Selasa, 10 Maret 2026

Semesta Paralel (4) Surga dan Neraka

 Innuri jadi pingin sungkem sama Hugh Everett, karena hipotesa multiverse-nya membuatku lebih memahami surga dan neraka yang disebut di Al Quran dan membuka pemahaman yang lebih gamblang makna pengalaman ESP (extrasensoryperception) yang sering aku alami.

Beberapa ustaz makrifatullah yang kutemui (ketemu di internet tapi ... hihi), bilang akhirat itu sudah ada, surga dan neraka itu sudah ada, aku percaya banget ini.  Sementara ustaz lain yang cenderung memakai pikiran saja bilang, surga dan neraka itu soal rasa, perasaan bahagia ya surga, perasaan sumpek dan marah, itu neraka,  kalau ini aku maklumi karena yang bilang seperti itu tidak pernah melihat surga dan neraka.  Memangnya Innuri pernah lihat surga dan neraka?   Barangkali ya.

Dulu waktu awal-awal menulis di blog, aku sering bercerita di sini tentang pengalaman ESP-ku, termasuk pengalaman melihat hal ghaib orang yang sudah meninggal.  Lalu diserbu komentar negatif, sampai seorang pembacaku bilang ,"Pengalaman Bunda itu keren, tulis jadi novel saja biar nggak ada yang berkomentar macam-macam."  Lalu kupikir iya juga ya, siapa yang menghujat novel, walau kutulis pernah naik ke langit tingkat tujuh puluh sembilan?  Haha ... dari situlah aku menulis novel pengalaman-pengalaman mistisku, jadi dua judul novel. 

Novel pertama di aplikasi Fizzo, duh, di sini banyak banget iklannya, sampai eneg deh, tapi sayangnya nggak bisa aku pindah ke platform lain karena terkontrak.  Judulnya Kekasihku Indigo, nama pena tetap Innuri Sulamono, isinya tentang pengalaman ESP yang titik-titik.  Kalau pengalaman khusus mengenai kehidupan sesudah mati dari orang-orang yang kukenal aku tulis di novel berikutnya, merupakan kelanjutan dari Kekasihku Indigo, di Kwikku, judulnya Bulan Madu yang Tertunda.  Bila ingin membacanya, kalian bisa klik di sini    

Dua novel itu pemeran dan alur ceritanya fiksi, walau ada insert karakter orang-orang tersayang... hehe, biar nggak terlalu mikir Innuri, tetapi pengalaman ESP yang kutulis di situ benar-benar kualami sendiri.

Dari pengalaman ESP itulah aku percaya surga dan neraka itu sudah ada saat ini dan berfungsi.  Kalau di Islam 'kan ada alam kubur, alam barzah, dsb, yang intinya kehidupan sesudah mati, soal itu aku sendiri tak bisa membedakan, yang aku lihat dan aku ceritakan di novel itu alam mana.  Yang penting bagiku, kisah yang aku tulis bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Tentang surga, di Al Quran ditulis bahwa surga itu ada banyak macamnya, surga Firdaus, surga Adn, surga Naim, surga Darussalam, dll.  Aku membayangkannya, setiap surga ada semestanya sendiri, karena di Al Quran juga disebutkan bila surga itu luasnya seluas langit dan bumi, jadi luasnya kebangetan.  

Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan, ada surga, ada neraka, ada langit, ada bumi, hitam-putih, terang-gelap dsb.  Begitu pun semesta, berpasangan juga, ada surga firdaus, ada neraka jahannam, dst.  Jadi semesta pun berpasangan, karena yang tidak berpasangan cuma Allah.

Nah, diri kita saat ini berada di semesta yang di dalamnya berpasangan, campuran, ada yang jahat ada yang baik, ada damai ada perang, selamanya di atas bumi seperti ini.  Semakin banyak orang baik, berarti semakin banyak orang jahat.  Berbeda dengan semesta surga yang isinya baik thok, dia berpasangan dengan semesta neraka yang isinya jahat thok.  Bisa dipahami maksud Innuri kan?  

Maksud Innuri, kita tinggal di semesta persinggahan, dimana kita diberikan dua pilihan, dari titik ini ditentukan ke arah mana nanti jiwa kita ditaruh, di semesta surgaNya atau di semesta nerakaNya.

Tapi surga dan neraka itu bukanlah tujuan dan jangan sekali-kali dijadikan tujuan.  Tujuan kita adalah Surat Al Fajr 27-28 "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridhai."  Jadi inti perjalanan kita hidup di dunia proyeksi ini adalah kembali ke asal kita, Tuhan yang menciptakan kita.  Kembalinya bagaimana?  Silakan dibaca di tulisanku yang lain di seri Perjalanan ke Dalam 

Di Al Quran tertulis, akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, sementara dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu, permainan dan senda gurau, sudah pula dibuktikan oleh fisika quantum kebenaran ini, bila ternyata kita cuma hidup di dunia hologram , dunia proyeksi.  Hanya saja fisika quantum belum bisa menjangkau akhirat, karena belum ada ilmuwan yang berkunjung ke akhirat lalu kembali ke dunia untuk merumuskan teorinya ... hehe.  Akan tetapi, secara logika, ada kehidupan palsu, pasti ada kehidupan sejati 'kan?  Jadi satu-satunya referensi yang kita dapat tentang kehidupan yang sebenarnya ya dari kitab suci.

Jadi sudah tahu ke arah mana tujuan kita 'kan?

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar