Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Mendaki Lagi Sukar

 Ini tulisan setengah curhat, seperempatnya mengenang perjalanan menemuiNya, seperempatnya lagi ....

Menempuh perjalanan untuk bertemu Tuhan itu berat dan sakit, bahkan berat sekali dan sakit sekali.  Di Al Quran surat Al Balad digambarkan jalan mendaki lagi sukar, ibarat mendaki gunung dengan medan yang sulit.  Tapi hasilnya worth it banget.

Di mana letak berat dan sakitnya?  Di melawan sesuatu di dalam sini, hawa nafsu, menggebuki ego, menghadapi rasa takutku sendiri, menghadapi hujatan orang, sakitnya kehilangan teman / sahabat / family.  Semua itu sudah aku alami ... hihi, Innuri nulis kok sambil nangis ya, manalah lagi diiringi Just for You-nya Giovanni Maraddi.

Tapi Allah baik banget, aku punya suami yang selalu mendukungku, yang rela menahan perih melepas istri yang amat dia sayang sendirian di tengah kebun, bukan sehari dua hari, tapi 40 hari. Usai khalwat baru dia mengaku bila selama itu dia minta tolong tetangga mengawasi aku dari jauh ... haha. 

Tapi ketika sudah berada dekatNya, rasanya perjalanan itu jadi indah saja.  Segala kesalahan yang pernah kubuat, segala rasa sakit dan air mata, terbayar lunas pakai kembalian pula.  Sekarang malah jadi kasihan pada teman-temanku sendiri yang pernah mengatakan aku sesat, sok suci, dll. 

Aku ingat pernah menjawab begini,"Aku menyembah Tuhan seluruh manusia, bukan Tuhannya orang Islam saja." Ketika itu aku dicerca gara-gara ke wihara nanya jadwal latihan meditasi vipassana.  Dan dia gak bisa jawab.

Ketika aku sampai di sini, di mana Allah selalu membersamaiku (Allah juga selalu membersamaimu 'kan?), maksudku kesadaranku akan kehadiran Allah sudah hampir on terus, aku hanya ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengikuti ajaran para Nabi, menyepi 40 hari, itu kurikulum Allah yang tidak bisa ditawar, tidak bisa diganti dengan pelatihan spiritual semahal apa pun.

Aku mengenal beberapa teman yang mengikuti pelatihan spiritual sampai menghabiskan uang puluhan juta,  tapi aku melihat mereka belum sampai di taraf wushul (menyatu dengan Tuhan).  Kebanyakan dari mereka  merasa sudah sampai padahal belum.  Bahkan ada yang 'menceramahi' Innuri dengan hasil dari pelatihan yang sudah mereka jalani, dan aku menilainya belum.

Wushul / moksha / nirwana / manunggaling kawula-Gusti dan entah apa lagi sebutannya itu puncak spiritual yang rasanya susah digambarkan.  Seandainya boleh memakai kata 'orgasme spiritual'  itu mungkin lebih menggambarkan betapa indahnya.  Orgasme yang kalian alami dengan pasangan kalian itu sih biasaaaa saja, sak uprit, setetes air dibandingkan lautan luas, padahal kalian suka itu 'kan? Hehe ... maaf Innuri jadi ngawur, demi kalian tertarik akan betapa indahnya wushul itu. 

Hidup ini sebentar saja.  Buat kalian yang sudah usia pensiun, tidak banyak waktu yang tersisa, gunakanlah waktu yang tinggal sebentar ini untuk mendekatiNya, ambil langkah berani menempuh jalan para Nabi dan orang-orang bijak, menyepi 40 hari.  Itu saja sih pesan Innuri yang tersirat dan tersurat dari tulisan ini, yang sisa seperempat tadi.  

Menyepi di jaman sekarang tidak harus masuk gua seperti Nabi Muhammad, atau di gurun seperti Nabi Isa, atau di bukit seperti Nabi Musa, atau di bawah pohon di hutan seperti Budha Gautama, melainkan bisa di mana saja, di rumah, di hotel, di villa, bahkan bisa menyepi sambil beraktifitas seperti biasanya.  Cara terakhir itu suamiku melakukannya dan dia juga memperoleh pelajaran yang sama dengan yang aku dapat, bahkan dia sering mendapat pemahaman lebih dulu.

Hidup ini selalu penuh masalah.  Masalah satu pergi, datang masalah lain, begitu terus sepanjang hidup di dunia ini.  Bahkan kebanyakan orang tak sempat bertanya, masalah ini mau membawaku ke mana?  Kukasih tahu, semua masalah itu pada dasarnya untuk mendorongmu kembali ke cahaya kasih sayangNya.  Masalah yang utama adalah masalah di dalammu itu (aku sedang menyentuh dadamu saat ini).

 Kuucapkan selamat padamu yang telah menempuh perjalanan yang pernah kutempuh, pasti kalian membenarkan semua yang aku tulis karena itu kalian alami juga.  Dan kuucapkan selamat padamu yang tengah memutuskan menempuh jalan para Nabi.  Juga kuucapkan selamat padamu yang tengah singgah ke blog Innuri, ketahuilah bila Allah yang menggerakkanmu ke sini karena kasih sayangNya.  Seandainya kau tahu betapa Allah amat merindukanmu kembali.

Waktu kita tidak banyak dan waktuku yang tinggal tersisa sedikit ini aku gunakan untuk membantu orang-orang menempuh jalan spiritualnya dan aku tidak meminta bayaran untuk semua ini.  

Bagaimana dengan waktumu?

Salam kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar