Sahabat Innuri itu lucu-lucu. Gara-gara aku sering merekomendasikan channelnya Gus Mukhlason Rasyid, suatu hari dia bilang begini ,"Bunda, kalau zikirnya laillahalillaana, terus kedengaran orang gimana?"
Duh, Innuri jadi ikut bingung 'kan?
Begini loh, biar nggak pada bingung. Gus Son menerangkan soal perjalanan spiritual dari Laillahalillallah naik menjadi Laillahaillahuwa , lalu naik lagi menjadi Laillahaillaanta , lalu pada akhirnya menjadi Laillahaillaana , semua itu merupakan tahapan kedekatan hati dengan Sang Khaliq. Jadi merupakan pemahaman demi pemahaman yang semakin mendalam, lebih ke kesadaran hati bila Allah sedekat itu. Soal melafalkannya bagaimana ya itu rahasia saja antaramu dengan Allah, jangan kedengaran orang lain, ntar dicap sesat lagi.
Innuri sendiri tak pernah melafalkan zikir Laillahaillaana di bibir atau di ucapan, tapi kalau hati bunyi sendiri "Ini Allah bukan Innuri" itu sering. Innuri pernah menuliskan soal ini di pembahasan soal khalwat dan di tulisan tentang "Perjalanan ke Dalam". Soal hati yang bunyi sendiri ini pun pas awal-awal mengalami terasa ragu, apa aku lagi disesatkan sama syetan ya? Lalu aku mendapat jawaban dari channelnya Pak Hans. Baru ketemu jawaban yang lebih jelas lagi di channelnya Gus Son di tahun 2026 ini.
Untuk sampai pada kesadaran laillahaillana itu pun tidak bisa dipaksakan, itu muncul dengan sendirinya saat diri terasa 'hilang' atau fana. Kejadiannya murni karena karunia Allah saja. Yang perlu kita lakukan hanyalah membersihkan diri.
Membersihkan diri dari apa? Selain dari hal-hal yang diharamkan Allah, memohon ampun untuk segala dosa dan kesalahan, juga membersihkan diri dari prasangka-prasangka, penilaian-penilaian, perbandingan-perbandingan, juga logika yang sering memenjarakan kita dari keajaiban hal-hal yang bersifat spiritual.
Adakah yang sama seperti sahabat Innuri dalam melafalkan zikirnya?