Rabu, 07 Oktober 2026

Pesan Mimpi

 Semalam ku bermimpi yang di dalam mimpi ada mimpi, ehm , jadi ingat film yang lupa judulnya yang diperankan Leonardo de Caprio. Tapi ini mimpi yang mengandung pesan Tuhan buat diriku dan kalian yang ketemu tulisan ini.

Aku tidur di rumah Pakis, kamarku di lantai atas.  Aku terbangun jam 2 pagi karena kebelet ke kamar kecil.  Aku turun dan menunaikan tugasku, tapi aku malas naik lagi, maka aku pun tidur di kamar bawah dengan santainya, meninggalkan suamiku sendirian di kamar atas.

Aku bermimpi dengan posisi tidur persis posisiku saat tidur tadi, membuat mimpi  itu terasa nyata sekali. 

Aku melihat ibuku di depan pintu ruang keluarga.  Aku membatin ,"Bukannya ibuku sudah meninggal? Mau apa kemari?"

Lalu dalam hatiku ada jawaban bahwa ibu mau menjemputku pulang ke Allah alias mati. Tiba-tiba saja ibu sudah berada di sisi tempat tidurku , tersenyum dengan wajah bahagia yang cantik sekali.

Aku mengucap kalimat syahadat dan kurasakan dua tarikan di tubuhku, aku nggak jadi mati.  Baru setelah aku mengubah posisi kepala kurasakan tiga tarikan dan aku pun mati. Kurasakan jiwaku melayang, tapi ada dua anak kecil berkulit hitam memegang kedua tanganku, aku merasa terbebani, tapi aku berusaha menerimanya. Lalu aku mendapat petunjuk bila kedua anak itu adalah hawa nafsu dan kehendakku (yang rupanya masih lengket dengan jiwaku).

Lalu kuputuskan untuk memberitahu suamiku bila aku sudah mati, maka aku pun melangkah turun dari tempat tidur, dengan kedua anak berkulit  hitam itu masih memegangi tanganku.  Di bawah tangga aku berdoa ,"Hanya kasih sayangMu ya Allah yang bisa melepaskan aku dari kehendak dan hawa nafsuku." Ajaib! Kedua anak itu menghilang.

Aku terbangun dalam mimpi, maksudku di dalam mimpi itu aku merasa terbangun, aku belum terbangun beneran, aku masih di dalam mimpi. Aku bilang ,"Oh, cuma mimpi." tapi bilang begitu di dalam mimpi.

Masih di dalam mimpiku, aku berpindah tempat entah di mana, aku melihat kebakaran hebat, aku berteriak dan apinya mengecil menjadi sekelas api kompor bersamaan dengan teriakanku. Orang-orang memadamkan api. Aku lalu bercerita kepada orang-orang tentang mimpiku ,"Hanya kasih sayang Allah yang bisa."

Aku pun terbangun beneran dan mengatakan dengan mulutku ini,"Oh, aku hanya bermimpi."

Mimpi yang pesannya terkesan jelas sekali, "Hanya kasih sayang Allah yang bisa."  

Namun perlu penjelasan panjang tentang dua anak berkulit hitam itu, bagaimana kasih sayang Allah bekerja, bagaimana pesan yang aku tangkap (bukan yang kalian tangkap) dari mimpi itu.  Aku akan tuliskan lebih jauh di tulisan yang lain ya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar