Pada Rabu 23 September 2026, Allah mempertemukanku dengan dua orang yang saling berkebalikan, aku seperti diperlihatkan pada dua dunia yang berbeda di atas bumi yang sama. Dalam rangka menengok saudara yang sakit, ya dua orang itu, di dua kota yang berbeda, bersama mas Hary, bulik Tun, dan kakak iparku suami istri.
Yang seorang kondisinya kaya raya, mengelola perusahaan bersama anak dan menantunya. Kaya rayanya itu rumahnya di kawasan elit di kota itu dan rumahnya dua deret ... haha. Aku melihat keluarga ini 'dipenjara' di dalam kekayaannya. Secara mata awam mereka adalah keluarga yang berhasil dengan kesuksesan duniawi, tapi mata khusus bisa melihat bila mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama. Mereka hanya jalan di tempat, dimana harta benda memenjarakan mereka, sementara mereka menyangka bila mereka telah sampai.
Padahal mereka mendapatkan materi secara halal, entah bagaimana dengan orang-orang yang mendapatkan harta secara haram seperti para koruptor misalnya.
Pelajaran yang bisa kita petik adalah jangan merasa sudah selamat dunia akhirat ketika kita mendapatkan nafkah secara halal. Itu tidak cukup. Ketika kamu merasa sukses berkat doa dan usaha kerasmu, kamu sudah meletakkan sebab pada doa dan usaha, bukan pada Allah sepenuhnya. Doamu hanya kamu pakai sebagai 'alat tukar' untuk keberhasilan duniawi yang ingin kamu raih. Kamu hanyalah penyembah materi, Kamu tidak akan kemana-mana, kamu akan dibuat sibuk dengan materi yang kamu sangka itulah kebahagiaan. Kamu merasa telah sampai padahal kamu jalan di tempat.
Kisah yang seorang lagi kondisinya berkecukupan, mantan pejabat yang pernah menawari aku atau suami jadi PNS tapi kami berdua nggak ada yang mau. Beliau termasuk pejabat yang jujur dan lurus, makanya kayanya ya kaya yang biasa saja, rumahnya satu di perumahan, Di masa pensiunnya beliau menjadi Pak RT dan menjadi bendahara masjid yang beliau kelola secara serius dan professional sampai masjidnya bisa berkembang memberi banyak manfaat untuk umat.
Pak mantan pejabat ini hidupnya fokus di perbuatan baik, orangnya altruis dan melihat segala sesuatu dengan positif. Usianya sudah 89 tahun tapi daya ingat masih kuat, masih mandiri dan termasuk sehat untuk orang seusianya. Beliau habis kepleset di masjid dan patah tulang, dioperasi dan kondisinya terus membaik.
Apa yang aku lihat dari Bapak mantan pejabat ini adalah beliau dan istrinya adalah ahli surga! MasyaAllah. Hati yang baik dan fokus hidupnya untuk beribadah kepada Allah dengan perbuatan baik, ternyata menjadikan seseorang dipilih surgaNya.
Semoga yang aku lihat Rabu kemarin bisa memotivasimu untuk selalu berbuat baik ya, sahabat Innuri. Bagaimanapun juga kehidupan di dunia ini bakalan kita tinggalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar