Selasa, 22 September 2026

Ketika Kasih Sayang Berbalas Rasa Sakit



Aku membagikan status begini di Facebook :
Setiap hari berdoa, "Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus." Tapi apakah tahu tandanya bila sudah berada di jalan yang lurus?
Adalah ketika hatimu berada di zona kasih sayang terus menerus.
Kamu berbuat sesuatu karena kasih sayang.
Kamu melihat segala hal dengan mata penuh kasih.
Kamu berkata-kata atau diam karena kasih sayang.
Sesederhana itu.


Gara-gara postingan itu ada yang bertanya begini. "Mbak In, aku sudah bertindak menolong orang karena kasih sayang, tapi kok balasannya tidak menghargai, jangankan ucapan terima kasih, malah diketusin, 'kan jadi sedih."

Kamu pasti sudah hapal dengan jawaban kayak gini, "Tugas kamu cuma berkasihsayang dan sudah, urusan balasan orang lain itu urusan dia dengan Tuhan." Itu jawaban klasik tapi nggak menghilangkan rasa tidak enak di hati gara-gara diketusin orang 'kan ya? Apalagi diketusin setelah kita nolong dia.


Ada dua cara untuk menyelesaikan hati yang tidak enak itu.


Cara pertama.
Sedihmu itu karena emosimu masuk ke dalam peristiwa, biar nggak sedih maka emosimu harus 'dipisahkan' dengan peristiwa. Kayak lagi nonton film itu loh, nonton film kan sedihnya pura-pura, wong tahu kalau filmnya bohong. Jadi tonton saja peristiwanya tanpa emosi kamu terseret ke dalamnya. Atau tonton juga perasaanmu yang gak enak itu sampai minggir sendiri.


Cara kedua.
Rasa tidak enakmu itu bisa jadi karena ketularan perasaan orang yang ketus sama kamu alias terpapar energi negatif orang toxic. Biasanya orang-orang yang peka mudah sekali tertular energi orang lain. Cara mengatasinya cukup dengan disadari saja. Maksudnya kamu sadar bila perasaan tidak enak ini bukanlah perasaanmu, ini adalah paparan energi negatif orang lain.  Sadari saja terus sampai perasaanmu netral lagi.


Nah, kedua cara yang aku tulis di atas endingnya sama, kamu jadi jatuh kasihan sama orang yang sudah ketus sama kamu, kamu bisa tahu betapa menderitanya dia. Kamu jadi bisa meneropong perasaan orang lain lalu muncul rasa kasih sayang.


Akan tetapi kedua cara di atas merupakan 'ketrampilan batin', maka perlu dilatih terus menerus. Awalnya bisa saja butuh waktu lama untuk sampai pada munculnya rasa kasih sayang, bila dilatih terus, maka akan semakin cepat untuk sampai pada rasa kasih sayang itu.


Ada pertanyaan lain?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar