Jumat, 27 April 2012

Hutang Bukan Untuk Dipikirin

Ya betul kan judulku diatas? Hutang jangan dipikir tapi dibayar ..... hehehe.  Lah kalau gak ada yang buat bayar, memangnya gak boleh mikir?  Kujawab gini, emangnya kalau kita mikiiiir hutang terus, hutang kita apa bisa lunas? Nggak kan?

Mungkin maksudnya mikir bagaimana menyelesaikan hutang itu atau usaha apa lagi yang musti kita lakukan? Juga jangan kataku, ini bikin tegang pikiran, bikin penyakit jantung darah tinggi dkk........  kalau waktu yang kita punya kita gunakan untuk mikirin hutang dan usaha-usaha menyelesaikannya kapan dong menikmati hidup yang indah ini? ya kan? ya kan?

Aku bisa ngomong begitu karena pernah mengalami sih,..... mengalami terlillit hutang episode kedua..... hehehe.  Ceritanya waktu presiden kita yang ganteng ini menaikkan harga BBM sampai 2 kali lipat itu, entah tahun berapa..... ingatku saat itu Aden masih SMA, sampai di TV ada acara parodi Republik BBM.

Tentu saja pelangganku mengalami guncangan juga, ada yang usahanya tutup, ada yang mengurangi karyawannya.  Otomatis permintaan yang masuk untuk Cantiq jadi berkurang, bahkan tiap bulan kami minus sampai jutaan, itu berlangsung lebih dari setahun. Bila kerugiannya ditambah dengan biaya hidup kami sekeluarga, minusnya tambah numpuk, sampai terlilit hutang ratusan juta lo ..... Duh rasanya gak enak banget deh ....

Tiap bulan di kalenderku ada beberapa 'peringatan', ada beberapa tanggal yang merupakan tanggal 'merah', yaitu batas pembayaran untuk bank tertentu dan tiap minggu ada tanggal merahnya !!!  Ada BRI, BNI, Danamon dan BTPN.... wuihhhh!!!! belum pengeluaran rutin bayar listrik telepon air, cicilan sepeda motor, SPP 3 orang anakku, uang saku mereka ke sekolah, gaji karyawan dll dll .....

Rasanya tuh hidup gak bahagia banget deh, tiap hari berdoa dan berusaha bagaimana menyelesaikan hutang itu, tapi ujung-ujungnya hutang bukannya berkurang, malah bertambah .....Bahkan sering muncul perasaan khawatir, bagaimana bila rumahku disita bank, mau tinggal dimana? mau usaha apa lagi? Rasanya pingin njerit sama Allah, kan aku sudah berusaha dan berdoa tapi kok keadaanku makin terpuruk.

Akhirnya aku nyerah sama Allah.  Intinya aku bilang begini : ya Allah , aku sungguh tidak sanggup menyelesaikan hutangku, tapi Engkau bisa.  Aku pasrahkan semua hutangku padaMu, terserah bagaimana Engkau menyelesaikannya, biarkan aku bersenang senang dengan banyak mensyukuri nikmatMu dan ijinkan aku berbuat kebaikan karenaMu.

Ingatlah, bila kita merasa bahwa kita bisa menyelesaikan hutang-hutang kita (atau persoalan apa saja) dengan usaha kita, itu merupakan kesombongan yang halus sekali.  Jadi kita harus mengakui kelemahan diri kita dihadapan Allah, lalu serahkan hutang/persoalan kita itu kepadaNya, biar Allah yang menangani dengan caraNya.

Tandanya bila kita sudah berhasil membuat pengakuan seperti itu adalah munculnya perasaan ringan, santai dan bahagia..... yang namanya persoalan hutang itu jadi terlupa, menguap entah kemana. Lalu kita bisa menjalani hidup ini dengan lebih nikmat, pikiran lebih jernih dan terbuka.  Kita jalani saja pekerjaan dan peluang-peluang yang Allah berikan tanpa beban, tapi penuh tanggung jawab kepada Allah. 

Ikhlaskan hati kita, bila Allah mau hutang kita lunas dalam setahun, seminggu, sehari atau seratus tahun ..... oke-oke saja, bila itu dari Allah pasti membuatku bahagia, terserah Dia saja.

Jangan punya keinginan hutang itu segera lunas,  tapi tumbuhkan keinginan untuk memperoleh ridha Allah saja. 

Ridha berarti rela / suka. Agar Allah ridha, kita musti ridha dengan Allah.  Maksudnya ridha dengan Allah adalah rela dengan segala pemberianNya baik yang terlihat menyenangkan atau yang tidak (contohnya hutang).  Jadi relakan hati / sukalah dalam kondisi berhutang, pasti Allah punya maksud yang baik untuk kita.  Nikmati saja kehidupan yang indah ini, istri/suami yang rupawan, anak-anak yang lucu, kesehatan, bahkan nikmatilah sinar matahari dan bunga yang mekar di halaman tetangga..... hehehe.

Selama menjalankan proses ini, jangan membuat hutang baru.  Contohnya aku nih : dulu bila waktunya menggaji karyawan dan sedang tidak punya uang, aku kadang ngutang ke kakak, padahal hutangku di bank kan sudah numpuk.  Lalu sekarang kusadari ini salah, dalam al qu'an disebut bila kita dalam kesulitan maka kita disuruh mengharap pertolongan Allah, bukannya nyari hutangan.  Akhirnya aku bilang ke karyawan semua, bahwa bunda nggak mau berhutang untuk gajian mereka, aku suruh kami semua secara berjamaah mengharap pertolongan Allah bila sedang terlilit masalah keuangan. 

Hingga sekarang, baik aku atau karyawanku bila sedang tidak punya uang, secara otomatis akan mengharap Allah saja dan hasilnya memang luar biasa, banyak hal tak terduga.

Banyak keajaiban terjadi setelah aku berhasil memasrahkan persoalan hutangku pada Allah.  Contohnya sewaktu Aden mau masuk ITB, aku mendapat pesanan ribuan kerudung yang DPnya bisa untuk membayar uang SPP Aden.  Aku juga pernah  mendapat order 3000 mukena lukis, maunya seribu mukena dikirim setiap bulan, tapi kemampuanku hanya 400-750 potong dalam sebulan.  Bila semula pesanannya 3000 mukena, permintaannya melebihi perkiraan, bahkan hingga sekarang pesanan mukena ini terus mengalir padahal sudah beberapa tahun masih tetap disukai.

Keajaiban demi keajaiban itu semakin memperkuat keyakinanku bahwa Allah Maha Bisa menyelesaikan hutangku dalam waktu satu haripun !!! Walau masih punya hutang, aku semakin melupakan hutangku, aku sibuk membaikkan diri di hadapan Allah saja. Sedikit demi sedikit tanggal merah di kalenderku berkurang, yang BTPN sama Danamon akhirnya minggir..... hehehe... tinggal BNI sama BRI yang jumlahnya juga tidak banyak.

Yang sering kulakukan dulu, tiap aku berhasil membayar semua cicilan itu, aku bersyukur dengan cara menyedekahkan sebagian sisa uangku.  Untuk cicilan bulan depan gak aku pikirin deh..... kan ada Allah.

Sekarang setelah semua 'badai' reda, aku langsung memotong omzet penjualanku minimal 2.5% nya (bukan 2.5 % dari margin/keuntungan lo, tapi dari omzet), kulakukan di setiap transaksi, gak usah nunggu sebulan.  Ini wajib sebagai seorang muslim. 

Punya hutang itu bukan bencana , bencana yang sesungguhnya adalah tidak punya iman.  Semangad!!!

19 komentar:

  1. terima kasih motivasinya...kayaknya itu gue banget....karena saat ini yang diceritakan diatas terjadi sama saya...saya akan coba nasehatnya

    BalasHapus
  2. Selamat Berjuang mas Riza, semoga Allah semakin mendekatkan kita padaNya dengan apapun yang terjadi dengan kehidupan kita.

    BalasHapus
  3. Suatu bentuk ketauhidan yang luar biasa. Memang inilah yg disebut agama. Bukan sekedar ritual, namun menyandarkan sepenuhnya pada Allah SWT. Karena Allah sering menyembunyikan diri dalam "sebab". Sehingga kita akhirnya menganggap yg kita dapat dari "sebab" tadi.

    BalasHapus
  4. makasih pak Yudi atas komentarnya, nambah wacana baru nih, Allah bersembunyi dalam sebab.

    BalasHapus
  5. Sama2 Mba Indah, saya juga diingatkan dgn blog anda. Hanya orang2 yg terpilih, yang Allah membuka hijabNya. Salah satu cara Allah membuka hijab antara kita dgn Dia adalah, menutup semua pintu2 pertolongan dari mahluk atau dari "sebab". Sehingga akhirnya kita sadar bahwa pertolongan itu benar2 dariNya. Bersyukurlah bagi orang2 yg terpilih, yg kepada mereka Allah tutup pintu2 pertolongan dari mahluk sampai kemudian berpaling kepadaNya

    BalasHapus
  6. I LOVE ALLAH SO MUCH

    BalasHapus
  7. ALHAMDULILLAH.ada pencerahan dalam diri aku setelah baca artikel ini.karena saaat ini aku juga punya masalah hutang hingga ratusan juta.rumah akan saya jual,itupun tidak mampu menutupi hutang.rasanya hidup sempit,selalu dikejar-kejar hutang.tiap hari ada saja penagih.dosa menggelanyuti aku,karena salah satu agunan adalah milik ortu,dan mbah.rasanya ingin mati saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ... buku yang membahas masalah finansial yang diangkat dari tulisan tulisanku di blog juga sudah bisa diperoleh kok mas Paolo, judulnya "Menciptakan Keajaiban Finansial" bisa dipesan lewat inbox di fbku, bisa diperoleh gratis bila memang membutuhkannya dan tidak punya uang 50 ribu. ..... Ada yang masalahnya lebih berat dari sekedar masalah finansial, yang aku bahas di tulisanku http://innuri.blogspot.com/2013/05/ajaibnya-ridha-pada-allah.html

      Hapus
  8. Subhanallah q sampe netes air mata bacanya mbak dosa banget rasanya hidup ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum terlambat untuk memulai hidup baru.

      Hapus
  9. ama banget seperti yang aq alami sekarang,rasny bercampur. Aduk mba malu,sedih n hancur,tidak semangt hidup :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai menata niat hidup untuk Allah, semoga semuanya diindahkanNya.

      Hapus
  10. Assalamualaikum mba,,terharu baca pengalaman mba,,sekarang saya juga mengalami hal yang sama kyk yg pernah mba rasakan,sekarang malah ngk berani kemana2,,takut dan gelisah,,ngk bisa tidur,mba aq minta email mba,,terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walalaikum salam mbak Siti , pengalaman keluar dari jeratan hutang sudah aku rangkum dalam sebuah buku "Menciptakan Keajaiban Finansial" innuri .... bisa diperoleh di gramedia, insyaAllah banyak membantu membuka pikiran. Bisa diinbox di fb ku saja ya, tinggal klik di sebelah kanan, semua orang bisa nginbox kok walau belum berteman.

      Hapus
  11. Assalamualaikum,,nama mba dfb apa ya,,,kadang saya merasa sudah tidak kuat lagi mba menghadapi masalah akibat kecerobohan saya sendiri,mba cara menutupi dibankny bagaimna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innuri Sulamono . tinggal klik tautan di kolom sebelah kanan.

      Hapus
  12. Mba saya dari aceh,,mba produksi mukena lukis ya,blh minta no hp n pin bbny,,terima ksh mba

    BalasHapus