Jumat, 12 Juni 2026

Lima Hal Menyikapi Situasi Sulit.

 Berurai air mataku menyaksikan mahasiswa demo di televisi, rasanya seperti melihat anak-anakku sendiri menyuarakan kepedihan hati rakyat.  

Aku jadi mikir, sikap batin seperti apa yang paling pas menghadapi situasi saat ini? Biarkan anak-anak muda dengan aksinya, yang sudah bau tanah kayak aku boleh simak tulisan ini.

Pertama musti tenang, Allah selalu membersamai, jadi merasalah dibersamai Allah. Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Dengan hati yang tenang, mudah terkoneksi dengan petunjukNya musti ngapain. Begicu ya!

Kedua harus disadari siapapun presidennya, penguasa Indonesia tetap Allah, sutradara sekaligus penulis skenario Indonesia yo Dia lagi Dia lagi, tetap Allah. Bahkan bagi orang-orang khusus yang sudah bisa melihat kesejatian, semuanya Allah, aku, kamu, Indonesia dengan segala dramanya, dunia dengan segala leluconnya. Semua itu Allah, bagi orang-orang spesial itu, batinnya sudah gak bisa goyah oleh peristiwa.

Ketiga. Terima apapun, karena semua terbuat dari kasih sayang Allah. Menolak sekecil apa pun akan membuat situasi semakin buruk.  Itulah makna bersyukur itu, setiap peristiwa, kata yang pertama terucap adalah 'Alhamdulillah' dan Allah yang akan menambah nikmatnya.  Menerima dengan suka cita setiap apa pun yang telah, sedang dan akan terjadi.

Keempat. Pahami filosofi bungkus dan isi.  Bungkus tak selalu mencerminkan isinya.  Kita manusia tidak tahu isi didalam bungkus kesempitan dan penderitaan, terima dulu nanti baru ketemu hakekatnya.  

Kelima, Innuri lupa ... haha. Sudah terpikir saat mau tidur, tapi malas menuliskannya, jadi lupa deh.

Tertulis di Al quran, bersama kesulitan ada kemudahan, jadi berbahagialah.  Apa ini yang kelima ya? Atau apa ya yang kelima?  Oh, mungkin soal jangan tenggelam dalam situasi, coba lihat situasi ini dari angkasa, jiwamu yang mengangkasa.  Jadilah penonton dari drama kehidupanmu sendiri, agar bisa melihat jernih.  

Semoga tulisan ini membantu ya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar