Kamis, 12 Maret 2026

Semesta Parelel (6) Kesadaran yang Lebih Tinggi

 Lanjut membahas pengalaman Mbakyu Lynda Creamer yang bilang bila surga itu terletak di lapisan kesadaran yang lebih tinggi. tidak terpisah dengan kehidupan kita di dunia ini.

Teori semesta paralel itu dicetuskan oleh Hugh Everett, tokoh fisika quantum.  Jadi untuk menjelaskan itu, aku anggap kalian tahu semua tentang hukum-hukum di mekanika quantum yang tidak nurut sama fisika klasik.  Fisika quantum itu membahas soal atomik dan sub-atomik yang tidak tunduk pada hukum-hukum dalam fisika klasik semacam  hukum Newton, thermodnamika, Archimedes dll.  

Nah, ada satu prinsip dalam fisika quantum yang namanya superposisi yang menyatakan bahwa sebuah partikel dapat berada dalam beberapa keadaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan hingga dilakukan pengukuran.

Walaupun pikiran, perasaan dan jiwa bukan termasuk dalam atom dan quanta, melainkan lebih halus dari itu. Mungkin suatu waktu ada fisika quantum yang lebih quantum lagi... hmm. Jadi sementara kita asumsikan saja pikiran dan perasaan sebagai suatu quanta.

Lihat pikiran kita sendiri, dia bisa bergerak dengan kecepatan melebihi cahaya yang nyaris di waktu yang sama mikirin masakan gosong sama dracin  di hape.  Bukan Innuri loh, tetangganya Innuri ...hehe. Cari contoh dari dirimu sendiri deh, pikiran kamu, perasaan kamu bisa berada di dua tempat sekaligus kan? Bahkan bisa berada di dua masa sekaligus, masa lalu dan masa kini, atau masa kini dan masa depan. 

Dari sini kita bisa memahami pengalaman mbak Lynda Creamer meskipun belum pernah mengalami OOB. 

Tentang lapisan-lapisan di semesta kesadaran, aku punya pemahaman (dipahamkan Allah) yang mungkin berbeda.  

Di dunia fisik, inti itu berada di tengah, lalu ada lapisan-lapisan melingkar di atasnya dan bagian terluarnya adalah lapisan luar. Seperti bumi ini, inti bumi berada di tengah-tengah, lalu ada lapisan demi lapisan dan bagian terluarnya adalah tanah yang kita pijak. 

Nah, lapisan di semesta kesadaran malah kebalikannya.  Inti itu malah berada di paling luar dan meliputi lapisan-lapisan berikutnya, yang semakin jauh dari inti dia semakin terbatas dan kasar (semakin tersentuh panca indra).  Tapi keberadaan inti itu adanya di dalam semesta halus manusia (ini yang membedakan manusia dengan hewan, hewan tidak merasakan inti).  Bingung kan? Memang semembingungkan itu kok, tapi kalau sudah memahami, jadi terang benderang posisi kita di semesta paralel ini. 

Jadi, inti di semesta kesadaran adalah tidak terbatas, semakin jauh dari inti, dia semakin terbatas, pembatasnya adalah ruang dan waktu (dan entah apa lagi yang aku tak tahu).  Semakin mendekati inti semakin sedikit pembatasnya, lalu semakin sirna. Kira-kira begitulah pemahaman Innuri yang dipahamkan Allah. 

Bagaimana? Agak paham? Sambil mohon bimbingan Allah deh di hati kalian ya. 

Tuhan adalah inti kehidupan yang tak terbatas yang membuat semesta dengan lapisan-lapisannya itu mewujud. 

Saat ini kita sedang duduk manis di lapisan terluar semesta kesadaran, segala sesuatu yang tersentuh panca indra itulah semesta terluar, kasar, terlihat mata fisik, teraba dan terdengar. Namun justru ini bukan kehidupan yang sebenarnya, karena ini kehidupan yang rapuh dan suatu saat bisa runtuh. Akan halnya kita pun bisa mati. Kemarin kita sudah belajar bagaimana dunia ini hanyalah proyeksi atau hologram saja. 

Lapisan kesadaran itu semakin mendekati inti, semakin halus dan membutuhkan "indra" yang lain.  Sekarang kita jadi mengerti makna Allah Maha Lembut / halus, itu kehalusan yang tak terbayangkan. Semakin mendekati inti, sebenarnya itu semakin mendekati kehidupan yang sebenarnya, yang berarti semakin nyata.  Lalu pada intinya kita bertemu kehidupan sebenarnya, yang disebut ruh / jiwa / atman, yang terhubung dengan Tuhan. 

Kehidupan sebenarnya ini di al quran juga disebut akhirat, yang di sana kita bertemu Tuhan , yang kondisi di sana amat sangat indah yang tidak dijumpai di lapisan semesta terluar/dunia, yang tidak ada penderitaan, perang, dll. Yang perbandingan luasnya semesta akhirat dibandingkan semesta dunia ini adalah lautan luas dibandingkan dengan setitik air. 

Dari sini kita bisa memahami pengalaman Dr Lynda Creamer, ketika dimasukkan ke kehidupan akhirat dan indra batinnya dibuka untuk menyaksikan segala keindahannya. 

Allah itu Maha Kuasa untuk menempatkan sebuah jiwa ke semesta kesadaran yang mana pun. Pada saat mati suri, mbak Lynda dibawa ke lapisan kesadaran yang lebih tinggi. Makanya dia bilang surga itu tidak terpisah, karena semuanya berada dalam sistem yang tunggal. 

Karena di dalam inti kita bisa bertemu Tuhan, maka orang yang jiwanya sudah mengenal dan menyatu dengan Tuhan mudah sekali berpindah dari satu lapisan kesadaran ke lapisan kesadaran yang lain, alias mudah melompat-lompat multidimensi, baik saat terjaga dan sadar, atau saat bermimpi dan sadar (lucid dream).  Namun yang sering terjadi dan sering kita temui kesaksiannya adalah pada saat mendekati maut, seperti mbak Lynda salah satunya. 

Tapi yang pasti, kita semua akan berpindah channel lewat kematian jazad.  Persoalannya adalah pindah ke channel yang mana? Yang penuh keindahan alias surga atau yang penuh penderitaan alias neraka atau yang antara surga neraka, atau mbalik ke semesta terluar yaitu dunia ini (mengalami reinkarnasi) 

Pilihan ada di tanganmu, Sayang. 

Bersambung apa enggak ya? Tunggu saja deh.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar