Rabu, 09 September 2026

Dihukum Oleh Dirinya Sendiri

 "Apa sih hukuman buat orang yang jahatnya ampun-ampunan?" tanyaku spontan.

"Ya menjadi jahat itulah hukumannya," jawab suamiku sambil tertawa.

"Hmm iya ya, jadi jahat 'kan nggak enak," kataku.  Bukan hanya nggak enak saja kurasa, menjadi jahat itu siksaan, semakin jahat semakin berat siksaannya.  

"Tapi mereka itu loh hidup enak, berlimpah materi, kerjaannya keliling dunia nengok aset-aset mereka di luar negri," mungkin begitu katamu.

Eh, siapa bilang orang berlimpah materi itu enak?  Innuri pernah tuh beberapa tahun dekat dengan keluarga super kaya Jawa Timur, hidupnya juga penuh persoalan tuh.  Karena berlimpahnya materi, persoalannya bukan soal kekurangan materi, bisa jadi rebutan materi atau apalah apalah, pokoknya jangan ukur enak dan tidaknya hidup itu dari materi.

Innuri pernah nonton film perang, lupa judulnya, tapi ada bagian yang menceritakan tentang penderitaan para tentara usai perang, penyebabnya bukan luka fisik, melainkan karena luka batin dikejar-kejar perasaan bersalah telah membunuh banyak orang.  Itu siksaan batin yang luar biasa sampai membutuhkan terapi khusus bertahun-tahun setelahnya.

Innuri juga pernah 'nonton' perasaan orang lain yang jahatnya masih di level tetangga, soalnya aku sering dijahatinya, jadi aku coba lihat gimana sih isi hatinya.  Ternyataaaa, hatinya itu penuh kabut hitam-hitam gitu deh, nggak pernah tenteram, dia selalu merasa terancam dengan apapun yang dilakukan orang lain.  Merasa terancam yang aneh dan tidak masuk akal, seperti tidak ada alasan untuk terancam tapi dia merasa terancam.  Bingung ya?  Contoh sederhananya kalau tetangganya terlihat lebih kaya dia gelisah, itu baru contoh sederhana, nah dia ini lebih kompleks dari itu.  Dia juga selalu sibuk mencari pengakuan dari orang lain, bahasa sekarang sibuk cari validasi, jadi repot banget 'kan?

Jadi ujung-ujungnya aku merasa kasihan banget sama dia.  Masak Innuri pelihara ayam hias yang kecil cantik dan lucu itu, ayam Kate ya namanya, dia protes dan marah-marah, katanya ada gurem yang masuk ke kamarnya dan membuatnya gatal-gatal.  Aneh nggak?  padahal di rumahku nggak ada gurem sama sekali. Dan banyak lagi persoalan yang dia ada-adakan demi bisa marah-marahin Innuri.  Sudah kebayang betapa menderitanya dia?

Jadi aslinya orang-orang jahat itu, dia sudah dihukum oleh dirinya sendiri.  Kalau sudah tahu akan hal ini, ketika dijahati orang, reaksi kita bukan marah kok, tapi malah kasihan banget, karena bisa melihat hatinya yang penuh rasa sakit sampai berusaha menyebarkan rasa sakit itu ke orang lain.  

Paham 'kan Innuri? Aku ngangguk-angguk sendiri ... hehe.

Bagaimana menurutmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar