Minggu, 13 September 2026

Ketika Allah Menunjukkan KebesaranNya

Pada Sabtu 5 September 2026, dalam perjalanan dari Malang ke Ngantang, tiba-tiba saja aku ditelepon istri almarhum temanku dari Ngantang.  Telepon yang tidak biasa, karena orangnya jarang sekali menelepon, seingatku hanya sekali dia menelepon hanya untuk memberitahu dia sudah punya telepon genggam, lalu telepon kedua di hari itu hanya untuk berkabar.  Dia cerita soal anaknya yang naik Gunung Kelud, itulah awal kisah dua lansia naik ke puncak Gunung Kelud.

Sampai di Ngantang aku jadi kepikiran pingin naik Gunung Kelud juga ... haha, barangkali telepon temanku yang tidak biasa itu merupakan petunjuk Allah.  Lalu aku cari-cari review naik ke Gunung Kelud di internet, yang kesimpulannya jalur paling ramah pemula adalah via Karangrejo Blitar.  

Ketika aku sampaikan keinginanku pada suamiku, dia sempat ragu, tentu saja yang dia ragukan adalah aku.  Lalu aku bilang, " Allah mau menunjukkan kebesaranNya pada kita, Mas."  Itulah petunjuk yang aku terima di hatiku.  Suamiku setuju, maka kami berdua berangkat dari rumah Ngantang Sabtu 12 September , semingguan setelah ditelepon temanku itu. Berangkat dari Ngantang habis subuh, tektok, pulangnya ke rumah bandara, karena sudah dua mingguan tidak urusi rumah sana.

Sampai di Basecamp Karangrejo jam 7 lebih, kondisi jalan di depannya sedang dicor, jadi hanya bisa satu mobil yang lewat.  Lalu naik ojek sepeda trail ke POS 1, ini jadi petualangan tersendiri, seru!  Jalannya berbatu dan berdebu, yang tidak kusangka sama sekali, jadi di tengah jalan baru pakai masker, mana pak ojeknya ngebut lagi, jadi kayak dibonceng Valentino Rossy ... haha.

Singkat cerita, Allah menepati janjiNya, menunjukkan kebesaranNya padaku, pada kami berdua.  Sepanjang perjalanan ketemu sama kebesaran Allah, mendekati puncak dibuat terpukau oleh batu-batu super gede yang warna-warninya indah banget, bahkan puncaknya itu batu thok kurasa, setelah itu takjub dan syukur melihat kawah hijau yang amat indah di kedalaman yang amat dalam.  Menyaksikan sendiri memang jauh berbeda dengan melihatnya di foto atau video.  Rasanya aku seperti dimasukkan dalam lucid dream, padahal ini nyata.  Atau barangkali Allah sedang bicara padaku bila pemandangan indah seperti di dalam lucid dream yang pernah aku alami suatu saat akan jadi nyata, itu semua mudah bagi Allah.

Bukan hanya kebesaranNya yang tampak mata, tetapi juga proses yang terjadi di dalam tubuhku sendiri, yang sudah manula ini, bagaimana tubuhku belajar mengatur napas dan langkah kaki.  Betapa ajaib kekuatan tujuan "Allah mau menunjukkan kebesaranNya", itulah alasan paling kuat untuk terus melangkah.

Bagiku yang pendaki pemula ini adalah pendakian ekstrim, awal bertemu dengan jalur tangga dan jalur tali, kukira itu sudah paling berat, ternyata ada jalur tangga yang lebih berat dan ketika mendekati puncak kawah, ada jalur tali di atas bebatuan terjal, kemiringannya udah di kisaran 60-80 derajat.  Suamiku sampai memberiku 'kursus kilat' tehnik panjat tebing.

Pulangnya lebih sulit kukira, turun dari bebatuan terjal itu membutuhkan tehnik tertentu, banyak pendaki cewek jejeritan di fase ini, sampai suamiku ikut memberi arahan pada si mbak-mbak yang takut turun.  Salah tehnik bisa kebanting atau melorot atau meluncur tanpa ampun ke bawah.  Aku sempat ketemu pendaki yang keseleo sampai digendong temannya.  Pas di bawah aku juga dengar kabar ada yang cedera sampai perlu dievakuasi.

Kuncinya adalah merasa selalu bersama Allah, itu memberi ketenangan, rasa aman dan menyelesaikan rasa takut.  Dengan perasaan yang yakin, semua akan berjalan baik karena dituntun Allah.  Itulah kuncinya yang membuatku naik dan turun dengan selamat.   Sayangnya aku tak bisa membagikan tips ini kepada cewek-cewek seperjalanan yang bolak balik memujiku, bahkan mereka tak menyangka bila umurku 60 tahun.  Dikira 16 tahun barangkali .... haha.

Oleh-oleh perjalananku ke Kelud ini aku dokumentasikan di Youtube, bisa dibuka di sini  ya sekedar untuk menyimpan cerita buat diriku sendiri sih, jadi asal merangkai foto dan video saja, volume suaranya juga kecil banget, perlu naikkan volume sampai mendekati maksimal untuk bisa dengar suaranya. 

Sekian ceritaku.  Salam kasih dari dekat bandara Abd Saleh.