Bukan hanya masalah, dunia ini ilusi, harta, jabatan, orang-orang yang kita sayangi, semua itu ilusi. Seperti fatamorgana, kita sangka ada, padahal hakekatnya tidak ada, atau pada saatnya nanti bakalan tidak ada. Orang yang bisa melihat semua itu tidak ada saat hidup di dunia ini, itu manusia keren.
Teristimewa masalah, yang lagi bermasalah boleh kumpul di sini, nikmati chiffon cake-nya.
Masalah adalah ilusi.
Renungkan ini ya.
Saat Innuri chatting sama sahabat yang lagi curhat, aku membayangkannya dia sedang duduk santai dengan handphone di tangan, atau sedang selonjoran di sofa, atau lagi males-malesan di tempat tidur. Ada juga sih yang dalam keadaan lapar, susah makan dan susah tidur karena pikirannya kalut. Yang dia keluhkan orang-orang yang tidak sedang bersamanya, yang tidak sedang menzaliminya di saat dia mengetik keluhannya. Yang dia keluhkan ketakutannya pada suaminya yang bahkan tidak sedang menyakitinya. Atau debt kolektor yang baru mau datang besok.
Bahkan untuk bersyukur didudukkan Allah dalam keadaan sehat dengan handphone yang senantiasa membersamainya saja tidak sempat. Yang dikeluhkan adalah "tidak ada" atau tidak sedang berlangsung saat ini.
Ibarat terluka satu menit, sakitnya bertahun-tahun. Dalam keadaan tidak disakiti pun rasa sakitnya bertahan. Sungguh manusia itu pemelihara rasa sakit paling canggih! Atau sakit karena memikirkan yang belum terjadi, tidak masuk akal 'kan?
Sudahkah kalian renungkan bahwa manusia sering memasalahkan masalah yang sedang tidak berlangsung?
Sedang tidak berlangsung artinya tidak ada.
Benarkah?
Baiklah, sampai di sini, pembaca Innuri yang pikirannya aktif banget, pasti ngomong di hatinya tuh, memangnya nggak boleh memikirkan sesuatu yang kemungkinan terjadi untuk berjaga-jaga agar tidak terulang? Memangnya nggak boleh mikirin solusi? Memangnya nggak boleh antisipasi? Memangnya nggak boleh curhat sama mbak Innuri?
Silakan ngomong semau-maunya pikiranmu, tapi coba disadari, ditonton saja itu pikiran biar bosen jadi artis di kepalamu.
Sudah puaskah pikiranmu ngomong? Aku teruskan ya.
Bila kamu sedang mempermasalahkan masalah yang sedang tidak berlangsung, alias tidak ada, berarti masalah itu hanya berada di kepalamu.
Untuk membuat masalah itu selesai, ya selesaikan di kepalamu. Namanya menyelesaikan masalah di luar dari dalam. Yang terkenal di blog ini namanya ho'oponopono, sebuah istilah cara berdoa ala orang Hawai. Itu cara yang mudah sekali, boleh dipelajari di Keajaiban Berawal dari Cinta Kasih. Tapi kalian boleh pakai cara apa saja kok, yang penting, selesaikan yang di dalamnya kamu itu loh.
Nggak boleh curhat sama Innuri? Boleh asal tujuannya nyari solusi, bukan untuk buang sampah ya. Soalnya ada pembaca Innuri yang curhatnya cuma untuk mencari dukungan atas sikap-sikapnya, nggak menjalankan apa yang aku sarankan, dengan kata lain dia hanya menganggap aku tempat sampah saja. Orang kayak gini pasti ketahuan kok dan pasti didamprat sama Beliau.
Ada cara agar masalah selesai dalam satu detik saja. Dengan pola pikir seperti ini:
Bila semua ini milik Allah, maka masalah juga milik Allah, dan Dia pasti menyelesaikannya.
Sudah bisa tenang?
Ada lagi jurus lain untuk melenyapkan masalah, yaitu dengan berbahagia di sini saat ini, populer disebut mindfullness. Sebagai muslim, aku menyebutnya mensyukuri di sini dan saat ini. Pikiran nggak kemana-mana, hanya fokus di kondisi di sini dan saat ini, memunculkan rasa syukur yang luar biasa.
Prakteknya begini, dalam keadaan apa saja, pikiran tidak kemana-mana, tapi fokus di keadaan saat ini dan di sini. Misal saat nyapu rumah, pikiranmu hanya terfokus pada dirimu, gerakanmu yang menyapu itu dan posisi kamu menyapu. Pikiran yang ke mana-mana tarik ke keadaanmu yang saat ini menyapu. Sesederhana itu, tapi lihat betapa efeknya yang tidak sederhana.
Innuri sering tiba-tiba jadi mbrebes mili kalau di posisi di sini saat ini. Terasa banget betapa Allah yang memosisikan aku dengan kasih sayangNya di keadaan saat ini, di tempat duduk ini, di depan komputer ini, di rumah yang damai, dengan udara yang bisa aku hirup gratis, dengan anggota tubuh yang disetel normal olehNya, sehingga aku bisa melakukan aktifitasku dengan bahagia. Aku menulis dengan digerakkan olehNya, oleh kasih sayangNya. Aku berada di lautan kasih sayangNya, menuliskan kata demi kata yang menggambarkan kasih sayangNya.
Tulisan ini pun hadir di hadapanmu, terbaca olehmu, dengan matamu yang sehat, di posisimu saat ini, Allah lah yang memosisikanmu, dengan kasih sayangNya. Karena Allah peduli dengan hidupmu, dengan masa depanmu, bahkan selalu menjagamu tetap bahagia.
Maka jangan berpaling lagi dariNya. Beradalah di sini, saat ini. Karena Dia yang akan menyelesaikan segala kekhawatiran dan ketakutanmu karena semua itu juga ilusi, ilusi yang membawamu kepadaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar