Kamis, 08 Oktober 2026

Sisi Spiritual Diet

 Tak kusangka, dietku beberapa hari kemarin hingga hari ini bukan cuma mengatur pola makan dan apa yang boleh aku makan saja, tapi ini merupakan perjalanan spiritual.

Hingga kusadari bila makan adalah ritual ibadah yang semakin memahamkan diri ini akan kasih sayang Allah.

Semula aku melakukan diet karena nyeri lutut yang disebabkan oleh asam urat yang mengkristal di persendianku.  Aku masih ingin naik gunung, makanya niatku bulat sekali dalam melakukan diet ini.

Aku mengulang pola diet asam urat yang dulu pernah aku jalani dan berhasil, minusnya aku tidak minum vitamin C dosis tinggi kayak dulu, aku ganti dengan buah-buahan saja. Yang mau lihat menu dietku bisa ditemukan di FB dengan hashtag #menudietinnuri , barangkali ada yang membutuhkannya.

Kembali ke sisi spiritual diet yang aku lakukan. Awalnya aku menyadari bila Allah memberikan tubuh ini untuk dirawat, jadi melakukan diet adalah bentuk tanggung jawab di hadapan Allah akan karunia tubuh yang sehat ini.

Aku juga menyadari bila kemampuan menahan diri dari menginginkan makanan enak adalah termasuk proses spiritual dalam mengendalikan keinginan/hawa nafsu, dan bukannya malah dikendalikan keinginan.  Kesabaran menempuh diet adalah kesabaran yang dipersembahkan kepada Allah.

Lalu aku menyadari bila kecanduan makanan pun merupakan kesalahan , bukan cuma kecanduan narkoba, miras, dll. Kecanduan makanan juga merupakan kesalahan serius karena mengakibatkan rusaknya tubuh  di kemudian hari.

Kemudian aku menjadi orang yang menghargai rasa original makanan alami dengan sedikit proses pengolahan , bagaimana enaknya wortel rebus atau sayuran rebus tanpa bumbu. Kurasa itu menghargai sang pencipta juga, walau Allah juga yang mengilhamkan pada manusia bagaimana membumbui makanan.

Lalu pada puncaknya pagi tadi aku menangis karena baru hari ini aku sadari sebenarnya Allah-lah yang "menyuapi" kita. Allah yang menyampaikan makanan itu hingga sampai ke mulutmu, lalu memrosesnya di dalam tubuhmu.  Semua itu karena kasih sayang Allah yang tak terdefinisi kan.

Aku diare tadi pagi, kusadari inilah jalan aku merasakan kedalaman makna.  Karena diare , aku terpaksa mengubah pola diet yang telah kujalani selama beberapa hari terakhir.  Aku utamakan memperbaiki pencernaan dulu.  Aku makan bubur bayi untuk memberi nutrisi tubuhku.  

Tepat di saat menatap semangkuk bubur bayi, tiba-tiba saja aku menangis terharu merasakan  bagaimana bubur ini sampai ke mulutku melewati tangan ke tangan yang sudah ditentukanNya. Aku seperti dilemparkan ke sebuah lembah yang membuatku terbuai  dalam perasaan dimanja dan disayang, dan Yang Maha Kasih Sayanglah yang melakukannya.

Aku seperti dibuat paham akan banyak hal tanpa kata-kata dan tanpa bisa diungkapkan dalam kata-kata pula.

MasyaAllah. I love You , Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar