Rabu, 11 Februari 2026

Penting dan Tidak Penting

Jangan lagi mengukur sesuatu itu penting atau tidak penting berdasarkan output yang terlihat secara kasatmata, karena dalam kehidupan ini yang penting adalah kesejatian yang tak kasatmata.  Segalanya dikendalikan oleh kesejatian (Tuhan), bahkan ketika hidupmu berakhir di dunia ini, kamu berpindah ke kehidupan sebenarnya yang tak kasatmata yang disebut alam keabadian / alam akhirat.

Maka biasakan memandang kesejatian dibalik alam kasatmata yang tidak abadi ini.  Ukur kemajuanmu dari standar kesejatian, meskipun secara mata telanjang kamu jadi terlihat pemalas atau pun barangkali aneh karena tak umum.

Kamu diam hanya untuk merasakan kehadiran Tuhan, terlihatnya kamu pemalas dan tak umum.  Yang umum adalah terlihat salat dengan mengerjakan segala gerakannya lalu berdoa panjang-panjang yang tak dihayati maknanya tanpa merasakan kehadiran Tuhan, yang seperti inilah baru disebut rajin beribadah.

Ketika diam dan hanya merasakan kehadiranNya, sebenarnya itulah pekerjaan penting yang bisa kamu lakukan bagi jiwamu.  Kelihatannya tak menghasilkan apa-apa, tetapi menghasilkan hal luar biasa, kamu dekat dengan kesejatian, kamu memahami banyak hal tanpa belajar karena Dia langsung menurunkannya ke dadamu.  Hidupmu amat indah karena ketika Tuhan hadir, maka segalanya menjadi indah.

Ingatkah saat masa puber dulu, ketika seseorang yang kamu sayang hadir di sisimu?  Semua jadi indah bukan?  Bahkan ada yang bilang dunia serasa milik berdua.  Nah, perasaan indah itu beribu kali lipat indahnya bila kamu menyadari yang hadir adalah Tuhan, karena Tuhan tidak hanya hadir di sisimu, melainkan di dalam dan di luar dirimu, Tuhan meliputimu dan meliputi alam semesta.  Kamu merasa hidup ini begitu ajaib.

Terbiasalah memandang kesejatian, atau latihlah, biasakanlah, maka kamu tidak akan menjadi orang yang minderan,  gumunan ataupun orang yang berbangga dengan dirimu yang aslinya tidak ada itu.

Salam manis.  Aku sayang padamu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar