Jumat, 17 Juli 2026

Sikap Batin Saat Bermasalah

 Tulisan ini untuk menjawab curhatan salah seorang sahabat Innuri yang sedang merasa sedih dan tertekan dengan kondisi ekonomi yang katanya sedang sulit.  Berimbas pada usahanya hingga minus terus, sampai musti meminjam uang ke keluarga. Bagaimana menyikapinya?

Baik, Innuri akan jawab bagaimana sikap batin yang musti diluruskan ya.  Soal bagaimana solusinya, nanti akan Allah hadirkan kok.  

Yang mendasar sekali adalah, misi hidup setiap manusia adalah kembali kepada Tuhan.  Jadi setiap peristiwa, baik berupa kesedihan, penderitaan, masalah, ujian, bencana atau pun kebahagiaan, keberuntungan, kesenangan, semua itu hanyalah alat bantu untuk mengenal dan semakin dekat dengan Tuhan.

Paham 'kan?

Berikutnya, yakini bila semua yang berada di atas bumi ini milik Allah, jadi masalah juga milik Allah.  Bila masalah milik Allah, maka Dia juga yang bakal menyelesaikannya.  Manusia hanya 'akting' saja kok, atau manusia hanya menjalani. 

Paham 'kan?

Berikutnya lagi, Ketika masalah itu dihadirkan padamu, sikap batin pertama yang musti dilakukan adalah bersyukur, karena mendapat masalah artinya mendapat previlege untuk menyaksikan kebesaranNya.  Bagaimana Allah menghadirkan solusi yang tidak disangka-sangka.  Itu kesempatan emas melihat perbuatanNya Yang Maha Menakjubkan.

Beriktunya lagi.  Terkadang masalah merupakan cara Allah untuk melindungi hambaNya dari sesuatu yang lebih buruk.  Misalnya nih, yang sekarang lagi kesulitan finansial, bisa jadi bila diberi kelonggaran finansial, malah dipakai untuk 'jajan' ke sana kemari lalu kena penyakit aids.  Duh, contohnya Innuri kok ekstrim, nggak bakalan lah katamu.  Contoh lainnya bisa jadi kesuksesan secara finansial membuat egomu membesar, lalu merasa 'aku yang melakukan' , usahaku yang keraslah yang membuat ini semua, sombonglah kamu.   Maka Allah melindungimu dari kesombongan dengan dihantam masalah.

Sekali lagi bersyukurlah dengan kondisimu saat ini, karena kesulitan membuatmu lari menemui Tuhan.  Itu jauh lebih baik daripada kemudahan yang membuatmu lari mencari kesenangan dunia yang menyesatkan.

Terakhir, kesulitan adalah cara Allah untuk menyempurnakan jiwamu.  Karena kamu bilang sudah rajin ibadah, tidak neko-neko, rajin sedekah dan tidak pelit.  Jangan merasa dirimu baik, Allahlah yang menggerakkanmu menjadi baik. Sekarang ijinkan Allah menyempurnakanmu.

Ingat juga, bersama kesultan ada kemudahan.

Sudah paham?  

Bila sudah memahami semua yang aku katakan, aku yakin hatimu menjadi tenang, damai dan bisa menerima kondisimu saat ini.  Selalulah merasa bersama Allah di setiap langkahmu, niscaya hatimu menjadi tenang.

Salam manis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar