Bersliweran di beranda Fb-ku, tentang afirmasi, tentang manifestasi, yang intinya sebuah cara untuk menggapai keinginan duniawi. Dan aku tiba-tiba merasa aneh dengan diriku yang tidak seperti orang-orang itu sejak lama.
Betapa orang-orang suka banget dipermainkan fatamorgana. Bukan salah mereka, bukan pula salahku. Hanya dua posisi yang berseberangan.
Aku pernah di posisi itu dahulu sekali, sampai lupa itu kapan. Dan aku tak pernah sebahagia ini, ketika menyeberang dan hanya menginginkan Allah.
Tanda cinta Allah bukan berarti terkabulnya segala keinginan. Bisa jadi sebaliknya. Maka berhentilah merasa orang-orang yang berkelimpahan materi itu orang yang beruntung. Berhentilah memandang mereka. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang sedang tertipu.
Nyata sekali tipuan dunia. Semua akan kita tinggalkan, tapi lucunya itulah yang kita kejar. Mengejar sesuatu yang bakalan lenyap.
Kembalilah kepada Tuhanmu wahai jiwa yang letih mengejar dunia. Kau pikir di sisi Allah tidak ada dunia. Sedangkan di sisi Allahlah akhirat dan dunia. Maka kembali kepada Allah adalah memiliki semuanya.
Tapi bila kau ingin kembali kepada Allah untuk memiliki dunia, maka kamu tertipu lagi. Murnikanlah niatmu. Inginkanlah Dia di atas segalanya, maka Dia akan membimbingmu demi sebuah pertemuan indah denganNya.
Aku bersama Allah, dan dunia bersamaku, akhirat juga bersamaku. Tidaklah kau iri padaku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar