Kamis, 09 Juli 2026

Semesta Paralel (12) Quantum Jump

 Beberapa tahun terakhir ini populer istilah 'quantum jumping' atau sebuah lompatan quantum untuk mengakses versi terbaik diri kita lalu menariknya ke dalam realitas saat ini.  Tentu yang melakukan itu adalah orang-orang yang percaya dengan adanya semesta paralel, dimana di semesta yang lain ada versi diri kita yang berbeda dengan diri kita salat ini.

Nah, persoalannya di sini adalah apa yang ingin dicapai oleh orang-orang yang melakukan quantum jump?  Apa tujuannya?  Untuk memperbaiki realitas saat inikah?  Ya, kebanyakan seperti itulah tujuannya.  Dengan kata lain, tujuannya masih makhluk.

Belum banyak yang tahu bila,  setiap kehidupan paralel di setiap semesta, manusia selalu disadarkan untuk kembali kepada Tuhannya. Ketemunya aku dengan kesimpulan ini gara-gara dimasukkan lagi sama Allah ke kehidupan paralelku di semesta yang lain.  Dari situ aku paham, ternyata di setiap kehidupan paralel, Allah menghadirkan bermacam peristiwa yang gunanya untuk memahami dan mendekatiNya untuk menyatukan setetes air itu kembali ke lautan luas alias menyatu dengan Tuhan, alias wushul, alias moksha, alias manunggaling kawula-Gusti.

 Jadi tidaklah penting menginginkan kehidupan di semesta yang lain, bila di sana hanyalah kembali ke dalam ayunan suka-duka.  Inginkan penciptamu, maka semuanya selesai. 

Banyak manusia melakukan quantum jump untuk menghadirkan kehidupan suksesnya di semesta yang lain ke dunia ini, padahal itu percuma saja.  Jiwanya masih berputar-putar di pusaran ego, mau sukses atau tidak sukses secara materi, hidupnya masih menderita secara spiritual.  Jadi yang lebih penting adalah kembali kepada Allah, melepas semua cinta terhadap makhluk yang meliputi manusia atau materi / harta benda, jabatan, kekuasaan, dll.

Ada seorang sahabat Innuri yang mengikuti pelatihan quantum jumping seharga beberapa juta dan sukses mempraktekkannya, tapi kenyataannya jiwanya masih gelisah, hidupnya masih terombang-ambing dalam ayunan suka dan derita.

Jadi .... Bagaimana pendapatmu?