Senin, 07 September 2026

Berada di Surga Tatkala Hidup di Dunia

Ketika kubilang pada Allah, bila aku nggak mau lama-lama hidup di dunia, rasanya aku mendapatkan jawaban lembut yang menyejukkan hati.

Bahwa hidup di dunia pun akan terasa seperti di surga bila jiwa selalu terkoneksi dengan Tuhan.  Tandanya apa, tandanya ya tidak ada kesedihan, kekhawatiran, ketakutan, dsb.  Tandanya ya semua terasa indah saja.

Persoalannya adalah, menjaga perasaan selalu terkoneksi itulah yang susah. Saat kita sedang membicarakan Allah pun, belum tentu hati terkoneksi loh!  Karena bisa jadi hanya ucapan yang sudah kita hafalkan saja, seperti salat wajib yang tidak khusyu itu.  

Maka di keseharian aku coba rajin-rajin amati pikiranku ini, sedang berada di mana, di dunia atau di surgaNya? Sedang putus koneksi atau sedang terkoneksi?  Lalu aku temukan bila cara ini cukup efektif membuat hati lebih sering dan lebih lama terasa manis.  Ya, terkoneksi dengan Tuhan itu membuat hati terasa manis, mengembang, seperti kataku, semua terlihat indah saja.

Di dunia, kita bisa terlalu konsentrasi ke pekerjaan. Adakalanya sempatkan waktu diam sejenak untuk menghubungkan hati dengan Allah.  Bukan hanya pekerjaan yang mengalihkan kita dari Tuhan, bisa masa lalu, masa depan, seseorang yang kita sayangi, harta yang kita cintai , semua itulah dunia.  Terasanya di hati jadi berbeda bila terlalu lama berada di dunia.

Biarkan fisik kita saja yang di dunia, hati kita terus terhubung dengan Tuhan, jiwa kita di surgaNya.  Apakah bisa?  Bisa dengan kehendak Allah.  Jadi tatkala hati berusaha selalu terkoneksi dengan Tuhan, janganlah kamu merasa berusaha, karena sejatinya Allah yang menggerakkanmu berusaha.  Innuri sering ngingetin itu , berusaha tanpa merasa berusaha, berusaha tanpa berusaha.  Mengalir dalam kasih sayangNya.

Satu lagi, biasakan akrab dengan Allah, ngobrol tentang apa pun di hatimu dengan Allah, sampai kamu merasakan jawaban-jawaban atas segala obrolanmu, walau obrolan receh, walau obrolan tidak penting, walau obrolan absurd pun.  Tanyakan apa pun semua yang menjadi pertanyaanmu, pertanyaan receh atau serius atau guyon pun.  Sampai kamu bisa tertawa sendiri padahal sedang tertawa bareng sama Allah.  Sampai ... sampai kemudian kamu tidak merasakan dirimu lagi, karena begitu menyatunya Allah dengan dirimu.

Yuk hijrah ke surgaNya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar