Kamis, 14 Mei 2026

Sederhana

Ada status yang menarik dari sahabat Fb-ku yang namanya Kang Awii. begini tulisnya:

Pola hidup sederhana itu menjaga eksistensi peradaban.. Nilai hidup sederhana menyebabkan orang untuk selalu bijak menggunakan sumber daya,.mengambil secukupnya dan menjaga kenyamanan lingkungan.  

Sebaliknya jika terbiasa hidup mewah dan nyaman menyebabkan kita kehilangan "kesanggupan menderita" , semangat berkorban untuk kenyamanan umum berkurang, sebaliknya akan menjadi cengeng dan mudah mengeluh. 

Mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan di keluarga akan semakin menguatkan daya tahan keluarga dalam menghadapi problem.  Nilai ini sangat relevan dengan slow living. Mindset,sederhana tidak identik dengan kekurangan, .ini pilihan gaya hidup yang rasional.

Inspiratif sekali bukan?  Perlu waktu untuk mencerna kalimat demi kalimat di atas.

Aku sendiri suka kesederhanaan karena sudah tertarik dengan tasawuf dan sufisme sejak masih SMP,  masih imut sekali.  Kuingat cita-citaku yang sederhana, hanya ingin menjadi ibu rumah tangga dan bahagia disamping suami, di saat anak seusiaku kepingin jadi guru, dokter, insinyur.

Aku amat terinspirasi dari kehidupan sederhana para sufi yang menjauhkan diri dari kemewahan agar hati tidak lalai dari Allah, karena dunia ini hanya tempat persinggahan sementara.

Hidup sederhana juga tidak membangkitkan rasa iri orang lain dan tidak membangkitkan kejahatan.  Walau masih ada saja orang yang iri dan rumah sederhanaku masih kemasukan maling beberapa kali sebagai teguran dari Allah karena hatiku yang belum bersih sepenuhnya.

Ya, hidup sederhana kelihatannya bikin orang gak gampang sombong dan membanggakan diri, tapi tunggu dulu.  Orang sederhana pun bisa terjebak kesombongan, lah apa yang disombongkan?  Ya kesederhanaannya itu! 

Ketika hidup sederhana tapi merasa itu karena usahanya untuk sederhana, itu pun kesombongan, apalagi karena merasa sudah peduli untuk tidak membuat rasa iri orang lain.  Apalagi kesederhanaan membuatnya memandang rendah kemewahan.  Musti kembali ke lahaulawala quwata illabillah, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari Allah.  Mau hidup sederhana atau mewah, yang penting adalah 'setelan' di hati yang sadar bila semua itu adalah perbuatan Allah kepadanya.  

Dengan setelan hati yang benar, kita tak akan merendahkan siapa pun dan tidak punya alasan untuk menyombongkan diri.

Kesederhanaan bukanlah prestasi, juga bukan pilihan hidup, karena aslinya adalah pilihan Allah untuk kehidupanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar