Selasa, 02 Juni 2026

Salat Tanpa Kata (3) Menemukan Cinta

Seperti menemukan sumber mata air hikmah yang tidak habis-habisnya digali dan membuatku terpana, itulah yang kurasakan saat rajin melakukan salat tanpa kata. 

Ketika tangan terangkat pertanda menyerah pada Allahu Akbar, kamu sudah terjerat dalam kebesaranNya. Rasakan dan resapi kemahabesaranNya hingga kamu tak merasakan persoalan yang memberatkan kehidupanmu lagi. Semua itu terangkat dan kamu merasa ringan. 

Letakkan kedua tanganmu bersedekap di atas pusar.  Aku bilang di atas pusar karena pusar menyimpan rahasia yang akan mempertautkanmu dengan dua ibu, ibu kandungmu dan ibu alam semesta. 

Lakukan saja ini dengan penuh penghayatan akan makna bacaan Al Fatihah yang akan kamu baca di jiwamu. Biarkan makna bacaan al fatihah bergema di dalam jiwa ragamu. 

Lalu ketika jiwamu turut tunduk ruku' dan sujud, jiwamu menghormatiNya, menyerah dalam kasih sayangNya, lalu sujud mencium bumi,  

Kamu akan merasakan cinta, betapa Dia mengurungmu dalam jeratan cinta dari segenap penjuru.  Tidak ada titik yang kosong dari cinta kasihNya.

Maka kamu pun mencium bumi dengan sepenuh cinta. Cinta yang menyatu antaramu dan penciptamu, kamu kehilangan dirimu karena terlalu menempel padaNya. Kamu bagaikan sebuah molekul air yang terbuai dalam kasih sayang lautan. Kemana saja molekul airmu bergerak, kamu akan bertemu dengan Sang Maha Cinta. 

Cinta kasih adalah dasar penciptaan langit dan bumi. Menemukan kembali cinta kasih dalam ibadah tanpa kata adalah pulang kepada kebahagiaan yang asli, aslinya dirimu yang terbuat dari cinta kasih. 

Itulah hal terindah yang kebanyakan manusia lalai dari salatnya.

Mencapai apa yang aku lukiskan di atas itu perlu proses.  Yang penting selama melakukan salat jaga terus ikatan hati, pikiran dan jiwa selalu tertaut dengan Allah yang lebih dekat dari urat lehermu itu.  Merasakan kehadirannya sepanjang salat, lalu di luar salat pun kamu tetap terpaut dengan Allah, itulah makna dari 'tidak lalai dari salat'.

Jangan mengharap sesuatu selain Allah dari salatmu, misal demi masuk surga, karena surga pun makhluk.  Apalagi berharap hal-hal yang sifatnya duniawi.  Lurus untuk Allah saja, tidak usah tolah-toleh. 

( bersambung )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar