Dear sahabat Innuri.
Innuri mau curhat, gantian, soalnya selama ini aku yang jadi tempat curhat. Boleh 'kan?
Ceritanya semenjak Cantiq butik kututup dan aku mengundurkan diri dari produk unggulan propinsi Jawa Timur, aku pengangguran yang sibuk wira-wiri Yogya-Ngawi-Ngantang-Pakis-Sitiarjo. Tetanggaku bilang omah kok pating tlecek... haha, ya karena Allah juga yang Maha Bertanggungjawab, ngasih anak banyak sekaligus ngasih rumah banyak, jadi kayak punya rumah dimana-mana, padahal rumah anak-anakku, eh rumahnya Allah ding, kita 'kan nggak punya apa-apa di dunia ini.
Sudahlah nggak punya apa-apa, ngide jual rumah yang pinjaman Allah itu. Allah juga nggak keberatan, sungguh Maha Baik Dia. Karena akhirnya aku capek wira-wiri, aku mau menyederhanakan hidup. Di Pakis ada dua rumah, maka satu rumah, yang rumah Cantiq butik yang di pinggir jalan raya Blimbing-Tumpang, tepatnya Jl Raya Asrikaton 36A, depan Apotek Kimia Farma, mau aku jual, barangkali kamu adalah pembelinya... bisa jadi 'kan?
Ini lokasi yang strategis untuk usaha, tapi aku sudah bosan dengan kebisingan. Anak-anak juga tidak mau bikin usaha di sini. Jadi mau aku lepas saja.
Aku pernah bikin warung makan di sini, aku tutup bukan karena sepi. Tapi karena karyawanku berhenti, sudah malas mikir nyari karyawan lagi, ngajari lagi dan sebagainya. Setelah tutup pun pelanggan ku masih suka nanyain kapan buka lagi... haha.
Bagaimanapun aku sudah nenek-nenek yang tak selincah dulu. Aku yang tinggal berdua dengan suami, wira-wiri ngopeni beberapa rumah, itu sungguh melelahkan. Rencananya Aden mau tinggal di Ngantang tapi hanya sementara, maunya tinggal di Bandung. Di Ngawi juga ada rumah nganggur yang Aden suka juga, karena dekat dengan Budhe dan sepupunya.
Kemungkinan besar aku mau tinggal di Ngantang saja, sementara rumah Pakis yang satunya lagi buat usaha. Begitu deh rencananya. Entah yang akan terjadi nanti bagaimana, aku tak tahu.
Barangkali pembaca blog Innuri mau beli, boleh DM ke 081 334 334 331.
Lah Innuri jualan rumah aja gitu kok, mana curhatnya? Haha.
Curhatnya, di rumah Cantiq Pakis ini aku rasa sendirian. Aku bertetangga dengan apotek depan dan samping, warung makan yang ramai di kanan kiriku, KUD Pakis, Alfamart, bengkel sepeda motor, dll. Intinya aku gak punya tetangga yang rasa tetangga.
Dulu semasih punya banyak karyawan rasanya hangat karena karyawan sudah seperti keluarga. Sekarang berbeda, aku hanya seorang ibu negara ... haha.
Sedangkan di Ngantang aku dekat dengan kakakku, adikku, teman-teman masa kecilku. Di Ngantang aku punya kehangatan yang aku butuhkan di masa tuaku ini.
Sekian curhatnya ya dan terimakasih buat yang sudah membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar