Apa sih yang benar-benar membebaskan manusia dari rasa takut, khawatir, sedih, gundah gulana, galau, patah hati dan sebangsanya?
Pertanyaan itu muncul di hatiku ketika seorang pembaca Innuri blog mengatakan akan datang ke Malang. Dia dari luar propinsi dan sudah menabung sekian lama untuk tiket kereta api PP dari kotanya ke tempatku. Dia mau belajar energi murni langsung padaku.
Tentu aku menerimanya, aku senang bertemu pembaca blogku, apalagi pembaca yang sudah mengikuti blogku sejak awal aku menulis di tahun 2011.
Yang membuatku khawatir adalah semakin ke sini sebenarnya aku semakin "bodoh" , aku kehilangan kepekaanku, juga kemampuan ESP-ku (extrasensory perception), bahkan aku sudah lama tidak melakukan transfer energi pada siapapun.
Aku khawatir dia sudah datang jauh-jauh, ternyata yang dia temui cuma wanita bodoh yang tidak bisa memberinya apa-apa. Aku khawatir dia pulang tanpa mendapatkan apa-apa.
Lalu tiba-tiba saja aku mendapatkan jawaban, bila segala sesuatu sudah tertulis, maka mengapa aku khawatir? Tentu sudah tertulis pula bagaimana aku menemui pembacaku , apa yang bakal aku omongkan pasti sudah tertulis.
Setiap pertemuan atau perpisahan sudah tertulis. Dia datang padaku karena skenarioNya, Allahlah yang menghendaki pertemuannya denganku.
Kesadaran ini membuat rasa khawatirku hilang seketika.
Yap! Aku mendapat jawaban dari pertanyaan yang aku tulis di awal. Apa hal yang bisa membebaskan manusia dari rasa takut, sedih, khawatir, dsb-nya ?
Adalah kesadaran bila segala sesuatu sudah tertulis, kita hanyalah aktor dan artis kehidupan di dalam skenario Sang Maha Kasih Sayang. Karena Dia menulis dengan kasih sayang. Kasih sayang adalah dasar terwujudnya segala sesuatu.
Maka mengapa khawatir?
Banyak sekali hal yang membuat manusia jatuh dalam rasa sedih dan khawatir, bahkan untuk orang yang terlihatnya baik-baik saja. Virus sedih dan khawatir itu seperti udara, ada terus dan sewaktu-waktu bisa masuk ke hatimu.
Sadarilah bila segala sesuatu sudah tertulis. Al Qur'an menuliskan ini di beberapa ayat , salah satunya Al Hadid ayat 22.
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah".