Selasa, 16 Februari 2016

Say No to Kufur

"Daripada sibuk mengkhawatirkan masa depan , bukankah lebih indah bila mensyukuri segala hal yang bisa terselesaikan hari ini ?", kataku padanya.  Dia tersenyum lebar dan ....

"Yes , itulah jawabannya ! Bukankah Allah sudah menjadikan mudah segala urusan yang terjadi hari ini ? padahal kupikir bakalan berat untuk dilewati", katanya, suaranya mendadak riang.

"Ya bersyukurlah ... bukankah Allah selalu mendampingi ? dan melindungi kita dari apa yang kita takutkan dan apa yang kita khawatirkan bila kita memintanya ?". dia tercenung mendengarkan kalimatku ini.

"Segala yang telah ditetapkan Allah pasti terjadi, baik kita khawatirkan atau tidak", lanjutku , dia malah megerutkan keningnya. Aku tersenyum ....

"Tapi jangan khawatir, bukankah dia menetapkan segala peristiwa dengan kasih sayang dan kebijaksanaannya ? dan Dia tidak pernah mendhalimi hambaNya".

"Dan ketetapannya yang tetap adalah bahwa orang yang bersyukur itu akan ditambah nikmatnya ", lanjutku.

"Hanya bersyukur dan tidak ada pilihan lain".

"Yak ! hanya bersyukur dan tidak memilih hal lain ".

"Say no to kufur", katanya, senyumnya terlihat manis.

"Bahkan kufur yang tersamar dan halus sekali ".

"Seperti rasa khawatir itu contohnya ?".

"Kamu sudah tahu ".

"Kan rajin baca blognya mba Innuri".

"Itu semua karena Allah telah membuka hatimu".

"Apakah rasa khawatir perlu dimohonkan ampunanNya ?".

"Perlu banget. Di dalam segala peristiwa, selalu terdapat ujianNya , untuk menguji apakah kita termasuk ahli syukur atau ....".

"Ahli kubur ....", dan kitapun tertawa berderai .... tapi jangan percaya kata terakhirya itu loh ya , maksudnya untuk menguji apakah kita ahli syukur ataukah ahli kufur.  Soal ahli kubur, tak perlu khawatir, kita semua sudah terdaftar disana.

@@@






Tidak ada komentar:

Posting Komentar