Sudah empat kali aku dihampiri tikus di depan mataku, sudah kayak binatang peliharaan saja, pas nonton tivi, doi nongol sambil lirak lirik dengan wajah innocent. Sudah dua kali beberes siram lantai, bongkar lemari, cuci isinya dan tata ulang ruang tivi, demi bersih-bersih kotoran tikus, itu di rumah belakang ya, belum termasuk gudang usaha suamiku di depan yang dulu warung Hepi.
Kebayang kan betapa jengkelnya perasaanku pada den mas tikus?
Nah, ternyata di situlah letak pelajarannya. Semua yang hadir di dunia ini bukan hadir dengan kemauannya sendiri, dia hadir atas kehendak dan inisiatif dari Tuhan, aslinya dia adalah kiriman Tuhan. Masak kiriman Tuhan ditolak? Diterima saja. Diterima bukan berarti dipersilakan menduduki rumah kita loh, maksudnya diterima itu ya jangan jengkel, tapi ditanya si tikusnya ini membawa pesan apa dari Tuhan?
Salah satu pesan yang mudah dipahami adalah dia mengabari aku bahwa aku terlalu banyak barang di rumah, jadi sudah saatnya bersih-bersih barang yang tidak diperlukan. Dengan sedikit barang, tidak banyak ruang untuk bersembunyi si tikus. Pesan kedua adalah agar aku lebih rajin bersih-bersih. Pesan lainnya, jangan mudah jengkel dengan peristiwa yang njengkelin, pesan lainnya lagi ada sih, tapi biarlah menjadi rahasia di hatiku, jadi silakan penasaran ... haha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar