Sabtu, 25 April 2026

Kejadian Batin Penyingkap Rahasia

Kesan kamu pada perilaku seseorang, bukan mencerminkan orang itu sepenuhnya, itu lebih mencerminkan dirimu sendiri.

Lima orang jomblowati melihat seorang lelaki yang cukup menarik lewat di depan mereka.

Yang pertama bereaksi cepat dengan mata yang berbinar-binar lalu ngomong, "Ganteng amat." 

Yang kedua menimpali, "Ganteng kalau nggak ada duitnya mah buat apa."  

Yang ketiga ngomong,"Kulihat dia penyayang, kebapakan, type family man."

Setelah mengobservasi sosok itu lebih lama, yang keempat ngomong,"Sorot matanya menunjukkan dia orang yang cerdas, kusuka."

Yang kelima melihat sekilas, terkesan cuek, lalu bilang,"Kayaknya orangnya nggak religius, jangan-jangan sukanya ...." 

Nah, kalian bisa menyimpulkan sendiri 'kan? Siapa yang sedang mereka bicarakan, aslinya tidak membicarakan lelaki itu, tapi sedang membicarakan diri mereka sendiri.  Paham 'kan?

Yang bilang ganteng menggambarkan dirinya yang suka penampilan fisik. Yang ngomongin uang menunjukkan dirinya matre. Yang bilang family man dan cerdas menunjukkan seleranya akan pasangan idaman. Yang bilang tidak religius menunjukkan dangkalnya pemahaman akan ukuran religius dari penampilan dan mudahnya dia menuduh orang suka berbuat negatif hanya dari penglihatan sesaat. 

Begitupun yang terjadi pada diri kita setiap hari.  Ada orang datang dalam kehidupanmu, kesan kamu terhadapnya bukan mencerminkan orang itu apa adanya, melainkan cerminan dirimu sendiri.

Kejadian di dalam batin saat ada orang atau peristiwa terjadi, itu penting banget untuk disadari, dari situ kita bisa 'bersih-bersih' dengan kasih sayangNya.

Misal, ketika ada seseorang datang, kamu mencurigainya, jangan-jangan dia mau nipu aku.  Ini berarti ada peristiwa 'ditipu orang' yang belum kamu maafkan, belum direlease istilah populernya, jadi ada yang membebani hati, ada ketakutan tertentu yang minta untuk diselesaikan.

Bagaimana cara menyelesaikan isyarat dari batin ini? 

Amati saja setiap "kejadian batin" secara jujur, disadari, sampai menemukan O dalam diri kita. 

"O, ternyata aku ini matre yo?" 

"O, ternyata aku masih ketempatan rasa iri dan dengki to?" 

"O, ternyata aku masih gampang terseret emosi. " 

dll. 

Semua itu cukup disadari, lalu pasrahkan Allah agar Allah yang mengarahkan isi hati dan pikiranmu. 

Mudah bukan? Simple but not easy ... hehe. Harus menyadari bila kita manusia selemah itu, tidak bisa mengendalikan hati dan pikiran kita sendiri, makanya harus dipasrahkan Allah.  Nanti lihat dan rasakan saja, perubahan di hati dan pikiranmu, lebih ringan dan tertata.  Ikuti saja prosesnya, kadang perubahan ini cepat, kadang juga perlu waktu berhari-hari, berbulan-bulan.  Kadang perlu ada kejadian batin lagi dengan pengulanan yang sama, menandakan bila batin belum sepenuhnya bersih, terus disadari dan dipasrahkan Allah, itu saja sampai seterusnya, selama hidup di dunia ini.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar