Ada teman dari Quora yang bertanya begini (beliau sudah mengijinkan kisah ini aku tulis di blog) :
Maaf bu, keluar dari topik. Saya ingin bertanya. Dari sudut pandang ibu yg sangat saya kagumi, saya ingin ibu memberi saran kepada saya🙏
Saya usia 25 tahun belum menikah. Saya punya kakak dan orang tua yang menurut saya sangat toxic. Orang tua saya seringkali mendoakan kesuksesan saya tapi dengan embel-embel ingin saya menopang hidup beliau seumur hidupnya. Ketika saya punya uang, dia mengatai saya dengan kata2 pelit, eprhitungan, dll. Padahal nyatanya saya pernah habis-habisan tidak punya tabungan untuk mencukupi kebutuhan rumah. Padahal gaji saya gede waktu itu.
Sedangkan kakak saya ketika saya punya uang selalu berusaha supaya uang saya keluar untuk sesuatu yg sia-sia. Dia tidak terima ketika saya punya tabungan, tambah cantik, dan semakin maju. Ketika saya tidak menurutinya, saya difitnah kesana kemari katanya saya perhitungan dengan keluarga, sangat pelit, dll. Sehingga banyak yg diam2 membenci saya. Padahal saya hanya belajar dari pengalaman sebelumnya kalau membantu keluarga itu seperlunya saja tanpa mengesampingkan diri saya sendiri. Karena kalau ingat saya dulu yg mengutamakan keluarga saya malah saya sendiri kurus kering, gak terawat, dan selalu kurang. Kakak saya dulu seringkali bilang "hee, kamu gak akan bisa ada diatasku. Kamu dari dulu cuma babuku. Kamu itu akan selalu melarat. Aku gini dapatnya PNS. Kalau kmu dapat kuli atau gak buruh pabrik udah bagus banget hahaha. Palingan nikah bentar udah dicerai soalnya jijik liat wajah jelekmu". Sakit sekali dengarnya.
Saya bahagia dengan perubahan saya saat ini tapi saya sakit sekali dengan perlakuan keluarga.
Rasanya sangat lelah, Bu🥹🥹😭
Lalu aku minta mbak Eka, panggil saja begitu, untuk berkirim pesan pribadi saja, aku minta foto mereka bertiga, Ibu, kakaknya dan mbak Eka sendiri, berikut nama asli mereka bertiga.
Kenapa aku minta foto dan nama asli? Untuk 'diterawang' ya? Iya dong, karena dalam kasus seperti ini aku tidak bisa berbicara dengan tiga belah pihak. Bisa jadi omongan mbak Eka gak bener 'kan? Nggak bisa 'kan melihat masalah dari satu sudut pandang saja? Aku memang harus 'nerawang' untuk melihat masalah secara jernih.
Kembali ke masalah ya.
Akhirnya setelah aku lihat fotonya, memang karakter ibunya setoxic itu ditambah menekan, egois dan keras hati, makanya mba Eka merasa tertekan. Kakaknya juga sejahat itu, kejam dan ingin menguasai, padahal wajahnya cantik dan lembut loh, tapi kebaca saja sisi gelapnya. Sementara mba Eka punya wajah cantik dan positiv vibes orangnya, tapi karena punya pengalaman pahit sehubungan dengan membantu keluarga secara financial, orangnya jadi perhitungan dan ada hitam-hitamnya dendam yang harus diselesaikan.
Aku sarankan untuk menjauh dari keduanya, tidak tinggal serumah, ngekost atau ngontrak saja, kalau perlu membantu keluarga, ya membantu semampunya dan seikhlasnya. Sesederhana itu, yang tidak sederhana adalah apa maksud Allah dibalik situasi yang tidak enak itu?
Waktu aku membaca foto mbak Eka, aku langsung nangkep, bila dendam dan kemarahan yang masih terpendam di hatinya itu bisa diselesaikan, hidupnya bakal luar biasa, bisa melejit entah secara karier atau spiritual, dengan kehendak Allah. Aku bilang padanya untuk mensyukuri ujian yang berupa ibu dan kakak, karena itu cara Allah menaikan levelnya.
Di masyarakat manusia memang sering terjadi pola seperti ini, diberikan ujian, setelah lulus mendapat anugerah yang indah. Tinggal manusianya saja, mau nggak mengerjakan soal ujiannya?
Yang harus dikerjakan mbak Eka adalah menyelesaikan dendam dan kemarahan yang masih tersimpan di batinnya sampai bersih dengan memaafkan, memaklumi. Tandanya sudah bersih muncul perasaan damai, kasih sayang kepada Ibu dan kakaknya.
Bagaimana cara memaafkan sampai bisa berdamai dengan semuanya? Banyak caranya, Salah satunya bisa mencoba Ho'oponopono , itu cara mudah.
Mbak Eka juga bertanya tentang sikap apa yang harus diambil sehubungan dengan kakaknya yang sering memfitnahnya? Bila sudah bisa berdamai dengan perasaan marah dan dendam itu, otomatis nanti akan muncul petunjukNya musti ngapain.
Semoga mbak Eka bisa menyelesaikan PR-nya. Aamiin.