga apa yang dikatakan sahabatku.
Walau keberadaan multiverse masih susah dibuktikan karena belum ada yang membuka 'tur ke semesta yang lain' ... haha, aku mempercayainya karena tersirat di Al Quran dan karena aku pernah dijebloskan ke semestaku yang lain yang relate dengan kehidupanku di sini.
Bukanlah Tuhan Maha Besar dan Maha Kuasa, Maha menepati janji. Ketika Dia berkata berdoalah kepadaKu maka aku perkenankan bagimu, Dia pasti menepatinya. Tidak sulit bagiNya menciptakan semesta lain bukan?
Di dalam mekanika quantum many worlds-nya Hugh Everett, dikatakan bahwa setiap keputusan atau kejadian quantum membelah realitas, menciptakan realitas baru di semesta yang lain.
Itu kupahami begini, ada semesta paralel yang merupakan hasil dari kejadian quantum yang terjadi di dalamnya kamu dan aku dan semua makhluk di semesta ini.
Emosi yang kuat, embuh itu cinta atau benci, niat, janji, dll yang pernah terjadi pada dirimu dan diriku, semua itu membentuk semesta paralel. Lah banyak sekali dong versi diri kita di dunia paralel, ya iyalah. Nggak percaya ya gapapa, gak patheken Innuri, Hugh Everett juga nggak patheken! ... hahaha. Innuri pun pasti nggak percaya kalau nggak dijebloskan Allah ke dunia paralel.
Sudah aku ceritakan di tulisan sebelumnya bagaimana aku masuk ke dunia paralel dan ternyata menjawab semua pertanyaan tentang hidupku sendiri. Tidak cuma di dunia paralel yang damai dan tenteram, pernah di dunia paralel lain yang disana aku dibunuh tepat di dada dan berlumuran darah!
Pertanyaannya sekarang, apa sih gunanya 'beriman' pada dunia paralel?
Jawabannya adalah untuk membuat jiwamu mengerti akan kasih sayang Tuhanmu yang Maha Kasih Sayang, lalu jiwamu akan mencintaiNya melebihi apa pun selainNya, pada akhirnya kamu akan menyatu denganNya. Menyatu dengan kesejatian berarti 'karier' mu di dunia proyeksi selesai karena kamu naik pangkat.
Bagaimana bisa dunia paralel mengantarkan kita pada pemahaman sedalam itu?
Innuri susah menjelaskannya ya, karena memang ini dipahami dengan cara mengalami sendiri, tapi kucoba jelaskan.
Jadi semesta paralel itu terwujud bukan secara ngawur, yang bekerja di sana kecerdasan Yang Maha Tinggi. Meskipun jiwa terbelah menjadi banyak bagian dan banyak skenario kehidupan, semuanya relate untuk menyelesaikan satu misi yaitu kembali kepada Tuhan yang menciptakannya.
Semoga bisa kamu pahami ya dan jangan sedih bila doi kamu jadi milik orang lain di sini, bisa jadi di sono dia pasanganmu. Juga jangan terlalu gembira bila doi jadi milikmu, karena tugas utamamu di dunia mana pun adalah kembali kepada Tuhan seutuhnya.
(bersambung)