Selasa, 03 Maret 2026

Ngeles Cantik

 Seorang sahabat membagikan status begini :

Dan diantara istiqamah terberat adalah menjaga hati untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Dan aku gatal ingin berkomentar, tapi aku tahu dia pasti tidak setuju karena aku tahu banget pola pikirnya.  Maka aku tulis di sini saja, aman, di sini siapa saja bisa berkomentar sesuka hati, mendebat atau mencaci juga boleh tapi komentarnya tidak aku tampilkan karena aku filter ... haha.

Menjaga hati itu berat, bila melakukannya sendiri.  Maka mengapa tidak mengandalkan Allah saja?  Mengingat lahaulawalaquwataillabillah, tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan  pertolongan Allah.

Jadi selemah itulah manusia, tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, disadari atau tidak, kita ini sepenuhnya dikendalikan Tuhan.  Silakan tidak percaya, tapi coba kendalikan pikiran dan hati kalian sendiri.  Bisa? 

Mengakui kelemahan diri dan mengandalkan Tuhan, itu cara mudah menjalani hidup. Tapi ada cara yang lebih mudah, aku sebut cara "ngeles cantik". 

Begini, ketika kita mengakui kelemahan diri dan mengandalkan Tuhan, posisi kita dan Tuhan masih terpisah.  Ada makhluk yang dibantu Tuhan menjaga hatinya.  Kalau dipraktekkan bisa berhasil, tapi bisa mbalik lagi, karena setan tak henti-hentinya menggoda manusia.  Misal detik ini bisa menjaga hati, detik ke sepuluh serangan setan datang lagi, minta tolong lagi, mbalik lagi, bisa muter-muter seperti itu.  

Di cara yang kusebut 'ngeles cantik' , Tuhan dan aku tidak terpisah, aku di dalam Tuhan, semua yang ada padaku milik Tuhan, termasuk pikiran dan perasaanku, aku tiada di dalamNya.  Setiap ada perasaan atau pikiran, entah itu baik, tidak baik atau nyeleneh, aku tidak mengendalikannya.  Aku hanya menyadari bila itu bukan pikiran dan perasaanku, tapi pikiran dan perasaan Tuhan.  Kadang juga aku bilang pada diriku sendiri,"Aku ini tidak ada, yang ada hanya Allah, jadi itu adalah pikiran dan perasaan Allah."

Itu strategi ngeles tapi cantik 'kan? Cantik dan cerdas pula.  Hasilnya bagaimana?  

Di dunia spiritual, hal yang paling sulit dikendalikan adalah kemelekatan, entah dengan orang atau harta benda dalam bentuk mencintai.  Contohnya,  mencintai pasangan dan anak-anak kita, itu bukan kesalahan kalau di dunia pada umumnya, tetapi di dalam dunia tasawuf bisa jadi dosa besar bila cintanya melebihi cinta pada Allah, sudah jadi berhala.  Padahal perasaan cinta jenis ini 'kan susah tuh dikendalikan.  Nah, dengan cara ngeles cantik itulah baru selesai, karena yang mencintai pasangan dan anak-anak kita 'kan Allah karena diri kita sudah tiada.

Kesimpulan, hasilnya luar biasa, lama kelamaan perasaan menyatu dengan Tuhan itu lebih intens dan durasinya lebih lama.  Perasaan dan pikiran yang memberatkan hati menjadi berkurang energinya, bahkan sama sekali lepas.  Merasa lebih baik dari orang lain?  auto dilenyapkan Allah, karena hati hanya terisi kasih sayang.  Perasaan seperti melayang di ketinggian tetapi menyatu dengan semuanya, tanpa merasa tinggi atau lebih tinggi, ya menyatu saja.

Mau coba cara ngeles cantik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar