Alam semesta dan seisinya ini adalah wujudnya Tuhan, tetapi Tuhan bukan alam semesta itu. Aku dan kamu adalah wujudnya Tuhan, tetapi aku dan kamu bukan Tuhan.
Lampu adalah wujudnya listrik, tapi lampu itu bukan listrik. Setrika juga wujudnya listrik, tapi setrika bukan listrik. Lah listriknya mana? Ya tidak kelihatan, dia hanya bisa dirasakan saat kesetrum oleh perangkat kulit / tubuh kita..
Tuhannya mana? Ya tidak kelihatan mata, hanya bisa dirasakan kehadirannya lewat perangkat yang disebut hati dan bisa dilihat dengan mata hati.
Tanpa listrik, lampu tidak bisa menyala. Tanpa Tuhan, alam semesta tidak ada. Listrik mengaliri lampu untuk menyala, Tuhan meliputi alam semesta untuk tetap berputar. Tuhan meliputi kamu dan aku untuk tetap hidup.
Kulit yang bisa merasakan listrik saat kesetrum adalah kulitnya orang hidup. Kalau kulitnya mati ya tidak bisa merasakan listrik. Hati yang mati tidak bisa merasakan Tuhan, hanya hati yang hidup yang bisa merasakan Tuhan. Mata hati yang mati tidak bisa melihat Tuhan, mata hati yang hiduplah yang bisa melihat Tuhan.
Jadi, sudahkah melihat dan merasakan Tuhan?
#innuriinspirasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar