Salat daim itu salatnya jiwa, dan Gus Son tidak merinci bagaimana caranya dan apa perbedaannya dengan zikir sirrur asror. Gus Son hanya mengatakan dalam keadaan apapun hubungkan hati dengan Allah, itu sudah salat daim.
Nah. Innuri mencoba mempraktekkannya, jadi salat daim yang aku uraikan di bawah ini caranya Innuri.
Begini, bila dikatakan salat daim itu salatnya jiwa, aku coba "mengukir" bacaan salat versi syariat ke dalam jiwa. Apakah salatnya harus jungkat-jungkit? Tidak harus, yang penting jiwanya yang salat, tapi kalau mau jungkat-jungkit ya silakan. Bebas.
NIAT
Mulai dari niat. Niat karena Allah itu berarti kita bisa melakukan salat karena Allah, bukan karena diri kita, artinya egonya ditaruh dulu. Jangan merasa bisa salat, Allahlah yang menggerakkanmu salat.
Niat ini harus terbawa di dalam kehidupan sehari-hari, kamu melakukan apapun dengan ego yang disimpan di lemari pakaian dan dikunci pakai gembok lapis tujuh. Melakukan apa pun kataku, bukan kamu, tetapi Allah yang menggerakkan.
Kamu memasak, berkebun, berkendaraan, bahkan sampai ke bermesraan dengan kekasih kalian, itu karena Allah yang menggerakkan, ini harus disadari betul, tak bisa ditawar. Ingat egonya sudah digembok!
Mengoreksi batin setiap hendak melakukan sesuatu, "Apakah ini karena Allah atau hawa nafsu, kehendak dan keinginanku? " Ini penting banget. Perasaan Allah yang menggerakkan itu berbanding lurus dengan menyingkirnya hawa nafsu dan kehendak ego. Kalau ego masih berkuasa, susah sekali merasakan "Allah yang menggerakkan".
TAKBIRATUL IHRAM
Saat salat kamu mengangkat kedua tanganmu ke samping telinga sambil membaca takbir Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
Mengangkat tangan itu isyarat menyerah, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Besar.
Sebesar apa? Tak terdefinisikan. Satu dibagi nol, hasilnya adalah tak terdefinisikan. Kamu adalah nol itu! Kamu tak ada apa-apanya, jangan merasa ada.
Ibarat jari yang dicelupkan ke air, air yang menempel di jari itulah kamu, sedangkan lautan luas itu ibarat ketuhanan. Artinya apa? Kamu terlalu mini untuk merasa penting! Jadi letakkan egomu yang kegedean itu, menyerahlah pada lautan.
Menyerah pada lautan, biarkan molekul airmu mengapung dalam lautan kasih sayangNya, terserah lautan menjadikannya ombak atau menenggelamkanmu ke dasar. Artinya kamu menempuh kehidupan ini tanpa protes, kamu ridha berada di dalamnya, kamu mengikuti tarian lautan.
Lautannya adalah kasih sayang dan keberlimpahan, itulah Maha Besarnya Allah. Jaga perasaan itu di setiap waktu, kamu sudah melakukan takbiratul ihram di jiwamu.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar