Innuri lagi prihatin dengan seorang sahabat yang punya masalah cukup pelik, panggil saja Bu Vivi, bukan nama sebenarnya. Ceritanya panjang, tapi kalau diringkas, gara-gara difitnah, dia menjadi 'tahanan rumah' bagi suaminya dan anak-anaknya, mereka lebih percaya dengan orang yang memfitnah dibanding ibunya sendiri. Tidak boleh keluar rumah, tidak dikasih uang pula, bahkan Hp pun hampir disita, padahal beliau orang yang aktif dan lincah. Sudah dua bulan beliau tinggal di rumah hanya berdua dengan suaminya yang sakit dengan segala aturan yang tidak masuk akal itu, sampai tidak tahan lalu curhat ke Innuri.
Aku mengenal beliau orang yang sangat baik, karena bertahun-tahun kami bekerja sama di bidang perbajuan dan perbutikan, beliau berhenti duluan, menyusul aku, karena kepingin santai. Aku percaya beliau tidak melakukan apa yang dituduhkan suami dan anak-anaknya, berselingkuh.
Kembali ke masalah, yang beliau inginkan cuma boleh keluar rumah dan boleh pegang uang (beliau punya uang simpanan sendiri tapi tertahan di ATM yang diblokir). Sederhana sekali 'kan? Tapi coba kita bedah kasus beliau dari sudut pandang spiritual.
Orang-orang yang dipilih Allah itu biasanya "dihajar" dengan berbagai peristiwa atau "menyodorkan diri untuk dihajar". Gunanya untuk melemahkan ego / keakuan mereka. Yang dihajar ya seperti Bu Vivi ini, disudutkan dari berbagai arah sampai tak punya pilihan lain selain memilihNya. Yang menyodorkan diri untuk dihajar lewat khalwat 40 hari, menngikuti laku para Nabi dan orang-orang bijak.
Setelah ego mati, dia menyatu dengan Allah, masalah selesai.
Semua masalah selesai bila seseorang sudah menyatu dengan Allah / manunggaling kawula-Gusti / wushul / moksa / nirwana, atau disebut apa lagi yang Innuri nggak tahu.
Kenapa semua masalah selesai dengan wushul?
Ketika seseorang menyatu dengan Allah, dirinya sendiri tiada, yang ada hanya Allah di dalam dirinya. Orangnya saja tiada, ya otomatis nggak punya masalah to? Lah siapa yang punya masalah? Allahlah yang punya masalah dan Dia yang akan menyelesaikannya. Sesederhana itu tapi sungguh tidak mudah.
Untuk mencapai wushul, Innuri sudah menuliskannya berseri di blog ini dengan judul Perjalanan ke Dalam, silakan dicari sendiri ya. Atau lakukan khalwat 40 hari.
Persoalannya bagaimana menghadapi masalah ini sebelum wushul mengingat wushul itu butuh proses panjang?
Aku bilang 'menghadapi masalah' bukan 'menyelesaikan masalah'. Masalah di dunia ini hanya selesai bila kita keluar dari dunia berupa mati fisik atau mati ego. Kematian fisik menyelesaikan masalah di dunia, tapi menghadapi masalah lain di kehidupan selanjutnya. Kalau mau selamat dunia akhirat ya tempuhlah jalan menuju penyatuan dengan Tuhan lewat menyodorkan diri dihajar dalam khalwat 40 hari.
Kembali ke pertanyaan bagaimana menghadapi masalah khususnya masalah Bu Vivi? Aku sampaikan poin-poinnya:
* Sadari dulu bila yang menggerakkan sikap suami dan anak-anak adalah Allah. Allah itu mengendalikan semuanya, tak ada orang yang bisa sekreatif itu menyudutkan ibunya sendiri mengingat Lahaulawalaquwataillabillah, tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dari Allah. Pandangi mereka sebagai pembawa pesan Tuhan.
* Terima peristiwa ini, terima dulu pokoknya, wong semua dari Allah. Nangis-nangis dan protes boleh, tapi jangan lama-lama, minta kekuatan dari Allah untuk bisa menerima dan memaknai peristiwa ini.
* Bersyukur atas peristiwa ini, karena semua peristiwa adalah bahasa kasih sayang Allah. Bersyukur itu penting banget dan harus.
* Maafkan semua orang, tempuh proses memaafkan sampai muncul rasa kasihan lalu jadi kasih sayang kepada orang yang menciptakan situasi ini, dalam hal ini suami dan anak-anak. Kalau jengkel segera sadari dan kembali ke posisi kasih sayang.
* Sadari dan mohon ampun untuk segala keakuan seperti perasaan sudah berbuat baik, sudah beribadah, sudah gak neko-neko, mengapa mereka membalas seperti ini? Jangan merasa berbuat baik, itu Allah yang menggerakkan dan memfasilitasi, jadi jangan merasa ini itu, itulah ego yang membawa Bu Vivi ke situasi ini. Kata 'aku' dan dikit-dikit 'aku' itu menunjukkan ada kesombongan yang halus, makanya ditegur Allah lewat peristiwa ini.
* Latih pola pikir bila semua yang ada di dunia ini milik Allah, termasuk masalah-masalah yang kita hadapi, itu semua milik Allah dan Allahlah yang akan menyelesaikannya, jadi dalam hal ini kita manusia tidak memiliki masalah. Pola pikir ini dilatih terus menerus sampai melekat.
Masalah Bu Vivi aku tulis di sini sudah seijin beliau, semoga bermanfaat buat semuanya ya.
Salam kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar