Seorang sahabat memberiku link video tiktok tentang semesta paralel yang penjelasan di dalamnya amat sederhana dan mudah dipahami.
Disclaimer dulu ya, apa yang Innuri tulis di bawah ini sudah aku cocokkan dengan ayat-ayat Al quran, dipadukan dengan pengalaman ESP (extra sensory perception). Ini bukan tulisan ilmiah. Semata-mata bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Untuk memahami tulisan ini, sebaiknya baca di tulisan sebelumnya tentang semesta paralel.
Bayangkan kehidupan ini seperti roll film, masa lalu, masa sekarang dan masa depan sudah lengkap berada di dalamnya. Yang berarti masa lalu, masa sekarang dan masa depan itu sudah ada di 'tempat' yang sama. Hanya saja kita sedang menonton masa sekarang saja, tanpa bisa mem-pause (menghentikan beberapa saat), me-rewind (memutar balik) atau me-fast forward (memutar maju ke dapan dengan cepat).
Seperti saat kita sedang menonton film di televisi, tak ada yang bisa kita lakukan, karena programnya sudah disetel dari stasiun televisi sono dan kita hanya bisa menikmatinya saja. Itulah ibarat kehidupan kita di dunia ini.
Di dalam Al quran disebut semua kejadian di muka bumi ini sudah tertulis, buka sendiri ayatnya ya. Al Qamar 53, Al Hadid 22, Al An'am 59.
Sekarang bandingkan dengan saat menonton film di youtube yang dengan remote kontrol di tangan, kita bisa memutar balik, menghentikan lalu keluar dari film dan memutar film lain, atau memutar ke depan dengan cepat ke bagian akhirnya langsung. Dengan remote kontrol di tangan, kita bisa menikmati adegan yang kita mau, yang paling kita sukai. Banyak pilihan tersedia, jenis film apa saja ada. Cara menikmatinya pun bebas, mau diputar sampai selesai, mau berhenti di tengah-tengah, mau pilih adegan ciumannya doang ... haha. Pokoknya bebas.
Sudah terbayang 'kan? Sekarang bayangkan bila kita bisa seenaknya sendiri memutar kehidupan kita, memilih mau hidup di mana, dengan siapa, berapa lama hidup di situ. Lalu bisa keluar dari semesta kehidupan yang satu untuk berkunjung di semesta yang lain.
Sekarang renungkan tentang Al Quran. Tertulis bila di dalam Al quran Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. Kenapa Allah membuat perumpamaan? Agar manusia mengerti. Lantas apakah perumpamaan itu sama dengan yang diumpamakan? Tidak sama tetapi sama, sama tetapi sangat berbeda. Bermain paradoks lagi,
Bila kehidupan di dunia ini adalah permainan dan senda gurau, sedangkan kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya. Maka itulah makna kehidupan yang sebenarnya, ketika remote kontrol sudah berada di tangan kita. Lalu tersedia "channel-channel" semesta surga yang bisa kita masuki.
Berapa channel yang Allah berikan ke tangan kita? itu tergantung dari perbuatan kita di dunia. Ada yang bisa masuk ke semesta surga mana saja, ada yang tidak.
Itu semua menjawab pernyataan ini :
Badanku tertawa lalu bilang,"Itulah kamu, kamu merasa terpisah. Badanmu ini tidak pernah berpisah denganmu walaupun kamu mati. Jiwa kamu lepas dari tubuh, tapi pada saat itulah kamu benar-benar menyatu dengan tubuhmu." kutipan dari tulisan Ketika Badan Bicara Kematian
Jiwa lepas dari tubuh, yang di saat bersamaan keduanya benar-benar menyatu. Membingungkan sekali 'kan? Maksudnya adalah, ketika kita mati fisik dan matinya dalam keadaan menyatu dengan Allah alias wushul, maka kita auto dapat akses "remote kontrol akhirat" Kita bebas mau memilih tubuh di semesta mana pun, di waktu mana pun, di lakon kehidupan mana pun.
Innuri bisa ngomong begini karena pengalaman dimasukkan ke semesta-semesta yang lain itu, yang pernah aku tuliskan di tulisan terdahulu. Itu indahnya tidak terkira yaa teman-teman.
Kehidupan di dunia ini dengan segala permasalahannya itu tidak usah dipikirin deh! Karena skenarionya sudah tertulis secara utuh sampai kita nanti mati. Kamu tidak bisa lepas dari skenario itu, jadi tak ada gunanya dipusingkan. Diterima, dinikmati saja setiap momennya. Yang bisa kamu usahakan adalah kembali seutuhnya kepada Allah, itulah yang terpenting! Kamu wushul, kamu mati sebelum mati beneran. Sudah tahu kan apa itu wushul? Dirimu tiada, yang ada hanya Allah.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar