Selasa, 30 Desember 2025

Rumah

 Sering menginap di kebun membuat aku berubah persepsi tentang rumah. 


Dulu rumah adalah rumah seperti pemahaman kebanyakan orang. Sebuah bangunan dengan panjang kali lebar dengan ruang-ruang di dalamnya. 

Namun ada yang aneh kemarin, setelah 3 malam menginap di kebun, ketika masuk rumahku di Pakis Malang, aku merasa bangunan 150 m persegi ini mengurungku, dan aku merasa sempit. Padahal di kebun,  pondokku hanya berukuran 2 x 2,5 m, tapi aku malah merasa punya rumah yang luas, langit seperti atapnya, dan dindingnya adalah gunung dan bukit di kejauhan. 


Saat malam di pondok, aku bisa melihat kelip bintang dan rembulan yang seperti lampu bergantung di langit-langit rumahku. Aku tak perlu lampu buatan manusia apalagi lampu yang berkedip-kedip, karena ini lebih indah. 


Rumahku di kebun tak memerlukan lukisan di dinding, karena hiasannya adalah pemandangan asli, ada laut yang tampak di kejauhan, pepohonan, mendung, bias sinar mentari di langit sore, burung yang tidak mati dan diam di kanvas, tapi burung yang beterbangan bebas lengkap dengan kicaunya, bahkan berada dekat denganku. 


Lalu aku pelajari satu hal tentang rumah. 

Sejatinya rumah adalah tempatmu merasa aman dan nyaman. Bukan sebuah bangunan yang mengurungmu dengan segala fasilitas kehidupan di dalamnya. 


Ketika kamu menyadari bahwa rumahmu tak sebatas tembok yang mengitarimu, melainkan rumah alam semesta, maka ketika itulah kamu tak lagi merasa takut, karena semua adalah saudaramu di rumah bersama ini.


#rumahkebun

#kisahdarikebun

#rumah

#spiritual

#spiritualjourney

#kisahhikmah

#innuriinspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar