Jumat, 08 Mei 2026

Menghentikan Perang

 Seseorang bertanya padaku, "Bagaimana menghentikan perang? "

Jawablah pertanyaanku. Apakah kamu punya musuh?  Apakah kamu punya kebencian? 

Apakah kamu punya musuh? 

Bila jawabanmu tidak, kamu keren. Ya, kamu tidak punya musuh, tapi orang-orang itu memusuhimu dengan sebab yang tidak jelas. 

Bila jawabanmu ya, siapa musuhmu? 

Tahukah bila musuh terbesarmu adalah hawa nafsumu sendiri yang sudah seperti kuda liar. Untuk menundukkannya perlu kesadaran dan memasrahkannya pada Tuhan. 

Apakah kamu punya orang atau sesuatu yang kamu benci? 

Bila jawabanmu tidak, kamu keren.  Hati yang kotorlah yang bisa membenci. Kalau hatimu bersih, kamu tak akan sanggup membenci siapapun dan apapun. 

Ya, aku benci kebohongan, kemunafikan, penjajahan, kekerasan, kesewenang-wenangan, kesombongan, dll.  Bagus sih membenci sesuatu yang negatif, tapi apakah dengan membenci membuatnya berubah?  Atau kebencian itu membuang energi saja? Melelahkan bagi dirimu sendiri sementara dunia tidak berubah. 

Terima saja segalanya sebagai bagian dari tarian semesta. Segalanya dari Tuhan, sudah tertulis. Kamu hanya perlu menggoreskan warna terindah bagi jiwamu. Mengurus sesuatu di dalam dirimu itu lebih penting. 

Jadi bagaimana menghentikan perang? 

Sayangku, peperangan yang terjadi di muka bumi ini hanyalah refleksi dari peperangan di dalam diri seluruh penduduknya. 

Untuk menghentikan perang di luar, ya hentikan peperangan di dalam dirimu.  Ketika hawa nafsu sudah tunduk pada hati nurani, kamu akan merasakan damai, .  Kedamaian hatimu akan memancar membentuk kenyataan.

Kedamaian hati itulah sumbangsih terbesarmu untuk menghentikan perang. 

Berarti perang tidak bisa dihentikan dong, karena tidak semua orang berhati damai? Tak perlu semua orang katanya, katanya penelitian, cukup beberapa persen orang berhati damai bisa memengaruhi kedamaian secara global.

Tak perlu memikirkan perang di luar sana. Pikirkan saja peperangan di dalam dirimu sendiri, menangkan hati nuranimu yang penuh kasih. 

Juga tak perlu membenci perang, karena itu bagian dari skenario Allah untuk memberi pelajaran bagi umat manusia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar