Pagi itu aku mandi dengan membawa perasaan gusar.
"Allah, pernahkah Engkau bingung mau ngapain? Sepertiku pagi ini? Mau cuci piring malas, mau bersih-bersih rumah capek, rasanya hidupku tidak berguna." kataku pada Allah.
"Allah, kalau lagi begini musti ngapain?"
"Aku sudah menyadari bila ini bukan aku, tapi Engkaulah yang mengendalikan aku. Maka mengapa musti bingung begini? Kapankah aku bisa tahu musti melakukan apa dan yakin bila yang aku lakukan benar?"
Sambil menyiram badanku dengan air aku menangis, hanya gara-gara persoalan sepele, bingung mau ngapain karena malas ngapa-ngapain.
Akhirnya aku selesai mandi, ganti baju dan duduk di depan televisi, menyimak kuliah Pak Hans dari Youtube.
Tiba-tiba saja aku mendapat jawaban dari pertanyaan selama aku mandi, jawabannya sama seperti yang pernah kudapat, tetapi lebih mendalam. Bila aku katakan jawabannya padamu, pasti kamu akan mengatakan, ah itu lagi, itu mah aku sudah tahu, mbak Innuri. Ya, karena ini memang susah dikatakan, harus mengalami sendiri.
Bila bisa dikatakan walau kata-kata sudah terbatas sekali untuk menggambarkan ini, maka inilah yang bisa kukatakan.
Tuhan itu Maha Tunggal, kita semua adalah perwujudan dari Ketuhanan. Namun posisi kita berbeda-beda. Bayangkan sebuah atom, ada inti atom, lalu ada neutron dan proton, lalu elektron yang tak henti-hentinya bergetar mengitari inti atom. Baik inti ataupun neutron, proton dan elektron, semuanya satu, semuanya atom. Akan tetapi inti itu stabil dan tenang, pergerakan di dekat inti pun lebih stabil dibandingkan dengan yang jauh dari inti.
Manusiapun begitu. Semakin jauh dari inti, manusia akan semakin gelisah dan tidak tenang. Manusia musti berada di inti untuk mencapai ketenangan.
Sesederhana itu penjelasannya tapi yang aku alami tidak sederhana, seperti mengalami alam semesta, di mana alam semesta ini pun punya struktur seperti atom, berputar mengelilingi inti masing-masing. Tata surya punya inti yaitu matahari, galaksi juga punya inti yang merupakan poros galaksi. Lebih jelasnya googling saja deh, Innuri bukan ahlinya di sini. Hanya untuk menggambarkan pemahaman yang aku dapat.
Karena di dunia batin pun demikian, kita semua berputar mengelilingi inti dan dikendalikan oleh inti, posisi manusia berbeda-beda dalam jarak terhadap inti. Posisi itulah yang menentukan suasana jiwa masing-masing.
Semakin dekat dengan Tuhan membuat batin kita stabil.
Jadi berterimakasihlah pada kegelisahan, karena dia hanya memberitahu sedang berada di posisi mana kita ini.
Setelah memahami yang bisa aku pahami, hatiku menjadi tenang, Dia begitu dekat. Dekat yang tak terbayangkan dekatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar