Pernah aku berpikir, bila semuanya akan musnah, mengapa aku melukis? Kalau aku menulis, itu ada manfaatnya buat orang lain dalam menjalani hidup menuju Tuhannya. Kalau melukis? Untuk apa coba? Dibeli orang pun jarang-jarang. Untuk meninggalkan kenangan bagi anak cucu pun tak ada gunanya, semua juga akan hilang dan musnah.
Sampai insight itu pun hadir di hatiku. Bila semuanya tak ada yang sia-sia. Karena Allah yang akan mengenangnya, Allah yang mencatatnya, Allah yang membuatnya abadi. Tak ada hal kecil atau besar yang luput dari perhatian dan sentuhan kasih sayangNya.
Maka aku melukis, untuk melukiskan kekagumanku dan rasa cintaku padaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar