Sabtu, 09 Mei 2026

Melihat Allah

 Bila kamu sudah bisa merasakan semua sama, dualitas panas-dingin, gelap-terang, sehat-sakit, lapang-sempit, dll, kamu bisa merasakan semua itu sama, maka kamu sudah sampai di kesejatian. Itu berarti pandangan batinmu sudah melampaui fisik, sudah di ketinggian.  Ibarat kupu-kupu yang sudah meninggalkan kepompongnya.

Semua yang kamu alami dalam hidup, rasanya sama, rasanya tetap indah, tetap memukau, karena semua dari Allah. Karena kamu sudah bisa melihat Allah dominan, bukan Allah dibalik segala yang tampak, tapi Alllah yang tampak, sedangkan yang lainnya hanya bayangan. 

Pada awalnya memang perlu melatih untuk melihat tembus, dibalik makhluk ada Allah yang menggerakkan. Awalnya yang kamu lihat adalah makhluk, makhluk yang tampil duluan, menyusul kemudian pikiranmu memproses dibalik makhluk ada Allah.  Latihlah penglihatan tembus ini terus menerus sepanjang hari sepanjang hidupmu, tanpa menargetkan apa pun. 

Lalu lama kelamaan makhluknya tak tampak lagi, menjadi Allah saja yang kelihatan, makhluknya jadi terlihat hanya sebagai bayangan.  Allah yang tampak duluan.

 Saat inilah kamu tidak mengenal kesedihan.  Perasaan indahmu sudah melampaui kesenangan dan penderitaan, itulah kebahagiaan sejati. 

Proses ini berlangsung dengan lembut,  perubahan dari melihat "dibalik makhluk ada Allah", menjadi "Allah saja yang terlihat". Proses itu murni karunia, pemberian Allah, hadir begitu saja karena dihadirkan Allah. 

Terkadang untuk sampai pada "melihat Allah duluan" ini, terlebih dulu kamu mengalami guncangan dalam hidupmu mengenai orang-orang yang kamu sayangi atau apa pun yang kamu cintai. Bersyukurlah dengan ujian dariNya. Itu semata-mata untuk membuatmu paham. 

Kuucapkan selamat pada kalian yang sudah mencapainya, dan selamat berjuang bagi yang masih belajar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar