Kamis, 07 Mei 2026

Makin Tua Makin Banyak Masalah?

 "Kupikir semakin tua, masalah akan semakin sedikit, ternyata semakin banyak, " katanya.  Aku menatapnya heran, mungkin karena aku merasa tidak seperti itu. 

"Itu karena Allah ingin kita lebih bijak, " kataku. 

Adakah yang merasa seperti temanku itu, makin tua makin banyak masalah? Yuk kita nikmati teh dan ubi panggangnya. 

Kalau kata penganut stoic, masalah itu cuma dua, yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan.  Jangan urusi sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan.

Reaksi kita terhadap masalah itulah yang bisa kita kendalikan. Jadi ya fokus ke dalam. Tenang, itu hanyalah peristiwa. Manusia tidak disiksa oleh peristiwa, yang menyiksa manusia adalah pikirannya tentang peristiwa itu. 

Sekarang pindah ke Hawai lewat ho'oponopono, kalau ada masalah,ucap terimakasih (bersyukur), karena itu membuka kesempatan untuk membersihkan diri lewat memohon ampun pada Tuhan sampai keluar rasa cintamu kepada Tuhan. 

I'm sorry, please forgive me, thank You and I love You. 

Kalau kata sufi, dibalik semua itu Allah yang menggerakkan, pasti ada hikmah dan pelajarannya. 

Kalau kata teori semesta paralel, block universe, kehidupan ini sudah ada kisahnya dari awal sampai akhir, cuma kita berada di scene yang mana dulu. Semuanya sudah ter skenario dengan rapi.  Seperti keyakinan orang Islam bila semua sudah tertulis di lauhulmahfuz.  Jadi ya dijalani saja dengan bahagia.

Kalau yang tertulis di Al quran, kehidupan di dunia ini bukan kehidupan yang sebenarnya, di sini hanyalah permainan dan senda gurau. Jadi jangan terlalu dipikirin, yang dipikirin itu kehidupan yang sebenarnya atau akhirat.  

Kalau kata Innuri. Masalah itu bagian dari proses pendewasaan spiritual, berarti datangnya masalah ya dirayakan saja. 

Kalian pilih cara yang mana dalam menghadapi masalah? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar