Minggu, 29 Maret 2026

Mulai Dari Mana?

 "Hubungkan saja hati dengan Allah."

"Bagaimana caranya?" 

"Rasakan saja kehadiran Allah, hanya diam untuk merasakan."  Dia bingung tak tahu caranya dan tak tahu hendak mulai dari mana.  Adakah kalian yang merasa begitu?

"Aku sudah menulisnya, coba search di blog atau di Fb di album Innuri Inspirasi," kataku.

"Tulisan Bunda banyak sekali, bingung mana yang musti tak baca."

Belakangan ini aku sering dihadapkan pada situasi itu, saking seringnya sampai terpikirkan olehku mungkin perlu menyusun buku lagi, semacam panduan untuk mempermudah perjalanan bertemu Allah.  Menyusun buku, bukan menulis buku, karena sebenarnya aku sudah sering menuliskannya, tinggal merangkainya jadi buku.

Mungkin sudah waktunya.  Bukuku yang pertama Menciptakan Keajaiban Finansial, sebenarnya mengajak orang agar hidup untuk Allah, sementara materi akan mengikuti.  Sukses membuat anakku Zeli bilang, ini buku bikin orang jadi matre, tapi di sisi lain dengan ijin Allah banyak yang bisa punya rumah setelah sebelumnya merasa sangat sulit untuk punya, juga lunas hutang, dll.  Aku menilai itu buku yang "benar tapi salah", karena ujung-ujungnnya seperti dikatakan Zeli.

Lalu terbit buku kedua Energi Murni Alam Semesta (EMAS) yang di dalamnya ada tuntunan untuk mengakses energi murni alam untuk kesehatan dan kebahagiaan, tapi juga mengajak orang menempuh hidup dengan cinta kasih.  Aku menilai buku itu "salah tapi benar".  Salahnya aku menganggap semua orang bisa melakukan transfer energi sepertiku, padahal itu karomah namanya, tidak semua orang bisa.

Perasaan kok tidak ada yang benar-benar salah atau benar-benar benar ... hehe, tapi mungkin buku ketigaku adalah buku yang "benar tapi benar".  Kok bisa seyakin itu?  Karena aku tidak merasa menulis, Allahlah yang menulis atau Allah yang menggerakkanku menulis.  Inilah yang membuatnya benar tapi benar.

'Benar tapi benar' di hadapan Allah itu berbeda dengan versi manusia.  Di mata manusia bisa jadi 'salah tapi salah' dan bisa dihukumi sesat, murtad, gila, dsb, Innuri dah wareg dikatain begitu.  Innuri jangan nangis ya ... puk puk puk!

Innuri harus jujur pada kalian, dua bukuku yang sudah terbit itu masih berbau ego, aku masih merasa menulis, nah 'kan Innuri jadi malu sama Allah sekarang.  Tapi nggak apa-apa kata Allah, karena setiap orang menempuh langkah demi langkah untuk sampai kepada Allah.  Langkahnya Innuri ya buku itu, step pertama masih berkutat pada materi, step kedua sudah lebih mending, sudah bicara soal kedamaian, kebahagiaan hakiki dan cinta kasih, step ketiganya adalah puncak spiritual, memandu orang untuk menyatu dengan  Allah.

Entah kapan buku itu terwujud, Innuri belum memulainya, baru terpikirkan setelah dihadapkan pada masalah yang aku ceritakan di awal.  

Sementara ini, buat yang bingung memulai dari mana dan bagaimana caranya, berikut ini tips dari Innuri:

- pelajari mulai dari tulisan ini Tuhan dalam Pikiran  lanjut tulisan selanjutnya Menempuh Lapisan Indra  lalu lanjut ke seri  Perjalanan ke Dalam 1  

- ada 7 artikel di Perjalanan ke Dalam, sampai Perjalanan ke Dalam 7 , untuk yang ke dua sampai ke enam cari sendiri di blog ya.

- selanjutnya pelajari Zikir Sirrur Asror  

- bila sudah paham semuanya, boleh pelajari Salat Daim 1 sampai Salat Daim 4, cari sendiri di blog.

Sudah itu saja, bila ada pertanyaan di tengah-tengah mempraktekkan yang tertulis di sini, boleh inbox di Fb Innuri atau di IG atau yang tahu nomor WA-ku boleh juga. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar