Rabu, 04 Februari 2026

Surga

 Tinggal di surga itu tanpa ego (keakuan). Ketika egomu sudah jinak, maka emosi kamu bukan lagi emosi tingkat rendah seperti marah, takut, khawatir dsb, tapi emosimu adalah bahagia yang susah dilukiskan dengan kata-kata, kayak bahagia tapi di atas bahagia yang bahagia itu permanen. Bingung ya? Kalau tidak mengalami memang susah memahami penjelasan apa pun, karena ini harus dirasakan, karena ini bukan perasaan yang 'umum' dialami banyak orang.

Saat itulah kamu sudah nyicip tinggal di surga meskipun jazadmu masih di dunia.

Di surga pandanganmu jadi luas, kamu auto memahami banyak sekali hal yang sebelumnya susah dipahami. Kamu menyatu dengan semua hal dan hatimu menjadi penuh kasih.

Kamu akan lebih mudah memahami neraka, neraka itu digambarkan api yang membara dan membakar. Saat kamu marah, batinmu merasa panas seperti mau meledak dan siap membakar apa saja.

Begitulah rasanya nyicip surga.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar