Senin, 23 November 2020

Menciptakan Level Damai

#innuriinspirasi Di hari kedamaian hati sedunia. Itu berarti belajar menerima segala reaksi orang lain dengan damai, apakah itu pujian, sanjungan, kritikan bahkan caci maki bisa diterima dengan damai tanpa kebakaran bulu mata 😂 alias kemrungsung kata orang jawa. Dari situ kita akan bisa mengenali perbedaan persepsi antar manusia yang muncul karena perbedaan latar belakang yang berbeda. Damai itu tanpa penolakan, tanpa protes agar hati kita bisa belajar. Apa yang dipelajari? Setiap orang berbeda PR-nya. Tapi dimulai dari menerima dulu setelah itu dipelajari. Tidak harus setuju dengan orang lain yang berwarna warni itu, tapi bukan menolak. Diterima saja dulu dengan damai. Ciptakan level damai sendiri yang mesti mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Misalnya level 5 ketika baru bisa berdamai setelah 5 menit, besoknya musti naik ke level 4. Setelah terampil sampai ke hitungan 1 menit , ganti menit dengan detik, setelah terampil dalam hitungan detik, upgrade dalam hitungan sepersekian detik. Oke. Selamat merayakan hari kedamaian hati sedunia.

Senin, 10 Agustus 2020

Mengabaikan Tanpa Mengabaikan

 Judulnya membingungkan ya, mengabaikan tanpa mengabaikan itu maksudnya bagaimana.

Tulisan ini ada hubungannya dengan tulisanku yang terdahulu tentang mengatasi kekacauan di dalam diri.  Banyak orang mudah mengalami stress,  wajar karena dalam menempuh perjalanan kehidupan ini manusia selalu dihadapkan pada masalah, dan masalah hampir selalu membangkitkan stress dengan bermacam bentuknya

Munculnya tanda-tanda stress juga musti kita kenali sendiri, seperti misalnya kebelet ke belakang, dada berdebar-debar, mendadak pusing, mendadak dada terasa sesak, dan lain-lain.

Nah, sekarang coba kenali bagaimana bentuk stress tersebut, tampilannya bagaimana, kedatangannya seperti apa, membawa rasa seperti apa, sampai kalian menemukan bila stress itu sebuah individu tertentu.  Sebuah pelajaran yang halus sekali, yah super halus.

Sudah? Sudahkah mengenali 'sosok' sesuatu yang bernama stress yang sering hadir itu ? Baik, bila sudah, maka ketika dia datang , abaikan dia, cuekin, tapi jangan abaikan masalahnya.  Mengabaikan stressnya tanpa mengabaikan masalahnya, itulah yang aku maksud dengan mengabaikan tanpa mengabaikan.

Setiap masalah yang datang, dia hadir untuk kita cari solusinya, tapi dalam menemukan solusi tersebut, sebaiknya dengan jiwa yang tenang/damai/bening, tidak dengan jiwa yang tertekan atau stress.  Jadi abaikan stress tanpa mengabaikan masalahnya.

Dicoba ya. Love you all.


Mengenali dan Mengatasi Galau

 Dear Allah lovers,

Sebuah kekacauan di dalam diri umumnya disebut galau dengan segala tingkatannya.  Serendah apapun levelnya, tetap saja mengganggu keseimbangan di dalam raga dan jiwa, mengganggu hubungan dengan Tuhan dan juga mengganggu dalam menunaikan misi jiwa.

Langkah pertama untuk mengatasinya yaitu dengan mengenalinya dulu, bermacam kegalauan muncul dari karakter masing-masing orang, ada orang yang mudah panik, ada yang keterlaluan bercanda atau bahasa lainnya slengekan melulu, ada yang terlalu serius sampai mudah stress, ada yang terlalu cuek hingga tidak menyadari ada masalah di depan mata, segala yang terlalu itu memang tidak baik untuk semuanya.  Ada juga orang-orang yang terlalu kosong; yah untuk yang satu ini, biasanya orang lain yang mengenalinya.

Cobalah kenali diri sendiri dulu, termasuk manusia jenis mana, mengenali, mengakui, kemudian berlatih untuk mengatasi itu, dibantu orang terdekat juga boleh.  Berlatihnya setiap hari, sampai bisa mengatasi kegalauan di dalam diri dalam hitungan detik dan posisi jiwa kembali stabil.

Karena setiap orang berbeda dalam jenis dan tingkat kekacauan di dalam diri sendiri, Innuri tidak bisa memberi masukan secara detail bagaimana mengatasinya.  Secara garis besar, setiap ada masalah pasti ada solusinya, maka tugas kalian masing-masinglah mencari solusi dari setiap persoalan di dalam diri kalian sendiri.  

Innuri akan tulis khusus tentang mengatasi stress di tulisan berikutnya.

Selamat mencari ya dan selamat menempuh perjalanan dalam rangka menemukan jiwa yang tenang dan damai untuk melaksanakan tugas jiwa di semestaNya.

Selasa, 04 Agustus 2020

Insomnia Dengan Bahagia


#innuriinspirasi 
Tak seorangpun yang bisa tahu kejadian  apa yang akan menimpa dirinya esok,  bahkan nanti,  atau sedetik kemudian. Bila dia merasa tahu,  maka itulah kesombongan , dan kesombongan selalu membawa penderitaan,  baik cepat atau lambat.  

Pagi tadi aku melakukan senam yoga dari youtube dan pada sebuat gerakan , ada keterangan sebaiknya dihindari bagi yang sering mengalami insomnia.  Dan dalam hati aku ucap,  aku kan gak punya masalah insomnia.  Lalu pada malamnya aku tidak bisa tidur,  lalu menuliskan ini.  

Baru aku sadari,  bahwa ucapan di dalam hati bahwa aku tidak punya masalah insomnia itu merupakan sebuah kesombongan yang halus.  Merasa tahu apa yang akan terjadi,  bahwa aku tidak akan terkena masalah insomnia.  

Dan malam ini aku insomnia dengan bahagia.  Bersyukur Allah mengingatkanku melalui kejadian ini.  

Ya.  Halus sekali.  

Minggu, 12 Juli 2020

Mendengar Untuk Merasakan Vibrasi


#innuriinspirasi

Ini kelanjutan kemarin ya.

Diam kita untuk mendengar, meliputi mendengar suara di dalam dan suara di luar.  Semakin sering diasah akan semakin tajam , sampai mendengar suara di dalamnya suara luar. 

Begini contohnya,  ketika kita mendengar dia bilang, "Baiklah,  aku mau".  Kita bisa mengenali suara di dalam yang sebenarnya, apakah dia mau hanya karena terpaksa,  terpojok atau mau dengan ketulusan hatinya.

Lebih dalam lagi,  kita bisa mendengar suara di dalamnya suara luar tanpa mereka bersuara.  Hmm , ada yang bingung ? Contoh mudahnya ketika melihat lawan bicara diam saja,  kita bisa mendengar apa yang ingin dia ucapkan.  Sakti dong kita?  Wah,  bukan itu tujuannya.

Suara yang tidak terdengar di luar itu sumbernya bisa dari orang,  hewan,  tumbuhan,  benda yang bergerak atau tidak bergerak,  bahkan angin bisa mengabarkan sesuatu (kayak lagu romantis, "Oh angin sampaikan saja salamku pada dia"😁).  Ya,  segala yang di luar diri itu memancarkan vibrasi yang bisa kita kenali dan kita dengar bila kita mau belajar diam untuk mendengar.

Vibrasi-vibrasi di luar itu bisa mempengaruhi diri kita dan sebaliknya vibrasi dari dalam diri bisa berpengaruh keluar , semua itu terjadi dengan  disadari atau tidak , dengan disengaja atau tidak. 

Lantas apa guna dan tujuannya kita belajar diam untuk mendengar dan mengenali vibrasi di luar diri?  Ya agar kita bisa memposisikan diri dan menyelaraskan semuanya sesuai kehendak Tuhan.

Sabtu, 11 Juli 2020

Diam Untuk Mendengar

Diam Untuk Mendengar
#innuriinspirasi

Lidahku bagian belakang sakit,  karena tiba-tiba saja gigi gerahamku menjadi tajam dan melukai lidah.  Sudah 4 hari.
Sakit bila dipakai berbicara, dipakai makan apalagi , buat menelan ludah saja sakit sekali.  Sampai ketika shalat 5 waktu, aku mengucap bacaan shalat hanya di dalam hati.

Disinilah aku memahami bila aku sedang mendapat pelajaran.

Saat shalat yang bacaannya hanya dibaca di dalam hati , aku bisa merasakan suara suara lain di dalam yang bukan melulu bacaan shalat, dengan kata lain masih saja tidak bisa memusatkan jiwa ke hadapan Allah atau khusyu'.   

Diri manusia itu di dalamnya bisa melakukan berbagai aktifitas dalam saat yang bersamaan.  Itulah kondisi yang disebut tidak khusyu' atau tidak hening.  Sementara kekuatan jiwa kita terletak pada kondisi yang hening.

Dalam kondisiku yang terpaksa tidak bisa berbicara , aku dipaksa belajar mendengar. Mendengar ke dalam  untuk bisa memilah mana suara yang musti diaktifkan dan mana yang musti diistirahatkan.  Menyiapkan diri di dalam untuk hening agar bisa mendengar suara di luar dengan pendengaranNya.  Takjub!

Di luar,  ada suara yang tidak terdengar tapi begitu nyaring.  Ada suara keras tapi untuk diabaikan.  Dan semua suara itu membuat pergerakan di dalam diriku,  pergerakan di dalam yang menggerakkan  keluar dalam bentuk perilaku.

Pada puncaknya adalah "mengijinkan" Dia menggerakkanku.

Terimakasih Sang Maha Kasih.

Baik.
Sudahkah kalian belajar diam untuk mendengar ?

Bagaimana mengetahui bila kita sudah benar-benar belajar ?

Adalah ketika kalian menyadari betapa sebelumnya banyak sekali hal sia-sia yang telah kalian lakukan.  Mungkin perbuatan yang hanya menuruti ego atau hal lainnya yang kalian sendiri yang tahu.


Minggu, 05 Juli 2020

Memaafkan Tuhan

Memaafkan Tuhan
#innuriinspirasi

Siapa yang paling berjasa dalam hidupmu?
Jawabannya adalah Tuhan, entah bagaimana cara kamu menyebut dan memanggil namaNya. 

Lalu siapakah yang paling kamu salah salahkan dalam kehidupanmu? 

Coba ingat ketika kamu mengeluh tentang hidupmu,  pada hakekatnya kamu sedang menyalahkan Tuhan. 

Baik,  bila Tuhan memang "bersalah" , sudahkah kamu memaafkannya?  Lalu sudahkah kamu berdamai denganNya. 

Inilah perjalanan penting untuk menggapai puncak spirtualitas,  saat kamu bisa memaafkan Tuhan dan berdamai denganNya,  maka inilah saat kamu berada di fihakNya dan manunggal denganNya.

Selamat menempuh  perjalanan menuju puncak spiritual kalian,  sahabat.

Sabtu, 25 Januari 2020

Selamat Tahun Baru

Selamat tahun baru 2020 dan selamat tahun baru imlek buat sahabat Innuri yang merayakannya. 

Sudah lama Innuri tidak menulis (baca : nasehatin orang ) dan membantu orang lain konsultasi spiritual , dan banyak yang inbox,  wa,  menunggu tulisanku dan juga banyak yang minta dibantu.

Innuri minta maaf yang banyak,  karena masih sibuk dengan PR diri dan keluarga dulu.

Semoga suatu hari Innuri bisa menulis lagi dan membantu orang lain secara spiritual.  Saat ini bisanya membantu doa saja.

Aku juga minta didoakan ya agar bisa menyelesaikan PR PR ini.

Salam kasih dari Innuri.