Rabu, 01 April 2026

Blunder Masalah

 Ada sahabat Innuri yang hampir setiap hari chatting di WA, cerita macam-macam, dari spiritual sampai masalah pribadi.  Teman yang asik untuk berdiskusi karena otaknya otak logikanya, apa-apa musti logis, sedangkan aku cenderung pakai feeling, saling melengkapi 'kan?

Dia sedang ada masalah di keluarga besarnya, masalah yang rumit sekali.  Aku bantuin dengan cara apa pun, dari saran, nasehat, sampai ke transfer energi, tak ngefek sama sekali.

Oh ya, buat pembaca Innuri blog yang mengeluh dengan kondisi finansial, boleh lega ya, karena sahabat yang aku ceritakan ini dari keluarga kaya raya, tinggal di kota besar dengan rumah di tengah tanah ribuan meter di kawasan elit, plus ada kolam renangnya yang gede.  Tajir melintir, tapi masalahnya jauh lebih kompleks dari kalian yang kena masalah finansial, jadi jangan merasa paling menderita sedunia ya.

Kembali ke cerita sahabatku itu.

Aku tidak bisa bercerita masalah yang dihadapinya apa, ya pokoknya masalahnya kompleks, itu saja. Lalu karena aku tak bisa membantunya sama sekali, aku coba terawang saja ... haha.  Diterawang pun susah, tetapi sedikit kelihatan sesuatu, sesuatu yang bisa menjadi pelajaran bagi orang lain.  Makanya aku tulis di sini.

Ada kebiasaan orang-orang yang suka berpikir logis, yaitu suka mengontrol ini itu.  Misal, jadi anak harusnya begini, jadi suami harusnya begitu, jadi menantu mestinya titik-titik .... sampai mengontrol masalahnya harus selesai dengan ending seperti ini atau seperti itu.  Di sinilah letak blundernya.

Masalah malah semakin mengeras ketika terlalu 'digenggam', artinya tidak selesai-selesai atau malah semakin parah.  Itulah yang terjadi pada sahabatku itu.

Lantas diapakan dong?

Dipasrahkan alias dikasihkan dan dipercayakan ke Allah.  Wes ngono wae.  Kalau kamu percaya Allah Maha ngasih solusinya, Maha Kasih Sayang, Maha segala-galanya, kamu sudah tidak khawatir lagi.  Masalahmu berada di tangan ahlinya, di tangan yang benar.

Lakukan apa yang bisa dilakukan, atau lakukan yang memang ada petunjuk untuk melakukan.  Misal masalahnya sakit, ya dibawa ke dokter, atau beli obat di apotek kalau sakitnya cuma flu.

Allah membuat segalanya mudah dan sederhana, jadi jangan mempersulit diri, malah nambah penyakit nanti ya.  I love you.

Semesta Paralel (8)

 Kukira pembahasan tentang semesta paralel sudah selesai di bagian ke 7, sampai pagi tadi sambil masak kok bermunculan pemahaman-pemahaman baru yang Allah berikan ke otakku ini.  Padahal mauku hari ini mau melukis, tapi ngerjain lukisan malah berantakan, sebuah pertanda bila aku harus menuliskan pemahaman-pemahaman yang Allah berikan pagi tadi.

Baiklah. Monggo duduk santai dan nikmati kopinya ... hehe. 

Dari tulisan-tulisan sebelumnya, sudah paham bila setelah mati di dunia, ruh/jiwa kita akan pindah channel atau pindah semesta.  Semesta-semesta itu sudah ada saat ini dan 'turunan jiwa' kita sudah berada di sana, yang disebut satu jiwa multidimensi.  

Untuk lebih jelas soal satu jiwa multidimensi, bayangkan seperti Naruto dengan jurus seribu bayangan itu loh, yang disebut kage bunshin.  Nah, kita juga punya kage bunshin di semesta-semesta yang lain itu, saat ini kita berada di bumi, dunia manusia, karena jiwa yang asli ditempatkan di sini.  Sedangkan di semesta yang lain, itu jiwa turunan / jiwa bayangan,  kita sebut saja kage bunshin biar gampang ya.

Adapun semesta-semesta yang lain itu di dalam agama ada disebut: alam kubur, alam barzah, alam penantian, padang maghsyar, surga, neraka,dll.  Semesta-semesta  itu pun bertingkat dalam keabadian, dunia adalah semesta yang tidak abadi, surga (semesta kesenangan) dan neraka (semesta penderitaan) pun ada yang tidak abadi dan ada yang abadi, seperti itulah yang tertulis di kitab suci (maaf belum sempat nyari ayatnya)

Sampai di sini paham 'kan?  

1. ada jiwa multidimensi yang hidup dan tinggal di multisemesta, semua terjadi secara simultan (serentak)

2. kita merasakan hidup di dunia, karena Allah naruh jiwa yang asli di sini, di semesta yang lain hanya kagebunshin.

3. setelah mati di dunia, jiwa asli kita nanti pindah semesta, ke semesta yang mana itu tergantung dari amal perbuatan kita di dunia.

4. ada semesta abadi yang merupakan tingkat tertinggi, yang ketika berada di sana, sudah nggak mbalik lagi ke semesta yang tidak abadi.  Ini semestanya orang yang sudah manunggaling kawula Gusti, sudah menyatu dengan Tuhan, sudah moksha.  Di sini keindahannya tak terbayangkan oleh kita.

Nah, pilihan ada di tangan kalian, mumpung masih hidup di dunia, ntar nanti setelah mati mau lompat ke mana?  Ke semesta yang masih sementara (tidak abadi) atau ke semesta yang abadi? 

Aku kasih tahu ya.  Perjuangan untuk sampai ke semesta abadi itu berat, berat, dan sangat berat.  Sulit, sulit dan sangat sulit.  Tapi bukan berarti tidak bisa.  Sulitnya seperti meniti jembatan serambut dibelah tujuh, sesulit itu.  Makanya kita tak pernah bisa tanpa pertolongan Allah, hanya kasih sayangNya yang membuat kita bisa sampai ke sana.

Kenapa berat dan kenapa sulit? Karena yang kita hadapi dan yang harus kita selesaikan ada di dalam diri kita sendiri, musuhnya ada di dalam diri sendiri, musuh yang sudah menyatu, seolah-olah teman, berlaku sebagai sahabat padahal njlomprongke alias menyesatkan.

Kabar baiknya, sebenarnya kita tinggal memilih saja, nanti Allah yang akan jalankan. Bila pilihanmu adalah semesta abadi yang tanpa penderitaan, katakan pilihanmu kepada Allah. Katakan saja pakai bahasa hatimu, bila kamu memilih Allah dan siap dijalankan Allah di situ.  Urusan nanti bagaimana menempuhnya, serahkan Allah. Itu namanya pasrah, itulah Islam, orangnya disebut muslim. 

Tidak gampang tetapi gampang ya.  Percaya Allah saja nanti Allah yang kasih petunjuk dan jalannya, percaya itu namanya iman. 

Apa tanda-tandanya bila kita adalah calon penghuni semesta keabadian?  Buka Surat Yunus 62 , kamu tidak pernah sedih, takut atau khawatir, apalagi galau.  Surat Al Fajr 27-30 , jiwanya tenang.

Untuk sampai ke Yunus 62 Dan Al Fajr 27 itu perjuangannya panjang.  Innuri sudah sering menulisnya, tapi insyaAllah aku bahas lagi di tulisan yang lain dengan pendekatan yang lain agar mudah dipahami..

Jadi sampai di sini dulu ya, Innuri mau olah raga, soalnya masih di dunia, butuh olah raga biar sehat dan awet cantik... haha.