Rabu, 11 Maret 2026

Semesta Paralel (5) Pengalaman di Luar Indra

 Aku terkesan sekali dengan pengalaman ESP (extrasensory perception/ di luar indra / indra ke enam) yang dialami Dr Lynda Creamer, karena aku pernah mengalami hal yang mirip.  Kamu bisa mencarinya di internet kalau mau tahu lebih jauh tentang beliau.  Di sini aku mau ngobrolin Mbakyu Dr Lynda Creamer versi reels IG nya Kang Garna Raditya saja karena aku suka, Innuri sudah dapat ijin Kang Garna  memuatnya di blog. Klik di sini untuk membuka video yang aku maksud.

Mbakyu Lynda mengalami mati suri dan dalam kematiannya yang hanya 14 menit, beliau merasa jiwanya dibawa ke sebuah tempat yang indah.  Ada beberapa catatan yang bisa kubuat :
1. dibawa ke ruang kesadaran murni yang penuh cinta kasih, tanpa rasa takut dan tanpa batas
2. dibawa ke pemandangan indah yang tidak ditemukan di bumi
3. bisa berpindah tempat seketika
4. bisa berbicara dengan orang lain pakai pikiran dan bisa menjadi 'mereka', seolah satu eksistensi saling terhubung dalam satu kesadaran kolektif
5. bertemu sosok leluhur yang membantunya me-review seluruh hidupnya sampai mendapat pemahaman yang sangat dalam
6. pikiran, emosi dan niat itu menciptakan gelombang yang memengaruhi seluruh jaringan eksistensi
7. itu bukan surga yang terpisah, melainkan sisi kesadaran yang lebih tinggi yang selalu ada tetapi tidak terlihat panca indra
8. reinkarnasi terjadi bukan di waktu paralel, melainkan simultan/serentak 
9. banyak kehidupan terjadi bersamaan, seperti satu jiwa multidimensional
10. waktu tidak mengalir, melainkan terjadi sekaligus, jiwa kita tidak pernah mati, hanya berpindah channel
11. kesadaran berlanjut melampaui kematian
12. cinta kasih adalah struktur dasar dari segala sesuatu

Kesimpulan Kang Garna : dunia ini hanya satu lapisan kecil dari sesuatu yang lebih luas dan lebih indah dari yang kita bayangkan.

Indah sekali ya pengalaman Mbakyu Lynda, Innuri percaya karena aku pun pernah mengalami hal yang  mirip, juga sering mengalami lucid dream yang di sana aku dibawa ke pemandangan indah yang tidak pernah aku temukan di dunia, juga nggak pernah ketemu di YouTube ... hehe.

Tapi perlu kamu tahu, setiap jiwa punya pengalaman masing-masing dengan kematian, berbeda-beda tiap orang, tergantung kondisi jiwanya masing-masing.  Aku tidak bilang sesuai amal ibadahnya masing-masing ya, ini penting banget.  Amal ibadah yang banyak tidak menjamin seseorang berakhir indah, bila amal ibadahnya tidak membekas ke jiwa.  Yang kita bawa terus sampai kapan pun adalah ruh/jiwa/atman.  Hanya jiwa yang bersih/suci/fitri  sehingga mudah terkoneksi dengan Tuhanlah yang ditaruh di lapisan semesta yang indah yang disebut surga.  Kuduga Mbakyu Lynda itu orang yang dekat dengan Tuhan, maka pengalamannya seindah itu.  

Pengalaman orang yang semasa hidupnya berbuat jahat, fasik, zalim, pelit, kufur, musyrik, tentu berbeda.  Apalagi bagi yang sudah membaca novel Innuri Bulan Madu yang Tertunda pasti tahu, di novel itu hanya satu orang yang aku ceritakan mendapat ending yang indah, sisanya mengerikan.  Walau masih banyak yang tak sempat kuceritakan, tetap saja jumlah orang yang endingnya mengenaskan yang lebih banyak aku saksikan.

Allah itu tidak pernah menzalimi hambaNya, di dunia ini kita diberi dua jalan, jalan Allah atau jalan setan/ego, tinggal pilih yang mana.  Jalan Allah memang mengandung perjuangan, kesulitan, pengorbanan, dll, tapi endingnya indah.  Makanya aku pilih Allah saja. Bagaimana denganmu?

Kembali ke Mbakyu Lynda.  Aku terkesan dengan kesimpulan nomer 12, cinta kasih adalah struktur dasar segala sesuatu.  Relate dengan orang Islam yang mau ngapa-ngapain dianjurkan membaca basmallah, atas nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.  Relate dengan Al Quran yang setiap Surat diawali dengan basmallah, kecuali Surat Al Taubah.  Itu mengandung arti Allah pun bisa murka, tetapi kasih sayangNya lebih banyak daripada kemurkaanNya.  Di dalam kemurkaanNya ada kasih sayangNya.  Di dalam Taoisme itu namanya Yin-Yang.

Misal begini, kamu dizalimi seseorang, Allah membalas perbuatan orang itu tunai di dunia.  Di dalam kemurkaannya pada orang yang menzalimi kamu, ada kasih sayang Allah yang membelamu dan ada kasih sayang  Allah pada orang yang menzalimi kamu agar impas dan tidak mendapat balasan di neraka. Mengingat kasih sayang Allah yang luar biasa, kukira neraka pun kehidupan hologram, coba baca Surat Hud 107-108.  Jadi neraka pun terbuat dari kasih sayang! 

Bayangkan para pemimpin negri yang korup dan berfoya-foya di atas penderitaan rakyat kecil, merampas hak hidup layak sebagian penduduknya.  Bahkan mereka itulah yang bertanggung jawab atas penyakit dan kematian orang-orang akibat kemiskinan.  Orang-orang tidur di rumah yang lebih mirip kamar dan berdesakan dengan anak-anaknya, dengan lingkungan yang tidak sehat.  Anak-anak di daerah terpencil yang susah mengakses pendidikan dan kesehatan yang layak.  Silakan perbanyak sendiri ketimpangan di negri ini.

Apakah kamu rela para pemimpin itu tidak mendapat balasan atas perbuatannya?  Allah pun tidak rela, makanya kubilang neraka pun terbuat dari kasih sayang!

Jadi bila ada yang ngomong, masak Tuhan yang Maha Kasih Sayang menghukum dengan neraka?  Jawab, bukan Tuhan yang menghukum, tetapi perbuatan mereka sendirilah yang menghukum mereka.

Kembali ke cerita Mbak Lynda ya, poin ke 7 tentang surga yang berada di kesadaran yang lebih tinggi, bukan terpisah dengan dunia ini. Ini penjelasannya panjang, Innuri cepek ngetik.  Bersambung saja ya?  Iya jawabmu.  Terimakasih atas pengertiannya, jawab Innuri dan Innuri pun siap-siap mematikan lampu, mau tidur diiringi suara orang tadarusan yang kenceng banget suaranya.

(bersambung)