Senin, 01 Juni 2026

Salat Tanpa Kata (2) Raja di Kerajaan Batin

 Kamu akan mendapatkan hikmah dan pengalaman yang begitu berbeda saat melakukan salat tanpa kata, hingga kamu akan selalu rindu melakukannya.

Di antara hikmah yang aku alami adalah merasakan di dalam diriku ini ada sebuah kerajaan kecil tapi sebesar alam semesta.  Yang namanya kerajaan ya ada rajanya dan ada rakyatnya.  Persoalannya adalah siapa rajanya dan siapa rakyatnya?  Itu terjawab ketika kita salat tanpa kata.

Baiklah untuk memperjelas, di dalam dirimu itu ada apa saja sih?  Di bagian luar ada raga, sel-sel tubuh, anggota tubuh yang menggerakkanmu, ada panca indra.  Di bagian dalam ada pikiran dengan segenap 'pasukannya', ada gudang memori tempat menyimpan 'file' kejadian di masa lalu, ada perasaan, ada keinginan, ada hawa nafsu, dan ada Allah yang lebih dekat daripada urat lehermu.  Anggaplah semua itu sebagai penghuni atau penduduk di dalam kerajaan kecilmu.

Pertanyaannya adalah, siapa yang memimpin? Siapa raja di dalam dirimu?

Ketika kamu jawab, Allah pemimpinnya.  Eits, tunggu dulu!  Bila itu hanya ucapan di bibir saja, itu bukan mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Salat tanpa kata adalah salah satu cara mengenali siapa pemimpinmu, siapa raja di kerajaan batinmu yang sebenarnya.

Bila selama salat, yang berputar-putar di dalam dirimu adalah pikiranmu yang melancong kesana kemari, berarti itulah rajanya.  Biasanya sih hidupmu masih terasa tegang dan banyak kecemasan.  Pikiran suka banget mengombang-ambingkan perasaan mencemaskan berbagai hal.  Pikiran pula yang menjadikan Allah di bawah 'perintah'nya, berupa doa-doa yang bersumber dari kehendak ego.  Doa yang ngotot sampai memaksa Allah mengabulkannya. 

Nah, salat tanpa kata itulah yang akan memproses batinmu dari kerajaan batin yang dipimpin oleh selain Allah menuju kepemimpinan Allah.  Pemahaman-pemahaman yang mendalam akan makna bacaan salat akan mengantarmu ke sana, dengan bimbingan Allah tentunya.

Perlu digarisbawahi sebelum melakukan salat tanpa kata, jaga hatimu dari 'merasa melakukan salat' menjadi ' Allahlah yang menggerakkan aku salat' .  

Kenali siapa raja di kerajaan batinmu dan rasakan pergantian kekuasaan dari selain Allah menjadi Allah saja. 

Dicoba ya. 

Semoga Allah selalu membimbingmu, Sahabat.

Salat Tanpa Kata (1)

 Untuk melatih hati agar semakin peka dalam memahamiNya dan semakin dekatnya diri dengan sifat-sifatNya, cobalah salat tanpa kata, maksudku bacaan salat diucapkan di hati, bukan di bibir.  Bila kalian masih belum berani meninggalkan tata cara syariat, lakukan salat wajib seperti biasa, tapi coba lakukan salat sunah dua rekaat tapi tanpa kata yang terucapkan di bibirmu.  Ucapkan bacaan salat di hati saja disertai pemahaman yang mendalam akan makna bacaan itu.

Misalnya, saat membaca takbiratul ihram, ucap Allahu Akbar di dalam hati sampai meresap betul hingga sampai ke setiap sel-sel tubuhmu akan kemahabesaranNya.  Dalam kondisi badan yang 'dirasuki' kemahabesaranNya, kamu akan merasa kecil, persoalan-persoalanmu juga menjadi kecil, hingga kamu merasa tidak membutuhkan siapa pun selainNya.

Begitu pun saat membaca Al fatihah dan bacaan salat yang lain.  Rasakan Maha Kasih SayangNya menerangi setiap sel-sel tubuhmu, sampai seluruh raga dan jiwamu bisa merasakan kasih sayangNya.

Bacaan salat itu bacaan yang terpilih, maknanya mendalam, menyangkut kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.

Lakukan gerakan salat bukan hanya fisik, ruku' dan sujud dengan mengajak serta jiwamu melakukan ruku' dan sujud.  Kepatuhan, tunduk, menghamba, lakukan itu semua di dengan segenap jiwa ragamu.

Salatmu jadi lama, tapi akan sangat terasa indahnya, karena yang menggema di hatimu hanyalah bacaan salat, bukan pikiranmu yang sibuk memikirkan dunia sementara bibirmu melantunkan bacaan salat.

Gema makna bacaan salat akan terpateri di jiwamu dan itu membentuk kekuatan baru, keyakinan yang semakin dalam dan kuat.  Kamu akan merasakan salatmu menggerakkan semesta, membentuk harmoni, seperti orkestra kehidupan.  

Bagaimana bila pikiran masih kemana-mana?  Tak apa-apa, karena ini sebuah ketrampilan batin, teruslah berlatih melakukannya.  Kamu harus belajar untuk hening, memasrahkan segalanya kepada Allah, kamu harus belajar meditatif di kehidupan sehari-hari, agar bisa meditatif saat salat.  Boleh simak tulisanku yang berjudul "Perjalanan ke Dalam", di situ ada caranya.

(bersambung)