Ada ungkapan yang bikin hati tersindir dari Gus Son yaitu "mencintai bayangan."
Maksudnya, manusia punya kecenderungan mencintai makhluk melebihi cintanya pada yang menciptakan makhluk. Ibarat makhluk hanya bayangan dari sang Pencipta, tapi itulah yang lebih dicintainya dan malah mengabaikan sang Pencipta.
Bagiku itu ungkapan yang nancep banget di hati. Lebih nancep lagi bila manusia juga sadar bila bayangan itu pasti akan menyakitinya, entah sakit dalam bentuk ditinggalkan atau sakit karena benturan ego.
Cinta itu deritanya tiada akhir, kata Patkay dalam serial Kera Sakti. Kalian yang punya happy married sepertiku pasti tidak setuju, aku juga gak setuju.
Ya lah, kan belum dipisahkan dengan yang kamu cintai. Tunggu saja saatnya, itu pasti terjadi, baik kamu siap atau tidak.
Baru membayangkan hidup tanpa doi saja sudah semenyakitkan ini. Allah, toloooong!
Sudah tahu kalau cinta yang bahagianya tiada akhir itu adalah cinta ilahiyah, tapi manusia memang suka sekali cari perkara.
Tapi memang dunia ini tempatnya ujian (surat Al Mulk) selain permainan dan senda gurau. Kata sahabat Innuri, kalau ketiganya digabungkan, maka dunia ini isinya game strategi. Ya harus punya strategi dalam menghadapi tantangan dan rintangannya.
Punya pasangan yang nyaris sempurna itu ujian, punya pasangan yang rasanya pingin "ditukar tambah" juga ujian. Punya harta banyak itu ujian, miskin juga ujian. Anak, jabatan, kehormatan di masyarakat, follower, pecinta dan pembenci, apa sih yang bukan ujian di dunia ini?
Tantangannya adalah bagaimana strategi menghadapi semua itu?
Sadari bila semua itu hanya bayangan, selayaknya kita lebih mencintai wujud aslinya daripada bayangan. Semakin kelihatan bodohnya kalau mencintai bayangan yang pasti akan melukaimu.
Untuk bisa mencintaiNya dan lengket denganNya, kupikir cara yang paling mudah adalah dengan zikir tanpa ucapan tanpa nama, hanya merasakan kehadiranNya terus menerus yang disebut zikir sirrur asror. Dalam keadaan apa saja, kamu bisa melakukan zikir ini, karena 'hanya' perlu merasakan di hati kehadiranNya, penjagaanNya dan kasih sayangNya. Aku kasih tanda kutip dalam 'hanya' karena ini kelihatannya mudah tapi tidak mudah.
Kalau bisa sering-sering menyepi, menyendiri bersama Allah saja, itu bakalan lebih baik. Aku sering melakukannya, beberapa hari jauh-jauhan dari suami dan anak-anak, sendirian saja di Ngantang. Bersyukurnya aku didukung suami melakukan uzlah. Innuri jadi nangis ini, berapa sayangnya Allah padaku dan padamu.
Apa yang aku peroleh dengan sering-sering menyepi? Pandangan batin menjadi luas, dibukakan pemahaman-pemahaman baru. Seperti diperlihatkan keutuhan dari rancangan Allah yang menyangkut diriku dan semuanya.
Itulah mengapa mencintai bayangan itu salah, karena kita jadi terkurung dalam cinta yang penuh penderitaan. Sedangkan mencintai Allah itu adalah cinta yang membebaskan. Selain membebaskanmu dari penderitaan, juga membebaskan pikiranmu dari jeratan persepsi yang sempit. Rasanya indah sekali.
Kurasa kamu harus mencobanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar