Kamis, 10 September 2026

2 Rahasia Untuk Menjadi Pasangan Bahagia

 Minggu kemarin ke Tumpak Sewu dan Gua Tetes.  Pas aku dan suami mencoba berswafoto,  serombongan anak muda lewat di depan kami.

"Saya fotoin, Bu," katanya. Lalu dia memotret kami berdua, setelah itu memvideo kami berdua sambil bilang,"Pasangan yang bahagia."  Kaget aku mendengar dia bilang begitu, kok tahu kalau kami pasangan yang bahagia?  Begitu mudahnya orang lain menangkap kesan bila kami pasangan yang bahagia, banyak orang bilang begitu.  

Dan sayangnya kebanyakan dari mereka bilang,"Bunda dapat suami yang sabar sih."  Jadi orang-orang meletakkan penyebab kebahagaiaan pada 'suami yang sabar'.  Padahal semuanya dari Allah saja.

Kebahagiaan dalam berumah tangga itu berproses, nggak ujug-ujug begitu menikah langsung happily ever after kayak cerita dongeng.  Proses penyesuaian diri dari dua individu yang berbeda itu butuh waktu dan butuh belajar, hingga ketemu resep yang paling cocok untuk kami berdua.  

Ada dua hal yang aku rasa perlu jadi perhatian bila kalian ingin bahagia bersama pasanganmu, hanya dua resep rahasia saja.

- Jangan berusaha mengubah pasanganmu - Ini adalah poin pertama.  Kamu capek sendiri bila ingin mengubah orang lain.  Bagaimana bila dia suka mabuk, judi, dan wanita? Ya jangan diubah, tinggalin saja, alias cerai.  Seumur hidup terlalu lama buat bersanding dengan pasangan toxic.  Jangan berusaha mengubah pasanganmu, ini berlaku bila pasanganmu tidak neko-neko tapi punya kebiasaan yang njengkelin atau ada sikap yang tidak sesuai dengan maumu.  Negur boleh, yang penting hatimu jangan berharap dia berubah, itu melelahkan.  Ubah dirimu sendiri, maka pasanganmu ikut berubah.

- Jangan berharap dia membahagiakanmu - Ini poin kedua. Berharap orang lain membahagiakanmu itu bikin capek, mau bahagia ya bahagia saja, gitu saja kok report ... hehe.  Bahagia itu dari dalam, bila hatimu damai, ya kamu bahagia, bila hatimu dekat dengan Allah, kamu pun bahagia.  Urusan bahagia adalah urusanmu dengan dirimu sendiri, bukan dengan orang lain, bukan pula dengan pasanganmu.  Tahukah kamu saat hatimu tidak berharap dibahagiakan oleh pasanganmu, justru dia menjelma jadi 'power rangers' yang mengusahakan apa pun untuk membahagiakanmu.  Ssttt ... ini rahasia ya, kalau tidak bolo tidak aku kasih tahu .

Begitulah ceritanya, aku jadi ingin dengar ceritamu setelah mempraktekkan dua hal di atas.