Rabu, 25 Februari 2026

Baiat

 Baru hari ini aku terbuka dengan istilah baiat, benar-benar fresh from my heart deh.  Latar belakangku yang Muhammadiyah begitu anti dengan cara-cara NU ... huhu.

Dulunya kupikir baiat itu semacam sumpah setia murid pada seorang guru untuk menjalankan segala perintah guru dalam proses spiritual si murid. Jadi no way buatku, untungnya ketemu guru yang tidak pakai cara baiat-baiatan, aman lah.  Kupikir aku tidak akan bersentuhan dengan kata baiat ini untuk selama-lamanya, sampai suatu ketika ....

Gus Mukhlason Rasyid mengatakan bila baiat itu penting, untuk mengukuhkan ikatan antara Allah dengan hamba, bukan antara guru dan murid, agar perjalanan batin untuk menyatu dengan Allah (istilah Gus Son wushul) lancar dan tidak banyak hambatan. Jadi seorang guru hanya menjadi media yang membantu muridnya melakukan ikatan hati dengan Allah.

Aku jadi ingat jaman dulu sewaktu sering bantu orang, sering melihat 'hitam-hitam' dalam diri seseorang yang menghalangi orang itu dari kebaikan, seperti pintunya tertutup.  Nah, pernah 'kan Innuri bantu seorang pembaca dari Sumenep yang terlilit masalah finansial, aku melihat hitam-hitam si orang ini menghalangi datangnya keberlimpahan.  Aku bantu hilangkan hitam-hitamnya pakai transfer energi, dan aku bantu 'nerawang' memilih fokus di usaha apa, karena beliau memiliki bermacam usaha.  Setelah itu rezekinya melesat bak anak panah.  Tapi semuanya Allah yang melakukannya.

Apa kaitan cerita ini dengan baiat?  

Ini soal penglihatan batin.  Seorang guru yang sudah tercerahkan bisa melihat sejauh mana ikatan batin si murid dengan Allah, sekaligus tahu 'hitam-hitam' yang menghalangi si murid menuju wushul.  Dan guru itu membantunya menguatkan ikatan dengan Allah agar perjalanan spiritual si murid lancar.  Jadi semacam ditambah mesin turbo.  

Kalau seseorang sudah kuat ikatan batinnya dengan Allah, sebenarnya nggak perlu baiat, seperti Innuri juga nggak, tapi butuh waktu yang lebih lama, karena ikatan ini sifatnya kendor-kenceng-kendor-kenceng.  Dan tanpa guru, tak ada yang mengawasi waktu kendor jadi terus ndlosor ....

Ternyata baiat itu bukan sebuah kata yang mengandung alergi. Ucapan syahadat untuk masuk Islam itu pun baiat, dibaptis untuk Nasrani juga baiat 'kan?

Cuma harus waspada kalau yang membaiat bukannya menguatkan ikatan hamba dengan Allah, tapi malahan mengikat murid pada dia sebagai gurunya, agar murid patuh padanya bukan patuh langsung pada Allah.

Jadi hati-hati ya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar