Minggu, 22 April 2018

Tanya Jawab tentang Poligami



Pertanyaan mbak Juli : Mbak mau tanya yaaa, sebetulnya poligami itu hukumnya apa ya? Apa mmg sunnah spt yg org bilang? Tolong ya nti ditanyakan kanjeng Rasul klu pas bertemu. Atau brgkl sdh pernah ditanyakan ?

Aku : kalau pendapatku probadi ya mbak, itu gak sunah gak wajib , cuma boleh saja. ntar aku tanyakan deh kalau bisa ketemu

mbak Juli : Maturnuwun ya Mbak.

Aku :

Mbak Juli, alhamdulillah tadi malam sehabis tahajud, aku bisa berbincang dengan beliau.  Yang aku sampaikan ini adalah inti jawabannya ya mbak, kalau kalimat dari Nabi langsung itu kalimat yang singkat padat dan dalam.

Jadi begini mbak Juli,  pada jaman Nabi Muhammad dulu masyarakatnya sudah terbiasa dengan menikah sampai belasan istri.  Islam datang malah menyederhanakannya jadi 4 istri saja yang boleh dinikahi.

Di jaman sekarang ini, menikah dengan 1 istri lebih diterima dan lebih dianjurkan karena pada dasarnya manusia diciptakan Allah berpasang-pasangan {maksudnya sepasang sepasang, 1 lelaki untuk 1 perempuan}.  Menikahi lebih dari seorang wanita diperbolehkan dengan syarat yang berat (yaitu adil) dan dalam kondisi yang terpaksa, misalnya istri sakit berat yang membuatnya tidak bisa melayani suami dengan baik, contoh lainnya bila suami nafsunya terlalu besar sehingga 1 istri tidak bisa mengatasi.  Tapi alasan menikah lagi tidak boleh atas dasar nafsu atau mencari alasan yang dibuat-buat.

Alasan yang pada dasarnya agar lelaki tidak terjebak dalam dosa {berzina} dan karena Allah semata.

mbak Juli :
Ya Allah... Astaghfirullah hal adhzim...
Betapa...
Tdk mampu Mbak mau ngomong apa...
Maturnuwun sanget pencerahanx. Hanya Allah yg akan mbalas semua kebaikan mbak Indah.

Aku :
Aku juga sempat menanyakan mengapa Nabi beristri banyak? Jawaban beliau singkat sih mbak, tapi aku menangkap makna yang dalam.  Nabi bilang, sebenarnya pasangan beliau yang sesungguhnya adalah bunda Khadijah (di buku sejarah beliau tidak pernah menduakan/memadu bunda Khadijah} , sedangkan istri yang lain itu karena perintah Allah, beliau menikahi janda syuhada karena sebagai perlindungan dan penghargaan terhadap jasa suaminya (saat itu menjadi istri Nabi adalah kedudukan yang amat mulia} , ada yang dinikahi demi perdamaian, dan tentang Aisyah beliau bilang saya menikahi Aisyah ketika dia masih kecil (seolah-olah beliau bilang anak kecil kan gak bisa dinafsui 😀 }
Dan aku juga menanyakan apakah beliau menikahi Aisyah karena dia cerdas sehingga bisa meriwayatkan banyak hadist? Eh, beliau malah tertawa dan bilang tidak pernah terpikir seperti itu, jaman dulu yang dipikir ya perjuangan memperbaiki akhlak masyarakat jahiliyah.

Aku :
oh ya, di dalam sejarah, Nabi beristri banyak itu saat belum turun ayat yang membolehkan hanya 4 istri saja.  Itu seingatku sih, mudah mudahan ingatanku benar.
Subhanallah mbak, Nabi menyampaikan semua itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Rasanya damai sekali.

Oh ya, ada yang lupa aku tulis dari perbincangan dengan Nabi sehabis tahajud semalam, yaitu hendaklah para suami tidak melukai hati wanita/istrinya dengan menikah lagi, bila tidak ada alasan yang sangat terpaksa seperti telah disebutkan itu.