Seorang sahabat memintaku menulis untuk menampar rasa iri dan dengkinya terhadap seseorang. Bukan kali ini saja dan bukan dia saja dengan kasus serupa. Jadi mari kita nikmati teh dan gorengannya ya.
Dari mana datangnya iri dan dengki itu? Yuk pintunya ditutup dulu ah, biar mereka nggak masuk.
Pintu pertama.
Adalah suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. " Aku yang soleh dan lurus-lurus saja kok dikasih kesulitan, sana yang sombong dan begajulan hidupnya begitu mudah." Mungkin begitulah kira-kira.
Bagaimana bila membandingkan dalam konteks bersyukur? Maksudnya melihat ke bawah lalu merasa bersyukur dengan kemudahan yang diberikan Allah? Bersyukur di atas penderiaan orang lain dong. Oh kejamnya dikau, teganya dikau ... (baca sambil nyanyi ya, itu lagunya Diana Nasution, you know?)
Jadi tak perlu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, masing-masing punya PR sendiri-sendiri.
Pintu Kedua.
Kurang kerjaan. Karena terlalu nganggur pikirannya, jadi kemana-mana deh. Tapi menyibukkan diri biar nggak ngurusi orang lain juga cuma jadi pengalihan sesaat, tapi bisa membantu untuk sementara. Jadi kalau nganggur, pakai zikir sirrur asror saja atau zikir fana.
Pintu Ketiga.
Merasa memiliki. Ini milikku, itu milikmu, sini miliknya, dsb. Semuanya itu milik Allah. Merasa dipinjami Allah juga kurang tepat, ntar jadi membandingkan lagi, kok sana dipinjami banyak, aku sedikit, kambuh iri lagi. Yang benar merasa apa dong?
Pintu Keempat.
Merasa ada. Inilah akarnya akar masalah dari semua masalah. Merasa dirinya ada dan hidup, itulah masalahnya. Yang ada dan hidup hanya Allah. Bila sudah bisa merasa tidak ada, yang ada hanya Allah, sudah beres kalau begini, semua masalah juga beres.
Jurus Pamungkas.
Saat hati merasa iri, disadari saja, manusia tidak bisa mengelola perasaan dan pikirannya sendiri. Allahlah yang membolak balik hati manusia. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari Allah. Sadari dan pasrahkan, agar Allah menata hatimu. Bila hatimu sudah damai dan tidak ada lagi rasa negatif, sadari bila itu bukan usahamu, itu karunia dari Allah.
Begicuuuu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar