Minggu, 23 November 2025

Antara Penerimaan, Penolakan dan Keberlimpahan

 Alam semesta ini terisi keberlimpahan, keberlimpahan dalam arti apa saja yang bisa kamu isikan ke dalamnya.  Berlimpah rejeki, uang, kebahagiaan, kebaikan, keberuntungan, apa pun yang menjadi dambaan manusia di muka bumi ini.

Selama ini manusia membatasi keberlimpahan dalam hal materi saja, padahal tidak.  Berlimpah materi tapi batinnya penuh peperangan dan gejolak amarah, permusuhan atau dendam, itu bukanlah keberlimpahan.  Secara materi berlimpah tapi batinnya masih merasa kekurangan, itu bukan keberlimpahan namanya. Keberlimpahan yang aku maksud menyangkut materi dan immateri yang membentuk kebahagiaan.

Mengakses keberlimpahan memerlukan syarat alias S&K berlalu, itulah sebabnya tak semua penduduk bumi berada dalam keberlimpahan.

Syarat apa pula itu?

Ketahuilah bila untuk mengakses keberlimpahan, maka kamu musti membuka tutup yang menghalangimu dari keberlimpahan itu sendiri.  Apa itu tutupnya?  Yaitu penolakan.

Kamu sudah tahu dan mengakui bila alam semesta yang berlimpah ini membawa dua hal, yang kamu sukai dan yang tidak kamu sukai, yang kamu cintai dan yang kamu benci, yang kamu harap kedatangannya dan yang kamu harap kepergiannya, dll, isi sendiri dengan sesuatu yang terjadi di dalam batinmu saat ini.

Seperti kekasih yang ingin diterima apa adanya, alam semesta pun demikian, dia mau diterima apa adanya, maka dia akam memberikan yang terbaik.  Tak ubahnya dirimu sendiri yang ingin diterima apa adanya oleh pasanganmu, maka ketika pasanganmu menerima, kamu akan memberikan segala yang terbaik untuknya bukan? 

Jadi apa yang menghalangimu dari keberlimpahan adalah batinmu yang suka menolak ini dan itu. Dan apa yang membuatmu terakses dengan mudah dengan keberlimpahan adalah ketika kamu menerima apa pun dan siapa pun yang dihadirkan dalam kehidupanmu, kamu berdamai dengan semuanya.  Bila kamu sudah berdamai dengan segala hal, maka batinmu akan mencintai segala hal, tak ada benci dan penolakan setitik pun.  Batinmu dipenuhi rasa terimakasih dan kasih sayang.  Di titik inilah keberlimpahan akan terbuka untukmu.

Semoga ulasan ini berguna untukmu, wahai para pecinta diri sendiri.


Makna Penyembahan dan Pertolongan

 Pagi, usai ritual subuh, aku mulai mendalami Al quran di hari pertama khalwatku di hampir penghujung tahun 2025.

Mulai dari Al Fatihah, aku terpaku pada ayat  Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in yang artinya hanya kepadaMulah kami menyembah Dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan.  Aku berhenti pada ayat itu dan mengalirlah pemahaman-pemahaman mencerahkan yang berbunga di hatiku.

Begini pemahaman yang aku dapatkan sehubungan dengan ayat tersebut.

Jiwa/ruh manusia itu diturunkan ke bumi/dunia untuk dicelupkan pada sifat dunia yang penuh ujian, penderitaan dan masalah.  

Jadi dua hal, pertama ada jiwa yang suci dan penuh kebaikan, yang kedua adalah dunia dengan segala karakteristik yang telah digariskanNya.

Sifat dunia ini penuh kesulitan, masalah, ujian dan cobaan.  Bahkan keindahan dan pesona dunia ini pun sifatnya ujian, apakah bersyukur atau kufur, apakah mengambil secukupnya ataukah dengan keserakahan sampai terseret jauh dan tenggelam ke dalam pesona dunia dan melupakan dirinya sendiri alias lupa diri, lupa pada Tuhannya, lupa pada kebaikan yang telah diinstal di dalam jiwanya.

Alam semesta ini punya mekanisme tertentu dalam menangani manusia yang lupa diri ini.  Dengan kecerdasan supernya, alam semesta akan menariknya untuk kembali kepada fitrahnya yang suci dan penuh kebaikan  dengan cara memberinya ujian.  

Ujian yang berat membuat manusia terpojok, terpuruk dan menderita. Dari situlah lahir penyembahan untuk memohon pertolongan kepada yang lebih berkuasa dari dirinya yaitu Tuhan yang kamu boleh menyebutnya dengan nama-nama yang indah (buka surat Al Isra ayat 110) nama apa saja asalkan indah. Orang Jawa menyebutnya Gusti Kang Akarya Jagad, Gusti Kang Murbeng Dumadi yang artinya Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan yang menciptakan segala wujud.  Orang Bali menyebutnya Sang Hyang Widhi Wasa, orang Tiongkok menyebutnya Tao, Muslim menyebutnya Allah, Ar Rahman, dll.  Tuhan jugalah yang menciptakan berbagai bangsa dan bahasa yang membuat penyebutan pada diriNya begitu beragam, ambil yang sesuai dengan kenyamananmu saja.

Alam semesta ini menyediakan pertolongan yang berlimpah ruah bagi siapapun yang mau mengaksesnya.  Cara mengaksesnya dengan penyembahan

Penyembahan seperti apa? Banyak orang yang merasa telah menyembah Tuhan tapi tak kunjung mendapatkan pertolongan.

Penyembahan yang aku pahami pagi ini adalah dengan membuka dan merendahkan diri karena penyembahan memerlukan kerendahan hati.  Menerima kejadian/masalah/bencana apa pun dengan legowo, tidak ada keluhan, tidak ada protes, sepenuhnya yakin, bahkan tak perlu memikirkan solusi, tak perlu mengejar apa pun, tak ada pusing, sedih atau khawatir.  Mempercayakan kehidupan ini kepadaNya saja.  

Kamu bersujud dan berdoa, tapi batinmu penuh protes, kenapa ini terjadi padahal kamu selalu berbuat baik?  Ini bukanlah penyembahan, karena sebenarnya yang kamu sembah adalah logika dan pikiranmu sendiri.  Bila kamu benar-benar menyembah Tuhan, maka kamu percaya (iman) bahwa kejadian yang menimpamu adalah karena kesalahanmu sendiri yang kamu belum menyadari kesalahan itu apa (buka surat As Syura ayat 30).  Kamu memohon ampun dan menerima dengan legowo kejadian itu.

Penyembahan tak bisa dipisahkan dengan iman (percaya), setiap kejadian kamu percaya sebagai yang terbaik untukmu, kamu bersyukur atas itu dan batinmu tetap mencintai.  Kamu tidak punya rasa sakit, terluka, marah atau dendam terhadap apa pun dan siapa pun yang menjadi penyebab bencana / masalah.  Kamu berterima kasih kepada mereka yang telah mengantarkan pelajaran itu kepadamu. 

Bila kamu sudah bisa menyembah dengan cara yang benar, maka pertolongan pun hadir dengan caraNya melalui mekanisme yang sudah tersistem di alam semesta ini.

Allah membentuk alam semesta ini dengan sistem yang Maha Cerdas, setiap butir perasaan menuai rangkaian reaksi yang berdampak luas.  Setiap quanta berada di dalam sistem kendali kecerdasan alam semesta, seperti jaringan komputer raksasa.  Itulah makna Allah Maha Lembut, jadi berhati-hatilah dengan perasaanmu.

Baru pada ayat ke lima Al Fatihah, ternyata sedalam itu maknanya, semoga kita semua selalu dituntun dalam kasih sayangNya. Aamiin.




Khalwat jilid 2

Wahai para pecinta diri sendiri alias Allah lovers.
Aku mau bercerita padamu hal yang membaca jiwamu kembali kepada Allah.

Aku sedang menempuh khalwat 40 hari jilid dua, dimulai hari ini tgl 24 November 2025 dan insyaAllah sampai tgl 2 January 2026.  

Berawal dari sepeda motor karyawanku dimaling orang pas parkir di depan warung Hepi hari kamis empat  hari yang lalu, dia merasa shock dan bersedih, walau permintaannya untuk membagi dua kerugian yang dia alami aku setujui.  Aku pun merasa paranoid ketika melayani pembeli warung di Sabtu kemarin.  Akupun instropeksi diri, ternyataaaa ...

Aku pernah punya niat melaksanakan khalwat 40 hari di tahun berikutnya setelah aku khalwat di oktober-november 2024.  Peristiwa ini aku anggap diingatkan Allah akan niatku tahun lalu.

Aku pun memutuskan untuk khalwat mulai hari ini, menempuhnya di rumah saja, di rumah Pakis, mengurangi sebisa mungkin interaksi dengan orang-orang kecuali amat perlu, mengawasi setiap pergerakan batinku agar selalu terkoneksi dengan Allah, mempelajari Al Quran lagi, meningkatkan kekhusyu'an saat melakukan ritual salat, dengan dibimbing langsung oleh Allah.

Di awal subuh tadi pagi aku mulai dengan Al fatihah dan aku mendapatkan pemahaman yang mendalam sekali, yang aku tulis di tulisan berikutnya ya.

Salam Manis, wahai para pecinta diri sendiri.