Selama ini aku tak pernah mempertanyakan mengapa aku melukis?
Apakah untuk mengisi masa tua? Mengisi waktu luang? Sekedar hobby atau untuk menyalurkan hasrat seni, ataukah untuk menjawab tantangan mbak Wina pameran lukisan tunggal? Hmmm...
Baru terjawab hari ini, ketika kulukis pohon dengan mindsetku yang tidak bisa melukis pemandangan.
Aku mengamati cabang dan ranting pohon itu, warnanya, lekukannya, luikannya ketika diterpa angin, tarian daun-daunnya... Oh terlalu indah!
Baru kutahu mengapa aku melukis. Adalah untuk mengagumi keindahanNya! Melukis membuatku memahami betapa Dia adalah Sang Maha Detail. Semakin mendekatiNya, rasanya semakin aku tak mengenalNya.
#artbyinnuri
Rupanya itulah yang terjadi di jiwa yang melakukan perjalanan spiritual. Pada suatu titik, pandangan batin seperti diperbarui. Atau pandangan mata seperti baru saja diaktifkan dan membuat seluruh jiwa takjub lalu menemukan bila tak ada yang lebih berarti dibandingkan dengan kedekatan hati dengan Allah.
Bila hal yang paling berarti adalah dekatnya hati dengan Allah, maka hal-hal yang tidak membuat dekat dengan Allah pun jadi enteng saja untuk ditinggalkan. Walau terkadang untuk membuat diri ini rela melepas hal-hal tak berguna pun dibantu Allah dengan caraNya sendiri.
Barangkali itulah sebabnya aku tiba-tiba memutuskan untuk berhenti menggunakan Fb, entah ini sementara atau seterusnya, padahal di Fb tulisan-tulisanku mulai banyak penggemarnya di beberapa grup spiritual. Demikian juga komunikasiku dengan pembaca Innuri blog kebanyakan lewat Fb messenger.
Buat yang merasa perlu menjalin komunikasi dengan Innuri dan tidak tahu nomor WA Innuri, untuk sementara kalian bisa menghubungi Innuri lewat pesan di Quora ya. Atau bisa juga lewat komentar di blog ini, walau nunggu dimoderasi olehku karena setiap komentar difilter, insyaAllah Innuri lebih rajin nengok komentar.
Maafkan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar