Minggu, 22 Februari 2026

Sirrur Asror

Makanya jangan membenci sesuatu, bisa jadi suatu hari Allah membuatmu mencintainya setengah mati.   Ini mah aku banget.

Ceritanya biar kenal sama tetangga, aku ikut jamaah tahlil ibu-ibu di RT-ku Asrikaton Pakis ini, walau lebih banyak 'titip absen'nya.  Yang tidak aku suka, jamaah ini sedikit-sedikit kirim Al Fatihah ke Syeh Abdul Qadir Jaelani, itu sesuatu yang membuatku  -maaf ya maaf ya Syeh-  alergi.  Bukan hanya jamaah tahlilku, juga suara dari masjid  yang dikit-dikit Al fatihah buat Syeh Abdul Qadir Jaelani.

Terlepas dari benar atau salahnya mereka, yang pasti aku telah salah membenci tanpa ingin tahu beliau Syeh ini siapa, bukan benci sih, tapi geregetan ... bedanya apa? haha.

Nah, kira-kira dua bulan lalu, aku lagi nyimak kuliah pak Hans di Youtube, dan karena kubiarkan muter terus sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga, muncul Gus Mukhlason Rasyid.  Aku mendengar beliau menyebut sirrur asror, dan bahasan beliau relate banget dengan yang kualami saat khalwat, jadi aku simak terus, itu berlangsung sampai berhari-hari.  Dari Gus Son baru kutahu apa yang terjadi padaku selama khalwat berikut istilah-istilahnya dalam tasawuf.
 
Lalu aku googling,  sirrur asror itu apa, eeeeh, ternyata itu dari tariqat Syeh Abdul Qadir Jaelani!  Untungnya Gus Son nggak pernah sekalipun kirim Al fatihah buat Syeh, Gus Son bilang sirrur asror itu ada dasar hukumnya di Al Quran, itu salah satu yang membuatku cocok dengan beliau dan kusimak terus kajian-kajiannya.

Sirrur asror itu secara harfiah artinya rahasianya rahasia, dalam tasawuf itu zikir yang disampaikan tanpa kata, tanpa suara, hanya menyambungkan hati dengan Allah, merasakan kehadiran dan kasih sayangNya.  Aku sendiri pernah menulis dan melakukan zikir tanpa kata ini tapi nggak tahu namanya.  Innuri memang banyak mengalami tapi nggak tahu istilahnya, sampai kadang aku kasih istilah sendiri.

Sejak tahu sirrur asror, aku melakukan zikir sirrur asror terus setiap hari, aku amat sarankan kalian juga mengamalkan ini, karena kemajuannya luar biasa bagi kedekatan batin kita dengan Allah.  Begini caraku melakukannya.

Karena aku pemalas, aku sambil berbaring atau mlungker ... hehe, mlungker beneran sambil selimutan. Kupejamkan mata dan sambungkan hati dengan Allah, minta dibantu dalam proses selanjutnya.  Pelan-pelan aku merasakan kehadiranNya di hadapanku, di luar diriku, lalu di dalam diriku, meluas, di dalam diriku yang semakin lama semakin luas dan di alam semesta, merasakan mikrokosmos dan makrokosmos sampai keduanya menyatu.  Aku seperti terayun-ayun dalam indahnya buaian kasih sayang Allah yang meliputi segala sesuatu.

Rasanya gimana?

Pernah nggak kamu merasa hari-harimu begitu kacau, lalu datang kekasihmu dan memelukmu?  Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan merasakan 'dipeluk semesta' atau dipeluk Allah ini.  Perasaan ini tidak terdefinisikan.  Ketika kamu merasakan itu, dunia ini jadi kecil, bagimu yang terpenting adalah bersama Sang Maha Kekasih saja.  Ruhmu hidup.

Setelah melakukan zikir sirrur asror yang disengaja, di keseharian seperti auto terkoneksi dengan Allah, merasakan dibersamaiNya terus menerus.

Kukira yang dialami setiap orang saat melakukan zikir sirrur asror bisa berbeda-beda, tapi semua itu tak masalah, yang penting batinmu terkoneksi dengan Allah.  Tak semua orang bisa masuk di mikrokosmos dan makrokosmos, itu pun tak masalah.  

Dicoba ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar