Beberapa hari lalu ada pesan masuk dari seorang pembaca Innuri blog, sebut saja mbak Yaya, membuatku mempelajari sesuatu. Dengan seijin mbak Yaya pula, aku tulis di sini pembicaraan yang sudah aku ringkas ini, aslinya panjang kali lebar kali tinggi... hehe.
Yaya : Mbak, gimana cara diri ini yakin akan pertolongan Allah sementara saya merasa banyak dosanya sehingga doa nggak sampai, saya merasa lelah dengan pemikiran ini.
Innuri : Coba meditasi napas seperti yang aku tulus di Fb ya.
Yaya : Baik Mbak.
Keesokkan harinya.
Yaya : Mbak, ilmu mbak terlalu sulit karena saya lagi panik, saya takut tidak bisa mengendalikan diri ... (pesannya panjang sampai aku khawatir jangan-jangan dia mau bunuh diri)
Innuri : Bagaimana bila aku transfer energi agar lebih tenang? Kirimkan fotonya saja kalau mau.
Mbak Yaya pun mengirim fotonya, masih muda, setelah aku transfer energi, dia bilang lebih tenang, lalu dia menulis pesan lagi.
Yaya : Mbak, tolong saya dikasih wejangan apa saja, saya minim ilmu, hidup saya berat sekali, saya kelelahan.
Innuri : Mbak Yaya ini batinnya penuh kemarahan, itu diselesaikan dulu ya. Caranya dengan menyadari bila segala sesuatu dari Allah dan pasti baik, hanya belum menemukan hikmahnya saja. Kemarahan yang dominan inilah yang menjadi penghalang bagi kebaikan-kebaikan yang hendak didatangkan Allah kepada Mbak. Seperti berhenti di depan pintu nggak bisa masuk, karena pintu kemarahannya belum dibuka dengan memaafkan. Marah dan mendendam rupanya.
Yaya : Benar yang Mbak katakan itu, saya jadi nangis sekarang.
Setiap hari Mbak Yaya cerita perkembangannya, walau tertatih-tatih. Dia menuliskan semua kemarahan dan dendamnya di selembar kertas, untuk diselesaikan satu per satu.
Memang hidupnya berat sekali, menikah tiga kali dengan lelaki yang tidak tepat, makanya kemarahannya menumpuk, setelah itu mendapat masalah lagi dengan terjerat rentenir. Aku tekankan dia untuk memaafkan, karena itulah cara membuka pintu bagi kebaikan-kebaikan dan pertolongan Allah, karena marah dan dendam itu memblokir kebaikan.
Sampai di pesan terakhirnya untuk hari ini dia bilang," Banyak ilmu yang saya dapat dari peristiwa ini." Ucapan ini sudah menunjukkan kesadaran, bila setiap peristiwa mengandung pesan indah dari Sang Maha Kasih Sayang.
Perjalanan Mbak Yaya Masih panjang, semoga dia bisa menyelesaikan persolan di luar dari dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar