Ketika Alam Menyentuh
#kisahdarikebun
Suatu hari suamiku datang ke kebun, menengokku yang sudah seminggu sendirian di sana, sekalian menjemputku pulang.
Ketika aku masuk ke kamar mandi, kulihat toilet bersih sih sih. Suamiku baru saja mandi. Aku heran dong, karena aku belum membawa perlengkapan kebersihan ke kebun, jadi selama seminggu toilet kotor oleh tanah yang dibawa sandalku. Masih dalam rencanaku membawa sikat kalau balik ke kebun lagi.
"Mas bersihin toilet pakai apa? " tanyaku.
"Pakai daun", jawabnya santai.
Aku spontan tertawa, karena itu ide yang tak pernah terpikirkan di benakku. Padahal setiap hari aku membersihkan alat makan pakai gulma sebagai pengganti sabun cuci dan spons, bisa kesat dan bersih loh.
Padahal aku juga membuat jemuran pakai batang gulma yang menjulur itu karena tidak ada tali.
Aku jadi teringat sebuah tulisan di Quora, pengalaman seorang gadis yang terpaksa hidup hemat karena keadaan ekonomi, dia mandi dan keramas pakai daun pandan wangi.
Aku pun jadi berpikir, sebenarnya alam ini sudah menyediakan semua yang kita perlukan, arus modernisasi membuat kita lupa akan itu. Kita sering merasa terpisah dengan alam yang baik hati yang dengan kemurahannya menyediakan semuanya gratis. Kita mengharuskan ada sabun mandi, sampo, sabun cuci baju, sabun cuci piring, dll di setiap rumah, itu adalah standar rumah yang 'normal'. Padahal tanpa itu semua kita masih bisa hidup dan tidak mengganggu orang lain.
Bau badan? Bau mulut? Bagaimana dengan sereh, jamu kunyit asam, kemangi, yang terkenal mengurangi bebauan fisik kita.
Bukan soal penghematan, tapi penggunaan bahan kimia yang mencemari air tanah. Karena di tengah-tengah kebunku ada mata airnya, dipakai kebutuhan rumah tangga termasuk memasak. Kukira penggunaan bahan apapun yang digunakan di atas tanah di sekitar mata air, pasti memengaruhi kualitas airnya.
Entahlah bagaimana nanti, ke arah mana mengalirnya hidup ini.
Walau tak terpikir hidup ala orang Badui, tetapi kehidupan mereka mengagumkan dan membuatku bersyukur masih ada komunitas yang menjadi inspirasi bagi dunia.
Percayalah ketika alam menyentuh hati kita dengan lembut, di situ terasa betapa Maha Kasih-Nya Dia, terasa hangatnya kebahagiaan dalam pelukan kasihNya. Seperti lautan yang selalu memeluk ombak.
Selamat tahun baru, Sahabat.
#innuriinspirasi
#kebun
#simplelife
#desa
#hidupsederhana
#slowliving
Tidak ada komentar:
Posting Komentar