Allah itu meliputi segala sesuatu (An Nisa 126) Allah juga lebih dekat dari urat lehermu (Qaf 16), itu ayat yang terkenal, tetapi bila kita tidak melakukan perjalanan ke dalam, ayat itu hanya berhenti di pengertian, bukan pengalaman, padahal pengalaman ketuhanan itu indah sekali.
Orang yang masih di taraf mengerti, dijamin salatnya tidak khusyu' , pikiran dan perasaannya berkelana kemana-mana walau fisiknya di atas sajadah. Sedangkan orang yang sudah mengalami ketuhanan, dijamin dalam keadaan tidak salatpun hatinya terhubung dengan Tuhan, apalagi dalam keadaan salat.
Tuhan itu Sang Maha Kekasih, kehadiranNya membahagiakan, mendamaikan dan menggetarkan hati (Al Anfal 2). Ujung dari perjalanan ke dalam diri adalah menyatu dengan Dia.
Pertanyaannya adalah menyatu yang bagaimana?
Ada puisi indah karya Abdulhadi WM, puisi ini dimusikalisasi dengan indahnya oleh Ari Reda, simak bait puisinya.
Tuhan, Kita Begitu Dekat
karya: Abdulhadi WM
Tuhan
Kita begitu dekat
Sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apiMu
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainMu
Tuhan
Kita begitu dekat
Seperti angin dengan arahnya
Kita begitu dekat
Dalam gelap
Kini aku nyala
Dalam lampu padam-Mu
Sudah bisa dimengertikah semenyatu apa? Baris terakhir itu menggambarkan cahaya Allah di Surat An Nur 35. Lampu padam, itu maksudnya cahaya Allah itu abadi tanpa dinyalakan. Puisi yang indah dengan makna yang dalam.
Aku panas dalam apiMu, sedekat itulah, si panas selalu menyadari kehadiran api, si kapas selalu menyadari dia berada di dalam kain, lebur. Egonya hilang, dalam prakteknya dia tidak merasa melakukan meskipun melakukan, hakekatnya yang melakukan adalah Allah.
Bila dia bersedekah, dia tidak merasa bersedekah, karena itu hartanya Allah, tubuh yang melakukan pun kepunyaan Allah, jadi hakekatnya Allahlah yang melakukan. Keadaan hilangnya diri ini terjadi secara natural, tanpa memikirkan, ya Allah saja yang dirasakan.
Mungkin dalam prosesnya ada kesadaran yang dihidupkan, tapi lama kelamaan kesadaran itu auto hidup. Bila sudah di posisi ini, rasanya hidup menjadi ringan sekali, seperti melayang, indah sekali. Pandangan batin juga menjadi luas dan tajam, karena batin sudah disinari cahayaNya terus menerus.
Orang yang sudah dibersihkan Allah melalui perjalanan panjang ke diri terdalam, bila tidak kecantol di 'jebakan Betmen' seperti yang aku tuliskan di tulisan terdahulu, pada akhirnya akan menyatu dengan Allah. Soal bagaimana proses menyatunya, itu terserah Allah, kukira setiap orang punya pengalaman beda-beda.
Untukku sendiri, itu terjadi saat khalwat 40 hari tahun 2024, di minggu terakhir menjelang selesai khalwat. Terjadi saat meditasi, aku merasa dibekukan, tidak bisa bergerak dalam keadaan duduk bersila, lalu dari dalam hatiku ada suara 'Aku Allah Aku Allah' begitu terus menerus, jangan bayangkan itu suara yang didengar telinga fisik ya, itu telinga rohani, aku tak ingat sampai berapa lama, karena aku juga tidak mengukur, tapi terasa lama sampai waktu seperti berhenti.
Usai meditasi, suaranya berubah jadi ,"Ini Allah, bukan Innuri." terdengar terus menerus saat aku melakukan apa saja sampai berhari-hari. Itu suara yang tidak bisa dibuat-buat, tidak juga bisa dipaksakan bila belum datang waktunya menurut Allah. Semua akan mengalir menurut kehendak Allah.
Saat pertama mengalami, tentu aku agak kebingungan dengan diriku sendiri, tapi aku paham, itu bukan berarti aku ini Tuhan, melainkan egoku / keakuanku sudah lenyap yang disebut fana, jadi Allah saja yang hadir. Ingat 'kan perumpamaan lampu lima watt yang diletakkan di bawah cerahnya matahari? seperti itulah ibaratnya. Diriku tiada, seperti setetes air yang sudah pulang ke lautan. Pengalaman itu indah kok, indah sekali.
Lebih jelas lagi pemahamanku ketika Allah hadirkan guru berupa channel Pak Hans, Eling lan Awas, yang saat kubuka kok pas sekali membahas pengalaman ketemu Tuhan dari kitab Tao te Ching ... hehe. Allah seperti menyuruhku untuk terbuka akan berbagai ajaran spiritual, karena sumbernya sama, dari Dia juga. Yang mau tahu materi Pak Hans yang aku maksud bisa klik di sini
Baru setelah khalwat 40 hari tahun 2025, tak sengaja (pasti disengaja sama Allah) aku ketemu channel Youtube yang menjelaskan secara gamblang semua yang aku alami selama khalwat dari sudut pandang ilmu tauhid Islam, nama channelnya Ponpes Jaya Baru, kiainya Gus Mukhlason Rasyid, dipanggilnya Gus Son.
Dari channel Gus Son, baru kutahu semua itu ada di Al Quran berikut tahap-tahapnya, Laillahaillallah (tiada Tuhan selain Allah), menuju laillalaillahuwa (tiada Tuhan selain Dia) menuju laillahaillaanta (tiada Tuhan selain Engkau) sampai di laillahaillaana (tiada Tuhan selain aku), jelas sekali ceramahnya, disampaikan secara sistematis dan gamblang berikut dalil-dalilnya di Al Quran, pas buat otak yang kadang manja (baca lemot) ini. Menurutku beliau ini keren, aku yang berlatar belakang Muhammadiyah ini bisa cocok, jarang-jarang soalnya. Bila tertarik, bisa langsung cus ke channel beliau klik di sini .
Gus Son memberi judul ilmu ketauhidan untuk materi yang selalu beliau bawakan, amat sangat mendalam dan luas bahasannya, karena channel beliau khusus membahas hal itu. Segala pertanyaan juga dilayani melalui nomer wattsapp yang dituliskan di diskripsi, pertanyaannya ribuan setiap hari sampai berjam-jam beliau membalas setiap WA. Aku nggak pernah kirim WA, kasihan merepotkan beliau.
Gus Son juga menganjurkan dan memberi bimbingan melakukan khalwat 40 hari bagi jamaahnya, karena ini adalah jalan para Nabi, jadi semacam kurikulumnya Allah, kita tinggal mengikuti jejaknya. Ini salah satu yang membuatku menganjurkan buat kalian yang ingin melakukan khalwat 40 hari, bisa dibawah bimbingan beliau, secara online bisa. Khalwatnya juga tidak harus berdiam diri di pondok, khalwat sambil beraktifitas di rumahnya masing-masing juga bisa, namanya khalwat dalam keramaian.
Aku merasakan memang khalwat 40 hari itu luar biasa, seperti masuk kawah candradimuka, dibimbing Allah langsung melalui sarana apa saja dan siapa saja.
Kalau untuk channelnya Pak Hans, itu cocok banget buat kalian yang suka hal-hal yang ilmiah dari spiritualitas. Pak Hans membahas berbagai kepercayaan dari sudut pandang sains, filsafat dan psikologi. Berbagai ajaran bisa ditemukan di sana, dari Hindu, Yoga, Budhis, psikologi barat, Tao, stoic, dsb. Pak Hans membahasnya dengan bahasa yang amat sederhana agar bisa dipahami umum, jadi kalau mau lebih jelas, beli buku yang direferensikan beliau di setiap bahasan.
Di channelnya Pak Hans ada pelatihan meditasi seminggu sekali yang tidak disiarkan di Youtube, ini berbayar, tidak mahal kok, karena kita bisa interaksi langsung dengan Pak Hans dan terjaga privacynya. Kalau mau benar-benar privat ya konsultasi pribadi' secara profesional dengan beliau sebagai psikolog.
Dua channel itulah yang aku anjurkan buat diikuti.
Semoga kita semua bisa mencapai menyatu dengan Allah. Aamiin.
Tulisan selanjutnya tentang merasakan akhirat, insyaAllah.
Salam kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar