Seorang sahabat Innuri bercerita soal cintanya yang kandas, semula orang tua si gadis menyetujui hubungan mereka. Namun di tengah perjalanan mengumpulkan modal untuk menikah, si gadis dipaksa bertunangan dengan lelaki lain.
Apa yang aku nasehatkan padanya klasik banget, seputar menerima semua ini, Allah tahu yang terbaik, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu buruk bagimu.
Namun menyembuhkan luka patah hati itu butuh waktu, bisa cepat, bisa lama, dan bisa lama sekali. Bisa jadi kehadiran orang baru sebagai pengganti bisa menjadi obat, akan tetapi memori itu tidak pernah terhapus dan bisa jadi cinta antara keduanya tidak pernah terhapus begitu saja.
Begitulah isi dunia ini. Banyak yang mengalami hal semacam itu, cinta yang kandas namun tak pernah terhapus. Banyak sahabat Innuri mengalaminya.
Nah, bila kamu pernah membaca tulisan Innuri tentang Semesta Paralel, atau baca saja deh di sini dan lanjutannya ada 10-an tulisan tentang semesta paralel. Maka kamu akan memahami bila semua pengalaman putus cinta dan patah hati itu memang kamu perlu mengalaminya untuk memahami cinta kasih Allah kepadamu. Pemahaman akan adanya semesta paralel itu akan menolongmu untuk berdamai dengan keadaan ini.
Kamu akan paham bila ternyata cintamu tak pernah kandas. Bila kalian saling mencintai, maka di semesta yang lain dia adalah pasanganmu. Itulah kasih sayang Allah yang tak terbatas.
"Mengapa bukan di kehidupan ini saja, saat ini saja cinta itu bersatu?" tanyamu. Karena pelajaran yang musti diambil harus lewat peristiwa perpisahan. Allah itu mengajari kita sesuatu dan memahamkan sesuatu bukan di depan kelas ya, Sayang, melainkan lewat peristiwa.
Kalau cintamu bersatu saat ini, bisa jadi kamu bukannya menyembah Allah,bisa jadi kamu malah menyembah kekasihmu itu. Ayahab jere arek Malang alias bahaya. Bisa jadi pula bila kalian bersatu saat ini, kalian malah saling menyakiti dan berakhir saling membenci. Ayahab lagi dong. Allah yang Maha Tahu, maka terima saja apapun, karena itu untuk kebahagiaanmu dan dia juga.
Bila Allah menggantinya dengan orang yang lebih baik, lalu kamu bisa mencintainya sepenuh hati, sementara di semesta yang lain kamu berpasangan dengan dia. Ada dua cinta dong, atau bahkan ada banyak cinta dalam kehidupanmu. Pertanyaannya, manakah cinta sejatimu?
Cinta sejatimu adalah Allah. Titik.
Sampai kamu paham bila Allah 'menjelma' menjadi apa saja dan siapa saja untuk membahagiakanmu. Sebegitu dalamnya cinta Allah.
Ketika kamu menyadari bila di saat kamu mencintai seseorang, hakekatnya kamu sedang mencintai Allah, maka di titik inilah kamu bisa merasakan kebebasan dari perbudakan cinta yang menyakitkan. Kamu merdeka.
Semoga cintamu segera sampai pada kemerdekaan.